Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Kekuatan Sesungguhnya Udirdagch


"Pengendali logam rupanya," ucap sosok tersebut menyepelekan lawannya.


"Kalian bukanlah lawanku pengendali logam. Aku sudah pernah memusnahkan Planet pengendali logam lainnya seorang diri dan akan terulang lagi hari ini!! Ha... Ha... Ha..." Sosok misterius yang telah memenggal kepala Jendral Mozi berkata dengan sombong.


Sembilan Prajurit pengendali logam yang tersisa tidak menghiraukan kata-kata sosok tersebut dan melanjutkan serangannya. Saat sembilan Prajurit pengendali logam baru saja melancarkan serangan, kepala ke delapan Prajurit terpisah dengan tubuhnya satu persatu. Sedangkan seorang prajurit pengendali logam yang masih hidup sangat terkejut dan gemetar.


"Kamu aku biarkan hidup agar kamu memanggil pemimpinmu. Katakan padanya, Sang pemuasnah sudah datang. Ha... Ha... Ha... Ha..." Sosok tersebut berbicara dengan meraih leher Prajurit tersebut dan melemparkannya ke arah laut.


Belum sampai Prajurit menghantam lautan, Jendral Alban meraih Prajurit tersebut. Bersamaan dengan di raihnya Prajurit yang akan menghantam lautan, Komandan Batbayar dan belasan Komandan lainnya melesat ke arah sosok misterius. Namun saat para Komandan meluncur menyerang terlihat bayangan kecil melesat mengincar leher mereka.


Dari belasan Komandan yang melesat menyerang hanya empat yang lolos dan menghindar dari serangan sosok misterius tersebut.


"Serangan apa itu, aku hampir tidak bisa melihatnya." Komandan Batbayar membatin dengan terus melesat ke arah sosok tersebut.


Kini ratusan logam berputar di sekitar tiap Komandan yang tersisa untuk menyerang. Lagi-lagi bayangan kecil melesat ke arah mereka. Mereka berempat berusaha menangkis dengan logam yang mereka kendalikan, tetapi logam-logam tersebut dapat terbelah dengan mudah dan merekapun tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.


Ke empat Komandan termasuk Komandan Batbayar juga terbunuh dan terjun bebas ke lautan Planet Mesimet'i.


**Daratan Planet Mesimet'i**


Langit-langit penyangga yang mendapat kebocoran, dengan cepat air laut yang memiliki tekanan tinggi memasuki celah antara langit-langit penyangga lautan dan daratan Planet Mesimet'i. Sehingga memaksa semua penghuni Planet Mesimet'i untuk naik ke permukaan laut.


Kebocoran langit-langit penyangga lautan sebenarnya masih dapat di tahan dengan menambal lubang dengan logam yang lain. Tetapi dengan tekanan yang begitu besar, membutuhkan penggabungan puluhan bahkan ratusan Komandan untuk melakukannya atau para Jendral yang melakukannya. Akan tetapi hal itu akan mrnguras banyak tenaga, apa lagi mereka di harapkan dengan musuh yang menurut mereka telah mengetahui lokasi persembunyian pengendali logam.


Sangat berbahaya jika pengendali logam tingkat tinggi kehabisan tenaga. Karena itu, Udirdagch memerintahkan untuk semua pengendali logam naik ke permukaan tetapi di sisi Planet yang lain, jauh dari titik serangan. Sedangkan Udirdagch, para Jendral, sebagian Komandan, Pie Emie, Husgar Vize, Pie Jiru dan Jordi menuju ke tempat titik serangan.


Jendral kembar Alban dan Altan sudah terlebih dahulu menuju pusat serangan bersama dengan tiga puluhan Komandan.


Saat ini Jendral Alban dan Jendral Altan menyerang sosok misterius tersebut. Mereka tidak mengetahui siapa sosok tersebut karena sosok itu menyerang tanpa ampun dan hampir setiap serangan selalu mematikan. Jendral Altan dan Jendral Alban sudah mengerahkan kemampuan mereka berdua secara maksimal dan menggunakan segenap kemampuan. Tepati sosok tersebut tidak mendapatkan luka sama sekali.


Sedangkan Jendral Altan dan juga Jendral Ablan sudah penuh dengan luka. Meski mereka berdua sudah penuh luka, mereka masih terus berusaha dan tidak merasakan luka di sekujur tubuhnya.


"Altan, aku sudah tidak kuat lagi... Aku akan menahannya, dan kamu larilah menuju Udirdagch." Jendral Alban yang sudah terlihat penuh dengan sayatan dan tusukan merasa sudah tidak dapat bertahan lagi. Sehingga meminta Jendral Altan untuk kabur menyelamatkan diri.


