
"Hey kakak, apa yang kamu lakukan disitu, jangan mengacau acaraku ya." Terdengar sang ratu nephi berteriak padaku.
Para penonton tersentak dengan teriakan sang ratu nephi, siapa sangka sang ratu akan memanggil seseorang dengan sebutan kakak.
"Jadi dia memang kakaknya, tapi kenapa loli?" Beberapa orang masih ada yang belum percaya.
"Oe, dia terlalu besar untuk disebut loli."
"Apaan, cuma oppainya aja yang besar, dia terlihat seperti gadis yang baru saja menstruasi."
"Tapi dari pada itu, saudari ratu memang imut."
Aku memperhatikan para pemain, mereka semua berbisik tentangku, aku sedikit kesal karena bukanya memuji, tapi berdebat, a bukan berarti aku ingin dipuji oke.
"Hey, apa yang kamu lakukan tanpa izinku, kamu bilang aku mengacau ?" Aku melontarkanya pada ratu nephi.
Orang lain yang melihatnya hanya bingung.
"Maa, nanti aku jelaskan, lebih baik kamu kesini dan menonton saja."
Karena ratu nephi munkin sudah tau identitasku, aku tidak ambil repot, memang lebih baik aku tidak mengikuti turnamen, masalah kolam darah siapa yang berani menghalangiku untuk masuk kesana.
Aku menoleh ke nana, "Nana, bagaimana denganmu nyaa? aku mundur dari turnamen."
"Mmm aku ikut nyaa, karena kita adalah sahabat." Angguk nana.
"Tentu, kita adalah sahabat."
Aku menggendong nana, "Eh." kaget nana, kemudian membawanya melompat menuju tempat VIP, tempat ratu nephi berada.
"Kyaaaa." Terkaget nana ketika tiba-tiba dibawa terbang.
"Wooo, ternyata saudari ratu sangat kuat, memang beliau seperti dewi loli."
Sesampainya di tempat nephi berada, nephi menyambutku dengan jinjit dan sedikit mengangkat rok panjangnya, salam ala ala bangsawan.
"Selamat datang, ettooo kakak." Nephi terlihat canggung ketika mengatakanya.
"Mmm." Anggukku.
"Se senang bertemu de dengan anda ratu nephi." Nana di sebelahku terlihat gugup ketika menyapanya.
"Santai saja nyaa, kamu teman kakakku kan, padahal kamu biasa saja berada di sisi kakakku nyaa, jadi jangan gugup didepanku." Ucap nephi pada nana.
'Bagaimana aku bisa gugup, kan lilias cuma pembohong.' Batin nana.
"Baiklah kita tonton pertandingan ini." Ucap ratu nephi.
Setelah itu, turnamen kembali dilaksanakan tanpa memperdulikan kami, kami melihat banyak orang baku hantam dalam satu arena.
"Membosankan." Aku menyangga dagu sambil duduk di sebelah nephi.
***
Waktu berjalan, hingga pertandingan selesai dan menyisakan satu orang pemenang, sang pemenang di bawa oleh petugas ke ruang khusus, sedangkan aku dan nana mengikuti nephi ke taman istana.
Kami bertiga sampai di sebuah taman, dan tanpa ditemani pembantu maupun yang lainya, kami duduk di salah satu paviliun taman.
"Apakan dia boleh ikut juga, eee kakak?" Ucap ratu sedikit malu.
"Eeh nana? Mmm gak papa, lagian dia temanku." Ucapku.
Nana hanya duduk bengong melihat kami.
Tiba tiba ratu nephi melakukan salam ala bangsawan lagi kepadaku.
"Sekali lagi senang bertemu dengan anda dewi lilias." Ucap nephi.
Nana terkaget mendengar ucapan ratu, "Apa dewi lilias?"
"Mmm." Anggukku.
"Eeeehh." Lanjut nana.
Akhirnya kami menceritakan identitasku dan juga nephi sendiri, nephi yang merupakan trasmigrator dan menjadi anak dari raja beastmen sebelumnya, yang kemudian mewarisi posisi sebagai ratu, nephi mengetahui identitas lilias yang merupakan penguasa plenet ini (belum nemu nama cocok).
"Siapa sangka, anda berpura-pura menjadi sylphie kakakku."
Nana kembali terkejut dengan informasi yang baru didapatnya, kemudian nana juga menceritakan identitasnya pula yang juga merupakan trasmigrator, tidak lupa nana menuntutku untuk memulangkanya ke dunia asal nana.
"Maaf nana, untuk sekarang aku belum bisa, karena kekuatanku masih belum bisa digunakan, aku harus mengembalikan kekuatanku terlebih dahulu, yaitu dengan berkultivasi di kolam darah." Jelasku padanya.
