Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Serangan Tunggal


Baru beberapa meter Jendral Ganzorig meninggalkan kubah, secara perlahan kubah terbuka dan terbelah menjadi dua. Di saat kubah terbelah dua, mereka dapat mendengar tawa yang begitu keras dan tertawanya banyak orang. Saat mereka akan keluar dari kubah, kubah tiba-tiba tertutup kembali. Hal itu membuat sebagian orang menghentikan tawanya hingga semuanya kini berhenti tertawa setelah melihat raut wajah amarah yang di tunjukkan oleh Jendral Ganzorig.


**Di dalam kubah**


"Pie, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Jendral Dzhambul meminta usulan Pie Emie karena merasa tidak memiliki ide yang baik untuk menghadapi Jendral Ganzorig yang sedang marah d luar kubah.


"Kau ingin aku menjawab apa? Kita sudah sampai di tempat yang aman dan yang kita harapkan. Tentu saja buka kembali kubah ini dan mari kita keluar." Dengan santai Pie Emie menjawab pertanyaan Jendral Dzhambul.


Mendengar jawaban yang asal tanpa berfikir dari Pie Emie, Jendral Dzhambul menekuk wajahnya. Meski sebenarnya Jendral Dzhambul juga tau akan jawaban tersebut adalah satu-satunya jawaban.


"Tunggu apa lagi? Cepatlah buka..." Pie Emie sedikit menggertak Jendral Dzhambul yang terlihat melamun. Hal tersebut sebenarnya membuat Pie Emie ingin tertawa tapi dia berusaha tetap tenang dan menahan tawanya.


"Jika kamu masih ingin di sini... Terserah... Aku akan keluar dengan caraku sendiri." Pie Emie berbicara dengan acuh.


Tanpa basa-basi dan tanpa memikirkan apa yang sedang menjadi gundah semua pasukan di dalam kubah, Pie Emie mengeluarkan cairan yang dapat melelehkan logam kubah. Pie Emie bukan hanya melelehkan bagian yang di perlukan untuk bisa keluar, tapi melelehkan semua logam yang menutupi ribuan pasukan pengendali logam dan hanya tersisa logam yang mereka pijak.


Semua pasukan yang berada di dalam kubah begitu sungguh terkejut dengan apa yang di lakukan Pie Emie.


"Oh... Oh... Tidak... Jangan dulu... Tidak sekarang..." Berbagai macam kata-kata penolakan dari pasukan yang berada di dalam kubah saat logam kubah mulai meleleh.


DEENGG...Kini semua pasukan terlihat dengan jelas, begitu juga dengan Jendral Dzhambul yang terlihat salah tingkah dan merasa takut. Sedangkan Pie Emie dengan santai mengeluarkan papan fox dan terbang ke arah Udirdagch. Begitu juga dengan Jordi, dengan sigap mengikuti Pie Emie. Sedangkan pasukan pengendali logam yang di tinggalkan Pie Emie dan Jordi, hanya berdiam mematung. Ada yang menundukkan kepala, ada yang menunjukkan raut wajah tidak bersalah, ada juga yang hanya tersenyum tanpa arah.


Plok... Plok... Plok... Plok... Plok... Plok... Suara tepukan terdengar dari tangan Pie Emie yang langsung di ikuti oleh ribuan tepukan lainnya. Hal yang tidak mereka duga, bukan kemarahan yang Jendral Dzhambul dan pasukannya dapatkan. Melainkan tepukan yang sangat meriah, bagaikan menyambut sang superstar.


Bahkan Jendral Ganzorig yang sebelumnya marah. Juga terbawa suasana gembira atas keberhasilan Jendral Dzhambul dan pasukannya, serta melupakan kejadian yang baru saja memalukan.


**Di sisi lain**


"Kita benar-benar mendapat kerugian sangat besar. Tindakan bodoh dan gegabah Jendral Mozi yang membawa Husgar beserta Pie yang masih belum benar-benar menguasai kekuatannya adalah tindakan konyol. Lalu apa tindakan kita sekarang?" Salah satu sosok misterius berbicara kepada yang lainnya.