"Kita lahir bersama, jika dalam situasi bersama seperti ini kita harus mati bersama itu akan lebih baik. Lahir bersama dan Mati bersama." Jendral Altan menjawab dengan senyuman.


"Mari kita lakukan lagi," ucap Jendral Altan. Mereka berdua melakukan kombinasi serangan dengan mengendalikan logam dari daratan Planet Mesimet'i. Sulur logam meluncur kepada sosok yang menyerang Planet Mesimet'i, tetapi semua dapat di hindari dengan baik.


Pada saat logam daratan Planet Mesimet'i akan mereka genggam, terlihat bayangan hitam kecil menuju arah mereka. Jendral Altan dan Jendral Alban yang sudah terluka cukup parah tidak dapat bergerak secepat sebelumnya.


Jrat... crat... Jendral Altan dan Jendral Alban terkena serangan dari sosok tersebut di bagian leher, meski tidak mengenai telak dan memotong kepala mereka berdua. tetapi luka yang di timbulkan sangat fatal. Darah segar mengucur dari leher mereka berdua, dan mereka saat ini hanya dapat memegang leher mereka dan memperlambat pendarahan.


"Jendral..." Suara Jendral Ganzorig terdengar dari kejauhan memanggil Jendral Alban dan Jendral Altan.


"Tiidaaak..." Teriakan Udirdagch dan semua yang bersamanya. sebab telah melihat langsung Jendral Altan dan Jendral Alban terhempas dari ketinggian dengan kepala dan tubuh terpisah.


"Siapa kau...!!!" Udirdagch yang sangat marah dengan apa yang baru saja dia lihat menanyakan dengan siapa dia akan bertarung.


Kalian hanya pengendali logam rendahan, tidak perlu tahu siapa aku. Kepastiannya adalah kalian akan terbantai olehku.


Bersamaan dengan kata-kata sosok tersebut ratusan bayangan kecil melesat ke arah rombongan Udirdagch. Ketika bayangan tersebut sudah dekat, rombongan Udirdagch menghilang dan sudah berpindah ke lokasi lainnya.


"Oh... ada teleporttan di sini rupanya, Menarik. Aku tetap akan membunuh ka..." Belum selesai kata-kata sosok tersebut, tubuhnya sudah terpental terkena pukulan Udirdagch.


"Lawanmu adalah aku..." Udirdagch berbicara dengan dingin.


"Baiklah jika demikian, aku akan membunuh mereka setelah kau mati." Tangan sosok tersebut di angkat kaki atas. Dengan sekejap piringan yang tadinya akan menembus Planet Mesimet'i, kembali ke sekitar sosok tersebut berbaris seperti pasukan yang siap melindungi tuannya.


"Kekuatan apa itu, piringan tersebut bukan logam karena aku tidak dapat mengendalikannya, tapi piringan it dapat menembus langit-langit ornyangga lautan." Udirdagch berbicara pada dirinya sendiri.


"Dari tadi tidak ada yang dapat menyentuhku, hanya dia yang dapat menyentuhku. Aku tida boleh man-main lagi." Sosok tersebut terlihat khawatir karena Udirdagch dapat memukulnya, itu artinya dia memiliki kekuatan yang setara.


"Kau ingin mati cepat atau mati perlahan...?" Sosok tersebut memberikan pertanyaan kepada Udirdagch.


"Sepertinya pertanyaan itu lebih cocok untukmu sendiri." Udirdagch membalik pertanyaan sosok tersebut.


Jika aku lebih suka membunuh dengan cepat dan yang jadi pertanyaan, apa kau bisa membunuhku dengan cepat. Ha... Ha... Ha..." Sosok tersebut ingin menurunkan mental Udirdagch dengan kata kata tersebut.


"Permintaanmu terkabul." Bersamaan dengan jawaban Udirdagch, terdengar suara tulang patah.


Krrraaaaakkk... tulang kaki dan tulang sosok tersebut tiba-tiba remuk tak berbentuk.


"Si... siapa kamu" Dengan kesakitan, sosok tersebut bertanya kepada Udirdagch.


"Apakah itu penting untuk orang yang akan mati?" Udirdagch berbalik bertanya dan di jawab anggukan oleh sosok tersebut.


"Agar aku puas dan dapat mencarimu di dunia setelah mati untuk membalas." Meski dalam keadaan kesakitan, sosok tersebut berbicara dengan senyuman.


"Aku adalah Udirdagch," ucap Udirdagch menjawab.


"Pun.. puncak pengendali logam, tidak mungkin." Krrrraaaaaakkkk.... ucapan terakhir sosok tersebut hampir bersamaan dengan remuknya seluruh tulang dan sekarang hanya terlihat gumpalan daging dan tulang yang hancur halus.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™