Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Telekinesis


"Hi... Hi... Hi.... Hi... Hi..." Volvo Emie tertawa dengan menutup mulutnya.


Tawa Volvo Emie membuat Husgar Vize emosi yang sebelumnya dia tahan karena ucapan Volvo Emie tentang Husgar yang di ramalkan.


Bola besi tercipta dari lantai ruang kendali yang memang terbuat dari besi dan melayang di udara.


"Kamu ingin bertarung lagi? Sudah aku katakan, dengan kekuatanmu saat ini, kamu bukan lawanku." Volvo Emie berbicara dan langsung melelehkan bola besi yang melayang layang.


Husgar Vize yang merasa di sepelekan oleh Volvo Emie, sekarang mengangkat lantai pesawat yang di atasnya terdapat kursi yang di duduki Volvo Emie.


"Kamu keras kepala juga ternyata ya..." ucap Volvo Emie yang seketika menyerang Husgar Vize dengan pukulan yang entah dari mana datangnya.


"Bruak..." Husgar Vize terpental hingga menabrak sebuah layar monitor di belakangnya.


"Dari mana asal pukulan itu? genggaman tangan yang sangat besar." Husgar Vize membatin dalam hatinya.


Pie Jiru yang tidak terima dengan serangan Volvo Emie berdiri dan siap untuk menyerang, tetapi saat Pie Jiru akan melangkahkan kakinya dengan kecepatan yang Pie Jiru miliki. Pie Jiru terjatuh karena tanpa dia ketahui, lingkaran hitam telah mengunci kakinya.


"Jika kamu ikut campur, maka aku juga akan ikut campur." Kie Jordi berbicara dengan suara pelan tapi dapat di dengar jelas oleh Pie Jiru.


"Aku bisa membunuh kalian berdua dengan mudah, tapi hal itu tidak aku lakukan karena kalian yang di ramalkan. Maka tenanglah agar aku tidak terpaksa membunuh kalian sehingga menjadi kerugian semesta." Volvo Emie berbicara dengan suara menggemaskan.


"Husgar, duduklah dan tenangkan dirimu." Volvo Emie berbicara dengan senyum ramah.


Husgar yang sebenarnya tidak senang dengan cara Volvo Emie hanya dapat menuruti, karena melawanpun akan percuma.


Baru saja Husgar Vize duduk kembali, makanan dan minuman yang dari tadi di masak oleh Dongba telah selesai dan di sajikan ke meja oleh Dongba yang sebagai juru masak di pesawat Huna 67X.


"Hmmm... Sepertinya sangat lezat, ayo semua kita makan," Volvo Emie berbicara seolah olah tidak terjadi apapun.


Volvo Emie makan tanpa mempedulikan yang lain lagi, meski kecil tapi makan Volvo Emie sangat banyak. Husgar Vize yang masih memiliki rasa dongkol tidak ingin ikut makan, Husgar Vize hanya menyantap sepotong roti.


Pie Jiru tidak mengambil makanan apapun meski Pie Jiru menginginkan makanan tersebut karena harum masakan benar benar menggoda.


"Kenyang sekali." Lebih dari setengah hidangan telah di santab habis oleh Volvo Emie.


"Dongba, bereskan meja ini," pinta Kie Jordi.


Dengan kecepatan Pie Jiru, sebelum Dongba mengambil satu persatu sisa makanan, dengan cepat Pie Jiru mengambil n memakannya karena sudah tidak tahan lagi. Saking cepatnya Pie Jiru, Kie Jordi sekarang benar benar tidak dapat mengikuti pergerakannya lagi.


"Volvo, apa aku tidak salah lihat...? aku tidak dapat melihat gerakan tangan Pie Jiru, apakah kecepatannya bertambah? Kie Jordi berbicara melalui telepati.


Volvo Emie tidak mengomentari perkataan Kie Jordi seolah olah tidak peduli dengan apa yang di sampaikan Kie Jordi.


Karena makanan telah habis dan sudah di bereskan juga oleh Dongba, Husgar Vize kembali menanyakan tentang maksud Volvo Emie.


