Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Perang Ras Planet Matahari 2


πŸ€”**yang berada di dalam kurung menandakan kejadian dalam cerita Komandan Jordi**πŸ€”


(Dengan perintah prajurit Jordi yang sekarang telah di angkat sebagai Komandan meski secara tidak resmi, mereka semua langsung bergerak dengan tugas masing masing.)


(Komandan Jordi langsung bergerak lari ke arah barat dan mulai berpencar dengan kelompok lainnya.)


("Komandan, kenapa kita bergerak menuju barat..? Bukankah ini arah menuju ke pangkalan terbang ke tujuh?" Ucap salah satu prajurit, yang merasa arah mereka adalah tujuan yang salah karena pangkalan terbang ke tujuh telah musnah.)


("Pangkalan ke tujuh adalah jarak paling dekat dari pangkalan yang lain, karena kita hanya butuh satu hari jika terus berlari, semoga kita mendapatkan kendaraan agar lebih cepat sampai. Tujuan kita bukan pangkalan ketujuh, tapi tempat rahasia Jendral besar membangun pesawat luar angkasa." Komandan Jordi menjelaskan dengan terus berlari menuju arah barat dan terus mencari jalan yang terhindar dari kobaran api.)


("Tempat rahasia...?" )


("Ya...Tempat rahasia, karena pangkalan ke tujuh di persiapkan untuk menjadi pasukan elit yang akan bertugas menjaga angkasa Planet Songsi dan aku salah satu pilot yang sudah di latih dan sempat terbang melakukan latihan.")


("Tapi di tempat rahasia tersebut, jendral besar membangun pesawat yang lebih canggih dari pesawat luar angkasa yang kita miliki saat ini, pesawat yang telah di publikasikan, karena meski beberapa pesawat yang di bangun oleh jendral besar telah selesai, pesawat tersebut tidak di publikasikan sampai benar benar terbentuk suatu pasukan yang siap seutuhnya." Dengan terus berlari Komandan Jordi berbincang dengan menjelaskan.)


("Komandan, di sana..." Seorang prajurit menunjuk ke sebuah arah yang terlihat samar ada kendaraan tempur darat Planet Matahari, yang terlihat sedang menyisir wilayah itu.)


("Jarak kita kira-kira 5 kilo meter darinya, kita harus mendekat perlahan dan merebut kendaraan tersebut agar kita lebih cepat sampai. Pastinya mereka memiliki rahasia pada peluru mereka, sehingga perisai tulang sampai tidak tercipta jika terkena peluru itu." Komandan Jordi memberikan pandangannya. )


("Ya, kita harus mendapatkan senjata dan mempelajari peluru tersebut," ucap salah satu prajurit untuk lebih memantabkan tekad mereka merebut kendaraan dari pasukan Planet Matahari.)


(**Beberapa saat kemudian**)


(Komandan Jordi dan tiga prajurit lainnya telah berhasil mendekat ke kendaraan tersebut yang sedang bergerak perlahan untuk melakukan penyisiran.)


("Apa!! Mereka sudah berhasil membawa beberapa tawanan!! Jika mereka sudah mulai menyisir dan mecari tawanan untuk di jadikan budak, itu artinya Planet Songsi benar benar telah jatuh." Husgar Vize bergumam pelan. Memang beberapa jam terakhir, mereka sudah tidak mendengar ledakan ledakan besar, hanya sesekali terdengar ledakan kecil dari kejauhan.)


("Bagaimana cara kita mengambil alih kendaraan itu...? Sepertinya tidak ada celah," ucap salah seorang prajurit.)


("Tapi bukan berarti tidak ada celah sama sekali," ucap Komandan Jordi penuh keyakinan.)


("Aku akan berpura pura jadi pelarian Planet Songsi, agar aku tertangkap dan ketika mereka keluar dari kendaraan tersebut, kalian langsung sergap dan ambil alih kendaraan itu.")


("Tidak komandan, biarkan aku saja," ucap salah seorang prajurit, belum sempat Komandan Jordi menjawab, prajurit tersebut langsung berlari memisahkan diri untuk mengecoh pasukan Planet Matahari.)


(Dhar... Dhar... Etika prajurit tersebut telah jauh memisahkan diri, terdengar dua kali tembakan dan langsung merobohkan prajurit yang sedang berlari tersebut dan langsung menewaskannya.)


("Aaa... Apa...!! Perisai dapat dihancurkan dengan tembakan mereka." Dengan sangat terkejut komandan Jordi dan dua prajurit tersisa.)