"Mereka bukan apa-apa. Sebaiknya kita melenyapkan mereka sekarang. Atau kita akan mendapatkan masalah jika kembali." Sosok misterius yang lain menjawab dengan cara fikirnya yang merasa mereka berdua terlalu tinggi.


"Aku rasa tidak demikian, aku khawatir mereka masih memiliki kekuatan yang lebih besar." Sosok misterius mencoba untuk tetap berfikir dingin


Sedangkan sosok misterius satu lagi hanya menggelengkan kepala melihat teman sekaligus pesaingnya untuk menjadi yg terbaik di kalangan para Jendral Aliansi.


**Planet Mesimet'i**


Semua pasukan Planet Mesimet'i sudah mencapai daratan Planet Mesimet'i dan mereka sudah di sambut dengan perayaan kemenangan atas peperangan yang sudah lama tidak terjadi dan lama tidak mereka lakukan.


Di saat semua sedang berpesta dan penghuni Planet Mesimet'i berkumpul di satu tempat, di permukaan laut Planet Mesimet'i yang menyembunyikan keberadaan daratan Planet Mesimet'i terdapat sosok misterius yang telah menebas kepala Jendral Mozi untuk mencari keberadaan penghuni Planet Mesimet'i.


"Di mana tempat tinggal pasukan tadi, bagaimana pun aku akan menemukan kalian." Sosok tersebut sampai berkeliling memutari Planet Mesimet'i tapi tetap tidak menemukan.


"Sulit sekali menemukan kalian, jika aku tidak dapat menemukan kalian. Kalian yang akan datang mencariku." Sosok tersebut berbicara sendiri dan bersamaan dengan itu dia memunculkan sebuah piringan yang berputar dengan cepat.


Piringan tersebut membelah menjadi ratusan piringan yang memiliki ukuran yang sama. Dengan menggerakkan tangannya, piringan tersebut melesat menghantam permukaan laut Planet Mesimet'i. Dem... Dem... Dem... Dem... Suara ledakan setelah piringan tersebut bersentuhan dengan permukaan Planet Mesimet'i.


Tidak sampai di sana. Setelah terjadi ledakan, piringan tersebut tidak hancur dan terus meluncur ke kedalaman lautan Planet Mesimet'i. Hingga terdengar ratusan ledakan lainnya yang di tandai dengan muntahan air laut ke udara.


Lempengan tersebut menembus langit-langit penyangga lautan Planet Mesimet'i dan terus meluncur ke bawah hingga menyentuh daratan Planet Mesimet'i dan menimbulkan ledakan kembali. Piringan tersebut terus meluncur seakan akan memotong Planet Mesimet'i menjadi banyak bagian.


**Daratan Planet Mesimet'i**


Pesta yang meriah dengan cepat menjadi tegang karena ratusan suara ledakan terdengar dan berlanjut dengan ratusan ledakan berikutnya. Saat ratusan ledakan yang kedua, pengendali logam Planet Mesimet'i dapat merasakan jika langit-langit penyangga lautan telah berlubang di sebabkan suatu benda.


Dengan sigap pasukan pengendali logam yang memang bertugas untuk berjaga, dengan cepat menuju permukaan lautan Planet Mesimet'i dan mencari kelompok yang berani membuat onar di Planet mereka.


Saat pasukan Planet Mesimet'i telah menemukan sosok yang telah berani menyerang Planet Mesimet'i, sangat terkejut karena bukan suatu kelompok atau banyak pasukan yang menyerang Planet Mesimet'i. Melainkan hanya seorang saja yang melakukannya.


Saat Prajurit tersebut membuka mulutnya untuk bertanya kepada sosok tersebut, secara tiba-tiba kepala Prajurit tersebut terlepas dari tubuhnya dan terlihat piringan kecil berada di antara kepala dan tubuh Prajurit tersebut. Dengan cepat Prajurit yang lain merespon dengan balik menyerang sosok tersebut dengan pengendalian logam mereka. Tetapi logam-logam tersebut dapat dihindari ataupun di hancurkan.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™