Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Elba, Gaba, Huba


"Mustofa, aku ingin kamu mengincar 3 roh yang dari tadi hanya duduk bersila itu. Aku khawatir mereka memiliki kekuatan khusus yang telah di susun. Sebab aku beberapa kali berusaha menyerang dengan mengarahkan logam pengendalian dari awal penyerangan. Tetapi selalu tidak dapat mengenainya. Aku tidak mengerti kenapa, padahal aku sudah yakin sudah mengenai karena sudah sangat lurus, tapi entah tetap tidak dapat mengenainya." Husgar Vize berbicara kepada Mustofa dengan menunjuk kepada 3 sosok roh yang menggunakan elemen yang hampir sama dengan Mustofa.


"Mereka... Mereka adalah roh penjaga inti api 3 bersaudara. Mereka termasuk yang istimewa dari semua roh penjaga inti api karena memiliki kekuatan lain selain pengendalian Api." Dengan pandangan terkejut Mustofa berbicara kepada Husgar Vize. Terlihat dari cara Mustofa berbicara dan memandang, Mustofa terlihat memiliki rasa takut kepada tiga sosok tersebut.


"Kenapa jika mereka memiliki kekuatan selain kekuatan Api? Dan juga mengapa kamu terlihat takut kepada mereka?" Husgar Vize bertanya kepada Mustofa yang memandang 3 sosok tersebut dengan sangat lekat.


Ketiga sosok roh penjaga inti api tersebut dulunya adalah teman dari Mustofa ketika masih kecil. Mereka berempat sangat dekat dan sangat akrab. Bahkan dulu mereka di sebut dengan julukan empat sekawan. Hingga saat mereka bertiga dengan paksa di ajak oleh orang tua mereka ke ujung Dimensi Semesta untuk melakukan latihan secara tertutup. Sehingga Husgar Vize mau tidak mau berpisah dengan 3 sahabatnya tersebut.


Sangat lama mereka tidak bertemu, hingga saat terjadi berpencarnya inti api, barulah Mustofa bertemu kembali dengan tiga sahabatnya karena tiga sahabat tersebut mendapat panggilan untuk menjadi penjaga inti api layaknya Mustofa. Mustofa memiliki kenangan yang cukup menakutkan bagi Mustofa. Hal itu terjadi saat ke empat sahabat sedang melakukan perjalanan ujian dari sang guru untuk menangkap roh pemangsa bintang.


Ujian terakhir bagi seorang roh Suci sebelum adanya pembagian kasta roh. Seorang roh muda harus melewati sebuah tantangan penaklukan makhluk mengerikan Dimensi Semesta secara berkelompok besar. Dalam tantangan terakhir untuk mendapatkan pengakuan telah mencapai roh Suci. Sebagian besar dari kelompok pasti akan mati dan harus menciptakan elemen mereka lagi. Itu artinya, ketika roh muda kalah atau mati saat menghadapi makhluk yang begitu kuat di Dimensi Semesta mereka akan semakin lambat untuk menjadi kuat karena mereka harus mengumpulkan kembali elemen tubuh. Bahkan roh mereka juga dapat musnah yang artinya mereka dapat benar-benar mati dan menghilang dari Dimensi Semesta.


Ketika itu, kelompok yang di dalamnya berada Mustofa dan ke tiga sahabatnya yang beranggotakan seribu lebih roh muda. Mereka semua akan menghadapi sebuah tantangan terberat. Mati dan Musnah atau menjadi pemenang dan menjadi pasukan suci Dimensi Semesta. Dalam pertarungan melawan makhluk roh pemangsa bintang, seribu pasukan roh muda yang bersama Mustofa kalah dan mati bahkan musnah.


kini hanya tersisa 12 roh muda yang masih terus bertarung dengan roh pemangsa bintang. Dalam sisa kelompok yang hanya berjumlah 12 roh muda tersebut, salah satunya adalah Mustofa dan ke tiga sahabatnya. Mustofa yang saat itu merupakan yang terkuat di dalam kelompoknya, telah menyerap banyak energi. Hingga Mustofa dapat melakukan tranformasi tubuh yang di larang untuk roh muda, sebab sangat membahayakan. Elemen tubuh roh muda rata-rata tidak cukup kuat untuk melakukan transformasi sehingga ketika ada roh muda yang melakukan tranformasi akan ada 2 hal yang terjadi. hancurnya elemen tubuh atau bahkan yang lebih buruk yaitu musnah.