Tanpa ingin mengulur waktu dan menyulut emosi Husgar Vize lagi, Volvo Emie mulai menjelaskan pada semua.


Volvo Emie bercerita bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk di perlihatkan potongan masa depan, tetapi hal hal yang di perlihatkan kepada Volvo Emie adalah masa depan yang masih dapat di rubah atau berubah dengan sendirinya.


"dua puluh tiga tahun yang lalu, aku di perlihatkan akan kelahiran seorang Husgar yang dapat menjadi Telekenesis jika di ajarkan secara benar dan sabar. Telekenesis adalah dasar potensi untuk dapat menjadi Omnipotence. tapi itu hanya berpotensi, karena resiko seseorang yang akan menembus Omnipotence adalah kematian yang menyiksa dan abadi." dengan menarik nafas Volvo Emie menjeda ceritanya. raut wajah keseriusan sangat nampak pada Volvo Emie.


"Telekenesis yang ada pada pandanganku, dia memiliki kemampuan awal untuk mengendalikan logam dan memiliki pelindung makhluk sekeras logam serta dua makhluk terakhir dalam rasnya. Ciri ciri dalam pandanganku, semua ada padamu Husgar." Volvo Emie melanjutkan ceritanya.


Telekenesis adalah kemampuan untuk mengendalikan semua benda, sedangkan Omnipotence adalah kemampuan yang memiliki kemampuan tanpa batas.


Jika dapat memiliki kemampuan Omnipotence maka hampir pasti akan menyatukan atau menghancurkan para Segiova, Gulgara, ataupun Mulva.


"Omnipotence, Telekenesis dapat menyatukan atau menghacurkan?" gumam Husgar Vize.


"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu Husgar, tugas pertamamu harus bisa menjadi dan mengasah kemampuan diri agar cepat menjadi Telekenesis." Volvo Emie berusaha menenangkan.


"Lalu jika aku Telekenesis, apa hubungannya denganmu!" Husgar Vize dengan tegas menanyakan kepada Volvo Emie.


"kemampuanku pasti ada maksud dari sang Pencipta, kemampuanku dapat melihat potongan-potongan masa depan lebih awal, itu juga pasti ada maksud sendiri yang aku juga tidak tahu."


"Jika demikian, kenapa kamu seorang Volvo tidak membunuhku!" tanya Husgar Vize kepada Volvo Emie.


"Sederhana, karena aku tidak menyukai cara yang di lakukan oleh Mulva dan aku memiliki kemampuan melihat potongan masa depan. itu artinya aku harus tau siapa yang harus q jadikan kawan atau lawan.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Volvo Emie, nampak raut wajah tegang dan penuh rasa pertanyaan dalam fikirannya.


Husgar Vize terlihat syok dengan cerita tersebut, lalu berdiri meninggalkan tempat itu dan menuju tempat tidur tanpa berpamitan kepada yang lain.


Husgar Vize yang sekarang telah berada pada kamar dengan memegangi kepalanya. Memikirkan hal apa yang akan di hadapi dan merasa memiliki beban yang sangat berat kedepannya.


"Kenapa harus aku... Perjalanan apa yang akan aku hadapi di depan." Husgar Vize berfikir dengan lesu dan merebahkan tubuhnya hingga Husgar Vize tertidur.


**Dua hari waktu ideal**


Husgar Vize terbangun dari tidurnya dengan sangat terkejut, karena dia tidak menyadari jika dirinya tertidur, tanpa basa basi, Husgar Vize pergi ke ruang kendali dengan niatan bertemu dengan Volvo Emie.


Tapi saat Husgar Vize sampai di ruang kendali, dia tidak melihat adanya Volvo Emie.


di ruang kendali hanya ada dua kru yang selalu bergantian menjaga dan memantau keadaan pesawat dan Pie Jiru yang dari dua hari lalu tidak beranjak dari duduknya untuk menunggu Husgar Vize.


Apa yang akan kita lakukan, apa kita akan mempercayainya...? ucap Pie Jiru kepada Husgar Vize.


"Sepertinya demikian, kita tidak memiliki pilihan." Husgar Vize menjawab lalu duduk di samping Pie Jiru.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™