
"Wanita tengik," ucap Jendral Mozi kesal karena kata-kata dari Pie Emie yang terus menghinanya untuk memprovokasi.
Pie Emie dengan sekejap dan terus menerus berpindah pindah dengan teleportasinya untuk menyerang Jendral Mozi menggunakan pukulan tangan besar yang keluar dari kehampaan. Pukulan yang biasanya dapat langsung menewaskan korban yang di pukul, saat ini pukulan tersebut seperti pukulan yang percuma.
Tubuh inti api yang di selimuti asap abu-abu tebal seperti tidak merasakan efek pukulan dari Pie Emie. Hanya terus berpindah untuk menghindari serangan Jendral Mozi dan pukulan tangan besar yang dapat di gunakan Pie Emie. Sebab, kekuatan istimewa cairan peleleh tidak dapat Pie Emie gunakan, karena langsung menguap begitu saja terkena panas yang di keluarkan tubuh Jendral Mozi.
"Aku tidak mungkin terus menerus menghindar seperti ini. Apa yang harus aku lakukan? Seranganku seperti tidak dapat menyentuh tubuh aslinya." Pie Emie membatin dalam fikirannya.
"Nona!! Apa kamu datang kemari hanya untuk bermain main denganku? Apa hanya menghindar yang dapat kamu lakukan?" Jendral Mozi mencoba untuk mengalihkan fokus Pie Emie yang terus menerus menghindarinya.
Bukan hanya sekedar denghindar yang di lakukan Pie Emie, tetapi menghindar untuk terus menggiring Jendral Mozi untuk melakukan serangan kepada pasukannya sendiri, karena panas yang di keluarkan Jendral Mozi tidak dapat mengenal lawan ataupun kawan.
Siapa saja yang masuk pada radius panas yang tidak dapat di tahannya, dia akan mati. Bahkan dika terlalu dekat, bukan hanya mati. Abunya pun akan menguap menghilang.
Pie Emie terus menghindar dan menghindar mengarah pada gerombolan pasukan Husgar dan Pie serta sedikit pengendali logam. Sebab setiap ada Husgar yang terbakar, pasti juga ada pengendali logam yang terbakar. Tetapi Pie Emie sudah mengantisipasi hal itu agar seminimal mungkin korban yang tercipta di pihak pengendali logam sedikit. Sebab, para pengendali logam yang sebelumnya di minta pergi menjauh oleh Pie Emie telah menjalankan perintah Pie Emie dengan baik.
Sebelum Pie Emie meninggalkan para pengendali logam untuk menyerang Jendral Mozi, Pie Emie telah menyampaikan rencananya untuk memanfaatkan kekuatan Jendral Mozi untuk menyerang pasukannya sendiri. Meski awal mereka tidak sepenuhnya paham, tetapi setelah melihat pertarungan Jendral Mozi dengan Pie Emie, mereka akhirnya paham dengan maksud dari Pie Emie.
Dengan cepat setelah mereka paham dengan maksud Pie Emie, mereka semua menyebar untuk memberikan informasi tersebut kepada pasukan pengendali logam yang lain. Kini seluruh pengendali logam juga menggiring Husgar dan Pie pasukan Jendral Mozi untuk mengejar para pengendali logam yang tanpa mereka sadari, Husgar dan Pie pasukan Jendral Mozi untuk mendekati maut dan ajalnya di tangan pemimpinnya sendiri.
Jendral Mozi yang sudah terbawa emosi dan nafsu untuk membunuh Pie Emie, tidak menyadari dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Hingga saat ini hanya menyisakan puluhan Husgar dan Pie yang masih terus bertarung meski sudah terlihat Husgar dan Pie tersisa dalam kondisi terpojok.
Husgar dan Pie tersisa, sebagian besar adalah Husgar dan Pie terkuat yang tadi baru keluar untuk ikut berperang bersama dengan Jendral Mozi. Ribuan pengendali logam saat ini terus mengeroyok dan terus menggiring Husgar dan Pie untuk masuk dalam radius panas Jendral Mozi. Semakin sulit menggiring sisa Husgar dan Pie tersisa, karena mereka telah menyadari cara pengendali logam mengalahkan mereka dengan cepat.
**Di sisi lain**
"Kita harus membantu Pie Emie, jika kita biarkan terus menerus seperti itu, bisa-bisa Pie Emie akan kehabisan staminanya." Jordi berbicara kepada Jendral Dzhambul yang terlihat sedang berfikir.
