Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Pertempuran Di Planet Sogus


Komandan senior tersebut meninggalkan rombongan dan pergi bersama dengan 1000 pasukan khusus yang selalu setia kepadanya. Ke dua Komandan lainnya yang masih tetap berada di bawah Komandan Kupri, hanya melihat ke arah Komandan Senior tersebut lalu memandang Komandan Kupri.


"Biarkan saja dia, anggap itu adalah serangan awal kita ke Planet Sogus. Kita dapat mengetahui kekuatan Planet Sogus dengan melihat hasilnya nanti. Jika Komandan senior dapat menahan serangan Planet Sogus dengan waktu yang cukup lama, kita akan pergi membantunya. Tetapi jika Komandan Senior dapat d kalahkan dengan cepat. Keputusan ku untuk berfikir lebih matang adalah tindakan benar. Lebih baik kehilangan sedikit dari pada kehilangan banyak." Komandan Kupri berbicara, karena ke dua Komandan tersebut melihat Komandan Kupri dengan pandangan penuh tanya.


**Permukaan Planet Sogus**


Semua sistem pertahanan Planet Sogus sudah di aktifkan. Prajurit dari pasukan roh merah telah bersiap menghadapi musuh. Pasukan khusus roh hitam dengan jumlah 5000 pasukan benar-benar menjadi ancaman bagi Planet Sogus.


Planet Sogus yang terlihat kuat dari luar, sebenarnya sudah mulai rapuh. Perang terus menerus, musuh yang datang silih berganti, membuat banyak pasukan roh merah yang melindungi lubang dimensi di Planet Sogus terus berkurang.


"Komandan, mereka mulai bergerak!! Tapi tidak semua bergerak Komandan." Seorang Prajurit melapor kepada Komandan Kantu, yang kini memegang kendali perintah pada semua sistem pertahanan.


"Jika dia sudah berada 300 km dari luar atmosfer Planet Sogus, jangan beri ampun. Tembak dengan semua sistem pertahanan." Komandan Kantu tidak ingin mengambil resiko. Komandan Kantu tidak ingin smuanya akan menjadi lebih sulit jika tidak secepat mungkin untuk mengurangi jumlah pasukan roh hitam yang sedang menyerang.


Saat Komandan senior dari roh hitam telah berada di jarak jangkauan tembak, sistem pertahanan Planet Sogus secara otomatis menghujani pasukan Komandan senior dengan tembakan-tembakan laser berbagi ukuran. Mendapatkan serangan, pasukan Komandan senior mulai berpencar dan membentuk formasi prisai. Dengan formasi prisai pasukan khusus Komandan senior, tembakan-tembakan laser Planet Sogus dapat di urai dengan mudah.


Dengan menggunkan formsi pertahanan, Kmandan senior dengan pasukannya terus mendekat ke Planet Sogus. Seolah seperti tanpa bisa di hentikan, pasukan khusus roh hitam terus mendekat hingga sampai ke atmosfer Planet Sogus. Dari 1000 pasukan khusus roh hitam Komandan Senior, hanya 2 pasukan yang tewas selama hujan tebakan laser terjadi. Kini Pasukan Khusus roh hitam telah di nanti oleh ribuan pasukan roh merah yang menjaga lubang dimensi di Planet Sogus.


Pertempuran secara langsung sudah ada di depan mata, pasukan roh merah yang memiliki jumlah lebih banyak masih merasa merinding melihat pertahanan pasukan Khusus roh hitam. pasukan roh merah sejatinya memiliki kekuatan lebih kuat dari pada roh hitam jika di hitung secara keseluruhan ketika roh merah belum terpecah menjadi 2 kubu. Kini kekuatan roh merah hanya menyisakan cerita. Bahkan kini, sesama roh merah bisa saling membunuh.


Jendral Rojab yang di dampingi 100 pasukan khusus roh merah memimpin langsung ribuan pasukan roh merah tersisa di Planet Sogus. Dalam Radius beberapa puluh kilometer, beberapa sistem pertahanan tidak dapat di kendalikan untuk menembak pasukan roh hitam yang datang dan hanya menyisakan senjata laser yang berukuran kecil untuk tetap menyerang.


"Mustofa, apa kamu tau dengan tanda Udirdagch dan tanda Telekinesis?" Husgar Vize bertanya kepada Mustofa.


