Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Melupakan Kawan Lama


Mereka yang telah mengetahui hal rahasia yang di maksud hanya terdiam atas pernyataan Pie Jiru.


"Setelah Husgar Vize normal kembali, aku akan menceritakan semua dengan terus terang. Aku juga akan menjawab hal-hal yang masih belum aku sampaikan sebelumnya." Pie Emie berbicara dengan wajah yang di tekuk.


"Seharusnya tidak begini, ini tidak sesuai yang di rencanakan." Kie Jordi membatin.


Setelah mendengar pernyataan Pie Emie, Udirdagch membantu Husgar Vize untuk meringankan rasa sakitnya dan segera mengembalikan Husgar Vize ke keadaan normal kembali. Dengan bantuan Udirdagch, sakit yang di rasakan Husgar Vize berangsur menghilang.


Beberapa menit kemudian, Husgar Vize sudah tidak merasakan sakit lagi. Saat ini Husgar Vize sudah dapat berdiri tegak lagi dan langsung meminta penjelasan atas hal yang di rahasiakan darinya.


"Maafkan aku Husgar, aku tidak bermaksud merahasiakan ini padamu. Tapi hal ini yang di perintahkan padaku. Sebenarnya, kau boleh mendapatkan informasi ini setelah kau menjadi seorang Telekinesis, tapi karena kamu telah seperti ini. Tidak ada pilihan lagi untukku selain menceritakannya." Pie Emie berbicara kepada Husgar Vize.


Pie Emie mengajak semua untuk duduk agar dapat mencerna cerita dari Pie Emie dengan baik. Setelah semua duduk, Pie Emie mulai bercerita. Di mulai dari identitas sebenarnya dari Pie Emie, Fase penciptaan pertama sampai ke tiga telah di ceritakan.


"Sekarang aku akan menjawab kenapa nama Husgar Vize sama. Karena Segiova Pexsi dan kloning Segiova Pexsi berada di pihak Telekinesis dan kloning Segiova Pexsi dengan sukarela menerima sari Husgar Vize. Setelah melahirkan anak yang memiliki sari Husgar Vize dari fase Semesta pengembangan, Segiova Pexsi memberi nama yang sama agar mudah di temukan olehku." Pie Emie menyelesaikan ceritanya dan menjawab pertanyaan Jendral Altan yang belum dia jawab sebelumnya.


"Jadi, sebenarnya aku ini apa...? Dan apa yang akan aku lakukan setelah aku mencapai Telekinesis?" Husgar Vize seolah terpukul dengan cerita Pie Emie dan merasa hanya sebagai sebuah alat.


"Aku merasa Terjebak Perang Semesta Husgar Vize dari fase Semesta pengembangan." Husgar Vize menambahkan pernyataannya dengat raut wajah suram serta kesal.


Melihat ekspresi yang di tunjukkan Husgar Vize, Pie Emie merasa khawatir dengan hal yang dia takutkan.


"Galaksi Tungsten atau Planet Mesimet'i tidak mungkin kembali ke fase semesta pengembangan. Tetapi kita dapat membawa kamu setelah menjadi Telekinesis ke fase Semesta pengembangan untuk melatih Husgar Vize di fase Semesta pengembangan." Pie Emie tidak menjelaskan hal yang sebenarnya kepada Husgar Vize, agar Husgar Vize lebih bisa menerima.


Husgar Vize nampak berfikir untuk membuat keputusan dan pergi meninggalkan tempat tersebut yang juga di ikuti oleh Pie Jiru.


****


"Udirdagch, aku merasakan logam d angkasa semakin kacau dan semakin mendekat." Jendral Bataar yang memiliki tugas mengawasi dari Planet tentang keadaan angkasa Planet Mesimet'i melaporkan kepada Udirdagch.


"Panggil Jendral Dzhambul kembali, dengan serangan sebanyak itu..." Menjeda kata-katanya. "Dia tidak akan bisa bertahan." Udirdagch melanjutkan kembali kata-kakatnya dengan wajah masam.


Setelah Udirdagch berbincang, Udirdagch meninggalkan tempat tersebut dengan tergesa-gesa. Melihat hal itu, Pie Emie dan Pie Jiru merasakan firasat yang tidak baik.