(Saat keterkejutan Komandan Jordi yang belum usai, tiba tiba dari belakang ada beberapa prajurit Planet Matahari dan menodongkan tembak mereka kepada Komandan Jordi dan dua prajurit tersisa.)


Tanpa berani membantah, Komando Jordi dan dua prajuritnya langsung mengangkat tangan, dan langsung di ikat dan di pukul oleh pasukan Planet Matahari dan langsung di jadikan satu dengan tawanan yang lain.)


("Kendaraan kita telah penuh dengan tawanan, mari kita kembali," ucap salah seorang prajurit Planet Matahari dan mereka langsung memutar haluan untuk kembali, sedangkan Komandan Jordi terdiam menatap semua orang di kendaraan tahanan tersebut.)


**beberapa jam kemudian**


("Planet Songsi benar-benar telah hancur," ucap Komandan Jordi, yang telah melihat berbagai kehancuran di sepanjang jalan yang mereka lewati, hingga mereka tiba tempat tanah lapang, dan di sana terdapat tiga pesawat yang cukup besar dan dapat menampung lebih dari tiga ribu orang jika di terbangkan.)


(Gratak.. Tang.. Kratang.. Suara yang menandakan di bukanya kuci pitu para tahanan yang di dalamnya juga ada Komandan Jordi.)


(Tak di sangka, saat Komandan Jordi turun, telah berkumpul belasan ribu bahkan puluhan ribu orang orang Planet Songsi yang telah menjadi tawanan yang siap menjadi budak pasukan Planet Matahari.)


(Dengan paksa Komandan Jordi dan dua prajuritnya di kumpulkan dengan ribuan orang lainnya. Seorang prajurit yang melihat Komandan Jordi juga tertangkap dan langsung di kumpulkan dengan tahanan lainnya, prajurit tersebut secara perlahan mendekat di tempat Komandan Jordi berada.)


("Komandan, kau juga tertangkap...? Di mana Yudis...?" Prajurit tersebut menanyakan salah satu prajurit yang ikut dengan Komandan Jordi.)


("Dia tewas tertembak," ucap Komandan Jordi dengan rasa kesedihan.)


("Kamu juga tertangkap? Bagai mana dengan yang lain...?" Komandan Jordi menanyakan keberadaan prajurit lainnya)


("Kelompok satu dan tiga juga tertangkap, bahkan tim tiga hanya menyisakan saya. Sedangkan yang lain tewas dengan di siksa dan di tembak, sedangkan kelompok satu tersisa dua prajurit. Tapi aku tidak bisa mendekati mereka, karena mereka berada di baris paling depan. Di sini rata rata rakyat biasa dan ada tiga ratusan prajurit di sini." Prajurit tersebut menjelaskan keadaan tahanan yang berada di tempat para tahanan tersebut.)


("Tahanan yang di kumpulkan di sebuah tanah lapang ini, hanya tiga ratusan prajurit dari ribuan tahanan..!!" Dengan terkejut Komandan Jordi berbicara.)


("Di mana prajurit lainnya, apakah mereka telah tewas..?" Komandan Jordi berbicara di dalam hati.)


("Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Komandan..?" Seorang Prajurit bertanya dengan penuh harapan. )


("Apakah kau tau apa yang di gunakan mereka...? Sehingga pembentukan perisai tulang tidak dapat terbentuk ketika terkena tembakan?" Komandan Jordi menanyakan ke salah satu prajurit yang belum pernah dia temui sebelumnya.)


("Ya Komandan, tadi ketika salah seorang dari kami akan di aniyaya, mereka menyuntikkan sesuatu dan cairan dalam suntikan tersebut juga ada di semua ujung peluru pasukan planet Matahari." Prajurit tersebut menjawab pertanyaan Komandan Jordi.)


("Jadi ketika kita terkena suntikan tersebut, perisai tulang tidak akan terbentuk? Istimewanya lagi dari peluru tersebut, satu meter sebelum peluru mengenai sasaran atau membentur sesuatu di depannya, peluru tersebut menembakkan cairan yang berada di ujung peluru dengan jarum kecil yang otomatis menyuntik," ucap prajurit tersebut melanjutkan ceritanya.


("Sebuah cairan ya...!! Apakah cairan tersebut ada di setiap peluru...?" Komandan Jordi bertanya agar dapat menyimpulkan.)


("Benar Komandan..." Jawab prajurit tersebut dengan tegas.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™