"Diamlah... Tanpa kau minta, aku sudah berfikir untuk merencanakan penyerangan." Jendral Dzhambul menjawab pernyataan Jordi.
Jendral Dzhambul memanggil seorang Komandannya dan memintanya untuk mengumpulkan Komandan lainnya di lokasi Jendral Dzhambul berada. Tanpa butuh waktu lama, ratusan Komandan telah berkumpul di tempat Jendral Dzhambul berada.
Meski semua Komandan telah meninggalkan pertempuran dan berkumpul dengan Jendral Dzhambul, pasukan yang mengepung Husgar dan Pie tersisa masih tetap ribuan. Kini para Komandan dan Jordi, mendengarkan penjelasan rencana Jendral Dzhambul.
"Jika begitu, kita gunakan cara ke dua. Tetapi rencana ini aku tidak merasa yakin akan berhasil sepenuhnya." Jendral Dzhambul menyampaikan pada semuanya.
Rencana dan strategi Jendral Dzhambul yang ke dua di jelaskan secara terperinci oleh Jendral Dzhambul agar semua memahami, terlebih Jordi yang memiliki peran penting pada rencana untuk membantu Pie Emie.
**Di tempat kediaman Udirdagch**
"Jendral, sepertinya kita harus membantu mereka." Udirdagch berbicara kepada ke empat Jendral Planet Mesimet'i dengan langsung berdiri dan di ikuti ke empat Jendral Planet Mesimet'i.
Dengan bertransformasinya Jendral Mozi, daratan Planet Mesimet'i kini semakin terang. Hal itu di sebabkan efek panas yang terjadi di permukaan laut Planet Mesimet'i.
Udirdagch dan empat Jendral yang sedang berjalan menuju pesawat, di ketahui oleh Husgar Vize. Dengan cepat Husgar Vize mengikuti Udirdagch dan di ikuti Pie Jiru untuk mengejar rombongan Udirdagch dan ke empat Jendral Planet Mesimet'i.
Husgar Vize yang kini sudah berada di tingkat empat, kini Husgar Vize sudah dapat mengendalikan logam dalam tubuhnya untuk melayang dan terbang. Meski kecepatannya masih lambat, hal itu masih jauh lebih cepat dari pada berlari.
Udirdagch yang dapat merasakan pergerakan Pie Jiru yang sedang mengejarnya. Udirdagch menghentikan perjalanannya menuju pesawat. Pie Jiru yang mengetahui Husgar Vize sedang mengejar rombongan Udirdagch, dengan segera mendahului Husgar Vize dengan kecepatan larinya untuk mengejar rombongan Udirdagch.
Belum sampai satu detik Udirdagch menghentikan terbangnya, Pie Jiru sudah sampai di bawah Udirdagch yang sedang terbang. Melihat Pie Jiru berada di daratan Planet Mesimet'i, Udirdagch turun untuk menemui sebentar.
"Husgar Vize sedang menuju kemari." Pie Jiru dengan cepat berkata meski Udirdagch dan ke empat Jendral Planet Mesimet'i belum menampakkan kakinya ke daratan.
"Baiklah, kami akan menunggu tapi tidak dapat menunggu terlalu lama." Udirdagch menjawab perkataan Pie Jiru.
Tidak sampai satu menit, Husgar Vize sudah sampai di tempat Udirdagch berada yang juga terlihat Pie Jiru bersama rombongan Udirdagch. Husgar Vize terlihat kelelahan menempuh terbang yang menguras cukup banyak tenaganya.
"Udirdagch, aku berharap tidak terjadi apa-apa. Setelah ini berakhir, aku sudah sangat siap berlatih dan menjadi puncak pengendali logam." Husgar Vize menyampaikan apa yang seharusnya dia sampaikan. meski dia tetap merasa hanya sebagai sebuah alat, tetapi melihat pengorbanan dan keseriusan semua pengendali logam untuk melindunginya. Husgar Vize melunakkan hatinya.
"Bagus jika kamu sudah dapat meyakinkan dirimu sendiri. Apa yang kita lakukan saat ini bukan semata-mata untuk kita sendiri, melainkan untuk keamanan semesta." Udirdagch menjawab pernyataan Husgar Vize dan setelah menjawab, Udirdagch berlalu pergi untuk membantu pasukan pengendali logam yang lain.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