Mustofa tidak memperdulikan dengan resiko membahayakan yang dapat terjadi padanya. Saat Mustofa bertransformasi menjadi sosok yang sangat besar, elemen tubuh Mustofa mengalami keretakan saat belum sepenuhnya bertransformasi. Hingga membuat transformasi Mustofa menjadi gagal. Dalam kegagalan tersebut, harus di bayar mahal oleh Mustofa dan kelompoknya. Retakan elemen tubuh Mustofa saat akan melakukan tranformasi menciptakan pecahan kecil yang terpental ke salah satu sahabatnya.


Tidak ada yang menyadari dengan kerusakan segel tubuh dari Elba. Hingga mereka tetap bertarung hanya untuk bertahan dari serangan roh pemangsa bintang yang telah membunuh ratusan kelompok mereka. Benturan demi benturan yang di alami Elba saat menahan serangan dari roh pemangsa bintang, membuat segel yang menyegel tubuh Elba rusak dan hancur. Sehingga kekuatan liar Elba tidak dapat di bendung lagi. Elba meronta dan membanting bandingkan tubuhnya sendiri ke sana kemari.


Dengan terbukanya segel yang di miliki Elba, Segel berada pada Gaba dan Huba juga ikut terbuka. Kini 3 kekuatan liar telah bebas dari tubuh 3 bersaudara. Kekuatan liar tersebut kini menguasai roh 3 sahabat Mustofa yang merupakan 3 bersaudara. Kekuatan yang sangat dasyat saat 3 roh bersaudara telah di kuasai oleh kekuatan liar yang telah tersegel secara turun temurun di keluarga ke tiga roh tersebut.


Ke sembilan kelompok tersisa hanya dapat termenung saat melihat 3 bersaudara dengan kekuatan liar sedang bertarung melawan roh pemangsa bintang. Kekuatan liar yang sangat dasyat, bahkan mereka bertiga kini dapat membalikkan keadaan yang sebelumnya terdesak oleh roh pemangsa bintang. Kini mereka bertiga yang sedang mendesak roh pemangsa bintang.


Serangan bertubi-tubi dari ke tiga bersaudara yang menggunakan kekuatan liar yang berada di tubuhnya. Benar-benar memberikan luka serius pada roh pemangsa bintang. Hingga akhirnya tiga bersaudara dapat mengalahkan roh pemangsa bintang. Kesembilan roh muda yang lain bersorak saat tiga bersaudara dapat mengalahkan roh pemangsa bintang. Kekuatan liar yang kini mengendalikan tiga bersaudara tidak mengenal siapa kawan dan siapa lawan. Mereka menganggap siapa saja adalah musuh bagi mereka bertiga.


Ketiga bersaudara yang sudah mengalahkan roh pemangsa bintang, kini memalingkan pandangannya kepada sumber suara sorakan yang sedang bergembira atas musnahnya roh pemangsa bintang. Bukan pandangan ramah dengan senyum di raut wajah tiga bersaudara, tetapi tatapan tajam dengan haus akan pertarungan yang mereka tunjukkan.


Pandangan tajam dengan aura pemusnah yang sangat tinggi di rasakan oleh ke sembilan roh muda, termasuk Mustofa yang juga berada pada kelompok 9 roh tersisa. Tanpa peringatan, ke tiga bersaudara melesat ke arah ke sembilan kelompoknya sendiri yang kini mulai diam tanpa sorakan saat melihat ke tiga bersaudara memancarkan aura pembunuh. Terbih lagi saat saat pandangan dingin di tujukan kepada Mustofa dan ke delapan roh muda yang bersama Mustofa.


Roh ke tiga bersaudara yang kini di kendalikan oleh kekuatan liar yang sebelumnya tersegel di dalam tubuh. Kini benar-benar menjadi sangat liar dan tidak terkendali. Ketiga bersaudara dengan cepat membunuh ke delapan roh muda tersisa. Kecuali Mustofa yang hanya di pandang secara melekat dan tajam tanpa membunuh Mustofa. Setelah membunuh delapan roh muda tersisa, ke tiga bersaudara melesat pergi meninggalkan Mustofa yang nampak syok karena pandangan dari ketiga roh yang di kendalikan oleh kekuatan liar sedang memandanginya dengan tajam lalu pergi tanpa menyentuh Mustofa.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™