"Jadi itu yang sebenarnya kamu inginkan."
"Jadi, kenapa kamu membuat kolam darahku sebagai hadiah turnamen?" Tanyaku pada nephi.
"MMM jadi begitu."
"Jadi nona lilias, kapan anda akan memasuki kolam itu?" Tanya nephi.
"Sekarang juga, aku akan berkultivasi munkin sekitar tiga bulan."
Setelah banyak percakapan, kami menemukan kesepakatan, aku menuju kolam darah dan ditemani oleh nephi, sedangkan nana di izinkan memasuki kolam yang palsu, namun nana pulang dulu untuk mengabari keluarganya.
Aku berpamitan dengan orang di sekitarku.
"Baiklah, aku masuk dulu, jangan sampai ada yang menggangguku." Ucapku.
"Baik nona lilias, sampai jumpa tiga bulan lagi." Nephi menundukkan kepalanya kemudian meninggalkanku.
Aku memasuki istana kecil tempat kolam berada, di luar nephi sudah menyuruh beberapa orang untuk menjagaku membuatku tenang.
Sampai didalam, aku segera memasuki kolam darah, duduk nyaman, memejamkan mata dan mulailah aku menyerap energi di kolam.
.
.
.
***
Di dalam sebuah guild, terlihat seorang berambut merah yang membawa katana menghadap resepsionis.
"Ini, misiku beres." Dia menyerahkan hasil buruanya yang berupa jenis monster besar berwarna merah yang bertanduk.
"Wah hebat sekali, tidak diragukan lagi nona akira yang merupakan petualang rank s." Kagum sang resepsionis pada gadis rambut merah.
Yea, sekarang akira menjadi terkenal dan disegani karena kekuatanya dan kecantikanya, dia sekarang menjadi petualang rank S termuda.
Berita tentang akira yang bertarung bersama lilias menyebar, dari yang semulanya ditakuti kini dikagumi, karena orang lain mengetahui bahwa sambac adalah pihak yang bersalah, sehingga tidak ada yang berani memprofokasi orang dipihak lilias.
Apalagi lilias dan akira hanya menghancurkan istana dan isinya, bukan pemukiman penduduk, sehingga tidak ada tuntutan pelanggaran HAM.
"Hehe, bisa aja kamu, btw ada kabar terbaru dari yuli apa tidak." Ucapnya, ya dia akira.
"Iya ada, yuli menyuruhku memberitahumu, saat tiga hari yang lalu ketika kamu pergi untuk misi, dia habis lahiran." Ucap resepsionis.
"Wah benarkah, aku harus segera kesana, aku ingin melihat bayinya yuli." Ucap akira dengan penuh antusias.
Setelah selesai urusanya dengan misi di guild, akira pergi dan hendak menuju rumah yuli, namun sebelum itu akira membeli beberapa hadiah selamat untuk yuli dan bayinya.
Akira berjalan menuju kediaman yuli yang sangat akrab baginya.
Setelah lilias meninggalkanya, akira sering kali merenung sendirian, ia merasa sangat kesepian, apalagi mengingat kedua orang tuanya yang dibunuh didepan matanya, akira hanya bisa menangis.
Dan ketika akira dilanda kesedihan, hanya yuli lah yang menjadi penghibur, sejak saat itu akira menjadi sangat dekat dengan yuli, sekarang yuli sudah seperti kakaknya sendiri, apalagi penampilan yuli yang terlihat mirip lilias, membuat akira semakin tenang.
Oh kadang akira juga menemui taiga yang menyibukkan diri di akademi.
Setiap pulang dari misi, akira langsung menuju rumah yuli untuk menemuinya, kadang juga menginap di rumah yuli.
"Tok tok tok Kak yuli." Akira mengetuk pintu rumah yuli.
"Masuk." Ucap dari dalam.
Akira masuk ke rumah.
"Selamat datang akira." Ucap yuli.
Akira tersenyum lebar melihat yuli yang dengan bahagianya sedang membopong bayi.
Akira mendekati mereka, akira melihat bayi itu terlihat diam tanpa suara sambil menatapnya.
"Waah lucunyaa." Akira tersenyum melihat bayi itu.
"Oeeee oeee oeee." Tiba-tiba bayi itu yang tadinya diam mematung menangis keras, bayi itu mengangkat kedua tanganya seperti ingin memeluk akira.
.
.
.
Bersambung....
Alur dan pembahasan aku percepat guys, biar cepet tamat, aku dah bosen sama cerita ini, ahaha.