Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Pengendali Logam


Plak... Plak... Plak... Plak... Tiba-tiba terdengar suara tepukan.


"Aku suka keputusan kalian berdua." Volvo Emie secara tiba-tiba muncul di hadapan Pie Jiru dan Husgar Vize.


Keputusan Husgar Vize untuk menerima kerja sama antara Husgar Vize dan Volvo Emie, juga di sambut gembira oleh semua kru pesawat Huna 67X.


Semua kru pesawat Huna 67X telah mengetahui semua tentang apa yang di maksud oleh Volvo Emie, karena pada saat Husgar Vize dan Pie Jiru pingsan, Kie Jordi telah menceritakan semua kepada kru pesawat Huna 67X dengan maksud untuk berjaga jaga jika nanti Husgar Vize menolak keinginan Volvo Emie dan siap untuk merayu Husgar Vize.


Tetapi dengan keputusan Husgar Vize dan Pie Jiru yang siap bekerjasama, kru pesawat Huna 67X tidak perlu repot-repot menjelaskan kepada Husgar Vize dan Pie Jiru.


"Jika kita telah sepakat, aku ingin kita tidak hanya sekedar teman berjuang. Aku ingin kita menjadi saudara." Volvo Emie berbicara dengan manja dan suara khas yang menggemaskan.


Pie Jiru langsung menyodorkan tangannya yang sebelumnya telah di lukai menggunakan pisau, dengan sigap darah yang keluar dari luka Pie Jiru di usap oleh Kie Jordi dengan jari telunjuk dan menghisap darah Pie Jiru yang kini telah berpindah ke jari Kie Jordi. Mereka berempat melakukannya secara bergantian.


"Sekarang kita saudara," ucap Volvo Emie kepada Husgar Vize, Pie Jiru dan Kie Jordi.


"Lalu apa langkah kita saat ini dan selanjutnya?" Husgar Vize bertanya kepada Volvo Emie.


"Hal pertama, kalian berdua minum ini," Volvo Emie memberika botol kecil berisi cairan dan meminta agar Husgar Vize dan Pie Jiru meminumnya.


"Apa ini? Husgar Vize menerima botol berisi cairan dengan bersamaan menanyakan isi botol tersebut.


"Ini adalah cairan perubahan wujud, sehingga kalian akan berubah wujud dengan tinggi rata rata makhluk dominan planet di semesta." Volvo Emie menjelaskan kegunaan cairan tersebut.


Perubahan wujud sangat penting bagi Husgar Vize dan Pie Jiru yang memiliki tubuh setinggi enam meter. Karena dengan tinggi tubuh seperti itu, akan sangat mencolok dan menyulitkan mereka nantinya.


"Cairan ini berbeda dengan gelang Planet Galgic, cairan ini tidak akan membatasi wujud dasar, cairan ini hanya membuat tinggi tubuh menjadi rata rata makhluk dominan planet di semesta ini." Kie Jordi berbicara agar mereka tanpa ragu untuk meminum cairan tersebut.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Kie Jordi. Husgar Vize dan Pie Jiru langsung meminum cairan tersebut.


"Aaaaaaarrrhhhh..." Teriakan kesakitan keluar dari mulut Husgar Vize dan Pie Jiru.


Beberapa detik kemudian, tubuh Husgar Vize dan Pie Jiru langsung berubah. Tinggi mereka yang awalnya enam meter, kini tinggin Husgar Vize menjadi dua koma tujuh meter, sedangkan tinggi tubuh Pie Jiru menjadi dua koma satu meter.


"Berhasil..." Guman Volvo Emie.


Tubuh Husgar Vize saat ini menjadi makhluk dengan wujud setinggi dua koma tujuh meter. dan memiliki wajah lebih bersih dari sebelumnya.


"Benar benar luar biasa..." Pie Jiru tak bisa menutupi rasa senangnya.


"Baju ini dapat menyesuaikan dengan tubuh penggunanya...!" Ucap Husgar Vize dengan raut wajah senang.


"Hal kedua yang harus kita lakukan adalah melatih Husgar Vize agar dapat lebih cepat menjadi Telekinesis." Volvo Emie berbicara pada semua yang berada di tempat itu.


"Apakah tujuan kita akan berubah...?"