**Pesawat tempat Jendral Dzhambul**


"Kendalikan sebanyak mungkin rudal yang bisa kalian kendalikan!!" Jendral Dzhambul memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mengendalikan rudal yang berbaris di angkasa Planet Mesimet'i.


Meski saat ini Jendral Dz hambul dalam kondisi aman, tetapi jika terus menerus seperti ini. Tenaga Jendral Dzhambul dan prajuritnya akan habis, pada saat itu tiba, Planet Mesimet'i dalam bahaya besar..


Jendral Dzhambul yang mendapat perintah mundur, dengan terpaksa mundur dan masuk kembali ke dalam lautan Planet Mesimet'i.


Saat Jendral Dzhambul tiba, hal pertama yang d tanyakan adalah keberadaan Komandan Batbayar. Jenderal Dzhambul yang sudah hampir empat bulan tidak bersama Komandan Batbayar, saat ini benar benar rindu dengan sahabatnya tersebut.


Saat Udirdagch mendapatkan pertanyaan tentang keberadaan Komandan Batbayar, Wajah Udirdagch langsung berubah menjadi pucat seketika dan dengan kecepatan maksimal yang dapat di tahan oleh langit-langit penopang lautan, Udirdagch terbang menuju tempat Komandan Batbayar di hukum sebelumnya.


Dengan perubahan ekspresi dan tindakan yang di lakukan Udirdagch, Jendral Dzhambul sudah mendapatkan jawaban tentang keberadaan Komandan Batbayar. Dengan segera Jendral Dzhambul menyusul Udirdagch ke tempat yang di curigainya.


Di saat kondisi Udirdagch terbang, dengan gerakan tangan yang di gerakkan Udirdagch. Komandan Batbayar dan para prajuritnya, dengan seketika terlepas dari tempatnya menggantung.


****


"Akhirnya kita terlepas," Ucap Komandan Batbayar kepada semua prajuritnya.


Sorak kegembiraan pun terdengar dari mulut Komandan Batbayar dan para prajuritnya walau sebenarnya mereka merasa ada kejanggalan. Di atas meja yang berbentuk lubang lencana, tidak ada lencana satupun di sana. Hal itu menandakan mereka belum mendapatkan maaf dari para penghuni pesawat Huna 67X yang sudah mereka hancurkan.


Belum selesai dengan rasa Heran mereka, Udirdagch sampai di tempat tersebut dan dengan segera meminta maaf dan menceritakan hal-hal kejadian tidak terduga. Tentang kematian kru pesawat Huna 67X dan beberapa hal setelah itu. Tetapi tidak menceritakan secara terperinci dan tidak menceritakan tentang identitas Husgar Vize yang sebenarnya.


Belum selesai Udirdagch menjelaskan alasan yang sampai melupakan Komandan Batbayar dan para prajuritnya, Jendral Dzhambul datang. Jendral Dzhambul pun akhirnya ikut mendengarkan alasan sampai bisa melupakan Komandan Batbayar.


Mendengar cerita tersebut, Jendral Dzhambul yang sebelumnya ingin marah kepada Husgar Vize, mengurungkan niatnya. Setelah semua telah Jelas, Udirdagch kembali ke kediamannya yang di ikuti oleh Jendral Dzhambul, Komandan Batbayar serta semua prajurit yang sebelumnya tergantung.


****


Pie Emie yang melihat Udirdagch terbang dari kejauhan dan terlihat juga dalam rombongan ada wajah yang familiar tapi lama tidak dia jumpai. Pie Emie berusaha mengingat dengan sosok yang bersama Udirdagch.


Di saat Pie Emie sadar dan mengingat sosok yang bersama Udirdagch, wajah Pie Emie seketika berubah menjadi masam. Teringat dengan kesalahannya, Pie Emie mengajak Pie Jordi untuk menyambut Udirdagch dan lainnya.


Udirdagch yang telah sampai di halaman kediamannya, berjalan menuju pintu masuk kediamannya dan menuju ruang utama serta di ikuti oleh Jendral Dzhambul serta Komandan Batbayar. Sedangkan para prajurit tetap berada di halaman rumah Udirdagch dan beristitahat di sana.


"Komandan, maafkan kami." Pie Emie dan Pie Jordi hampir bersamaan mengucapkan maaf sesaat Komandan Batbayar memasuki ruang utama kediaman Udirdagch yang memang Pie Emie dan Pie Jordi sudah menunggu.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™