"Ya, aku tau akan tanda Udirdagch dan tanda Telekinesis. Tapi aku tidak tau kenapa ada tanda Udirdagch ataupun tanda Telekinesis. Karena tanda Lava, tanda Hoogtepunt dan tanda Arva tidak pernah ada." Mustofa menjawab pertanyaan Husgar Vize dengan sedikit berfikir dan mengingat suatu kejadian.


"Apakah beberapa tahun kemarin kamu melihat tanda Udirdagch dan tanda Telekinesis di Alam Semesta?" Husgar Vize kembali bertanya kepada Mustofa. Mendapat pertanyaan tentang alam Semesta, Mustofa mengatakan jika dirinya selalu berada di Dimensi Semesta. Mustofa berada di alam Semesta hanya ketika ada makhluk yang berusaha mendekati bintang yang memiliki inti api yang dia jaga selama ini. Jika tidak ada yang mendekat, maka Mustofa akan berada di Dimensi Semesta.


Tidak ada alasan khusus mengapa Mustofa tidak selalu berada di Alam Semesta. Hanya karena Mustofa adalah makhluk dari Dimensi Semesta, maka Mustofa lebih nyaman menjaga inti api dengan berada di Dimensi Semesta. Meski Mustofa tetap tidak dapat pergi terlalu jauh dari titik di mana jika dia membuka dimensi untuk ke Alam Semesta maka Mustofa akan langsung berada di dekat inti api Alam Semesta.


Dengan beradanya Mustofa di Dimensi Semesta, maka tanda Udirdagch dan tanda Telekinesis yang beberapa tahun lalu pernah muncul tidak pernah di lihat oleh Mustof karena perbedaan Semesta. Mustofa Juga menceritakan kepada Husgar Vize, jika dirinya tidak dapat seenaknya dan semau sendiri untuk berpindah dari Dimensi Semesta ke Alam Semesta. Untuk melakukan perpindahan tersebut, Mustofa membutuhkan waktu 1000 tahun Dimensi Semesta. Berbeda halnya jika dari Alam Semesta ke Dimensi Semesta. Meski baru 1 detik berada di Alam Semesta, Mustofa bisa langsung kembali ke Dimensi Semesta.


Mendengar penjelasan dari Mustofa, Husgar Vize kembali bertanya untuk meyakinkan tentang apa yang Husgar Vize fikirkan. Hal apapun yang terjadi di Alam Semesta termasuk tentang tanda Telekinesis dan tanda Udirdagch tidak nampak di Dimensi Semesta. Mustofa menjawab dengan anggukan kepala atas pertanyaan tersebut dan dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya oleh Husgar Vize.


Husgar Vize bertanya kepada Mustofa, tentang bagaimana jika dirinya menggunakan kemampuan Udirdagch sebagai puncak pengendali logam yaitu jurus terlarang, dan kemampuan Telekinesis. Apakah hal tersebut akan menimbulkan tanda layaknya di Alam Semesta. Pertanyaan tersebut di jawab dengan jawaban tidak. Sebab menurut Mustofa, di Dimensi Semesta, tidak ada yang namanya Telekinesis. Dimensi Semesta adalah Semesta lain yang di ciptakan oleh sang Pencipta sebelum Alam Semesta.


Dimensi Semesta juga di tempati oleh makhluk roh. Bukan Makhluk seperti di Alam Semesta yang memiliki tubuh tetap dengan roh di dalamnya. Makhluk Dimensi Semesta juga ketika mati, tidak benar-benar mati. Hanya mereka membutuhkan waktu milyaran tahun untuk dapat membentuk tubuhnya kembali. Mendengar jawaban dari Mustofa, wajah Husgar Vize terlihat bahagia.


"Jika demikian, aku tidak perlu membatasi kemampuanku di dimensi Semesta ini." Meski Husgar Vize tidak sepenuhnya paham dengan apa yang di jelaskan Mustofa tentang makhluk roh Dimensi Semesta. Husgar Vize sudah merasa cukup dengan penjelasan Mustofa tentang tidak akan munculnya tanda Udirdagch ataupun tanda Telekinesis. Dengan segera Husgar Vize mengajak Mustofa untuk membantu kelompok roh merah yang sesaat lagi akan menghadapi pasukan khusus roh hitam.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™