"Memang seharusnya, tidak mungkin kita akan tetap menuju Planet Vugada yang merupakan tempat berlatih seorang Husgar, meski Husgar Vize adalah golongannya. Kita harus sebisa mungkin menyembunyikan potensi Telekinesis Husgar Vize." Volvo Emie menjawab pertanyaan Pie Jiru sebelumnya.


"Segiova, Gulgara dan Mulva tau bahwa seorang Telekinesis dapat merepotkan tujuan mereka masing masing. Mereka juga tau jika seorang Omnipotence dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Karena itu, kita harus menghindari kemungkinan Husgar Vize untuk d ketahui." Dengan panjang lebar Volvo Emie menjelaskan.


"Kita akan mencari Planet dimana terdapat ras pengendali logam." ucap Volvo Emie.


"Aku bukan satu satunya pengendali logam di semesta ini? Tanya Husgar Vize kepada Volvo Emie.


Volvo Emie menjawab dengan menggelengkan kepala, dengan mengartikan Husgar Vize bukan satu satunya pengendali logam.


"Lalu kenapa bukan mereka yang menjadi Telekinesis? Husgar Vize sekarang bingung dengan hal itu.


"Karena mereka tidak memiliki kemampuan awal sepertimu. jawab Volvo Emie.


Jawaban Volvo Emie tetap membuat Husgar Vize bingung, terlebih lagi Pie Jiru dan kru pesawat Huna 67X yang ikut mendengarkan percakapan Husgar Vize dan Volvo Emie.


Husgar Vize mengubah bentuk lempengan besi menjadi bola besi dan bola besi tersebut melayang layang.


"Kemampuan awal inikah yang di maksud...?"


"Pengendalian logam adalah kemampuan istimewamu yang ke dua." Ucap Volvo Emie kepada Husgar Vize.


"Kemampuan ke dua?" Dengan terkejut dan bingung Husgar Vize menoleh pada Pie Jiru.


**Di tempat lain***


"Salam Jendral," sapa seorang prajurit kepada Jendral Mozi.


"Aku ingin bertemu Gulgara." Pinta Jendral Mozi kepada prajurit yang berjaga di sebuah tempat yang hanya terlihat seperti lahan kosong yang sangat luas.


"Baik Jendral." Dengan meminta identitas yang di miliki Jendral Mozi lalu di gabungkan dengan identitas milik prajurit yang berjaga.


Identitas Jendral Mozi yang berbentuk seperti separuh piramid berwarna emas dan identitas milik prajurit yang berjaga berbentuk separuh piramid sisanya.


Ketika dua identitas di satukan, langsung nampak pintu yang sangat besar dengan tinggi seratus kali tinggi Jendral Mozi dan lebar pintu mencapai dua puluh kali rentang tangan Jendral Mozi, dengan ukiran-ukiran yang menceritakan kekuatan ke delapan belas pelindung semesta.


Di ujung bawah pintu, terlihat sebuah lubang untuk menaruh identitas Jendral Mozi dan prajurit yang berjaga. Seketika ketika identitas di pasang pada lubang yang sangat pas dengan identitas yang telah di gabungkan.


"Jless." Pintu yang sangat besar tersebut terbuka dengan bergeser ke kanan dan ke kiri secara perlahan. Pintu itu memiliki tebal hingga sepuluh kali rentang tangan Jendral Mozi.


Ketika pintu telah terbuka dengan cukup, Jendral Mozi mulai berjalan melewati pintu hingga telah melewati ujung ketebalan pintu. Saat Jendral Mozi telah melewati ketebalan pintu, prajurit yang berjaga melepaskan identitas dari pintu dan memisahkan kedua identitas.


Seketika ketika dua identitas di pisahkan, identitas milik Jendral Mozi dan identitas milik prajurit penjaga, melesat seperti cahaya menuju pemiliknya masing masing.


Saat identitas milik Jendral Mozi melewati ketebalan pintu dan sampai pada tangan Jendral Mozi, Pintu yang awalnya terus bergerak membuka, seketika tertutup dengan cepat dan rapat.


Dengan tertutupnya pintu tersebut, hilanglah pandangan pintu layaknya semula, hanya terlihat tanah sangat lapang yang di jaga oleh beberapa prajurit.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™