Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut

Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut
Chapter 48 Masa lalu.


Hari pagi, seperti biasa para murid duduk di kelas menunggu datangnya guru setelah bel berbunyi, tak lupa dengan seorang cowok yang duduk di belakang, ia sedang membolak balikkan buku berjudul reinkarnasi sang Roger samudra.


Ia membaca tanpa memperdulikan orang lain, sampai guru pun tiba di kelas.


"Guru guru ada guru." Beberapa anak di kelas yang heboh menghentikan mainnya.


"Selamat pagi anakku, hari ini kita kedatangan murid baru......silahkan kamu perkenalkan diri." Guru yang masuk membawa murid baru.


"Woow dia sangat tampan." Beberapa murid cewek yang berbicara di kelas.


Sedangkan si anak wibu ini masih sibuk dengan buku novel yang ia baca.


"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Taiga.........." Ia melanjutkan sampai perkenalan selesai.


"Taigaaaa selamat datang." Murid cewek yang heboh.


Setelah taiga selesai perkenalannya, ia di beri tempat duduk di belakang yang masih kosong, ia berjalan menuju belakang, dan saat di depan anak yang membaca novel, ia menyapa.


"Aji, sibuk ya." Ucap taiga.


Si pembaca novel yang tak lain adalah aji, ia menoleh.


"Eh, taiga, kamu balik kesini lagi." Ucap aji.


"Yea, nanti setelah sekolah kita bicara." Taiga duduk di kursinya.


"Yea." Aji kembali dengan novelnya.


.


.


.


Sekolah pun berakhir, para murid pulang kerumah masing masing, kecuali yang masih bermain.


"Oy taiga, tak kusangka kamu akan pindah ke kota ini lagi." Ucap aji.


"Iya oy, dulu kan aku ikut orang tua karena pekerjaanya, kita ketemu lagi ya setelah lima tahun tidak ketemu." Ucap taiga.


"Iya, sekarang sudah kelas 10 ae, ke rumahku yok, kita main game kaya dulu." Ajak aji.


"Oke, bentar ya, aku mau telfon pacarku dulu." Taiga membuka handphone dan menelfon orang yang ia tuju.


"Eh kamu punya pacar, apa dia nanti gak ngambek."


"Hmm, kamu pasti kebanyakan baca novel ya ji, lebih baik kamu juga cari pacar, biar lain kali bisa kencan ganda."


"Aku gak butuh gituan."


Setelah taiga mengabari pacarnya, kedua orang ini pulang menuju rumah aji, sesuai rencana mereka akan bermain game nostalgia bagi mereka.


.


.


Di lain waktu, ketika jam ekstra wajib.


"Ji kamu masih berlatih bela diri kan."


"Ia oyy, tapi aku males."


"Duk ,tak." Tiba-tiba taiga menendang aji, tapi sebelum mengenainya aji membelokkan tendangan taiga dengan tangan.


"Woy ngapain kamu."


"Masih jago ya ternyata."


.


.


Di lain waktu ketika liburan.


"Ji main ke rumahku kuyy."


"Emang kamu gak main sama pacarmu."


"Pacarku juga ada di sini, dan juga teman lama kita juga ada, banyak orang lah."


"Oo oke, on the way."


Dan akhirnya mereka bermain di rumah taiga, dan aji juga kenal sama pacar taiga.


Dan banyak waktu libur mereka gunakan untuk bermain, selain teman masa kecil, taiga dan aji juga teman di kehidupan SMAnya


.


.


Di lain waktu ketika masuk waktu ujian.


"Oy taiga, Mabar skuy, login."


"Gak lah, aku mau belajar untuk ujian."


"Yaudah sono belajar Bae."


Dan begitulah terakhir mereka kontak, karena beberapa hari setelah kejadian itu, aji yang orangnya pemalas sedang keluar rumah, ia jalan-jalan tetapi tertabrak truk dan meninggal.


Dan setelah ia meninggal, ia terlahir kembali dengan ingatan yang masih ada dari kehidupan dulu.


***


"Dan si orang yang meninggal itu adalah aku." Aku menceritakan banyak tentang kehidupan lama kepada Akira.


"Eeeh, jadi kamu si laki-laki pemalas itu." Tanggap Akira.


"Kenapa cuma itu yang kamu ingat, tapi apa kamu percaya dengan ceritaku." Ucapku.


"Percaya, karena kamu sering mengeluarkan barang-barang aneh, yang tidak ada di dunia ini, tapi kamu dulu laki-laki ya." Akira menyipitkan matanya menatapku.


"Kamu jangan khawatir, sekarang aku juga perempuan kok, jadi aku tidak punya keinginan melakukan hal aneh denganmu." Jelasku.


"Justru itu, sekarang kamu kan perempuan, munkin pertemananmu dengan taiga berubah menjadi cinta." Akira menutup mulutnya dengan tangan.


"A, apa apaan itu, mana mungkin bodoh, tidak munkin aku men men mencintainya." Aku sedikit susah mengucapkannya, munkin lidahku kaku.


"Kamu masih kecil, dari mana kamu belajar cinta ha, imoutoku nakal sekali." Aku membekap Akira dengan keras, mengunci tubuhnya hingga dia tidak bisa bergerak.


"Sakit, onee-chan, sakiit." Akira tak berdaya, aku cukup puas melihatnya kesakitan.


"Dahlah aku mau tidur." Aku melepaskan Akira, kemudian berbaring dan diikuti Akira.


Kami berbaring dengan mata terbuka menatap langit-langit kamar


"Jadi boleh, paman buatku." Akira menatap langit-langit kamar.


"Hmm."


Karena hari sudah malam, kami diam berbaring untuk tidur.


Rumah sudah sangat gelap, kamar hanya disinari lampu kecil, dan sudah sangat sepi karena dua gadis ini sudah berbaring cukup lama.


.


.


'Hmm, susah sekali untuk tidur.' Aku yang sudah lama masih tersadar.


Aku yang biasanya sudah tertidur sekarang hanya merasakan mata berat, mata memang susah dibuka, tapi pikiranku masih susah istirahat.


.


.


"tik"


.


.


"tok."


.


.


"tik."


.


.


"Lilias?" Ucap dia di sebelah mengejutkanku.


Aku menoleh ke samping, bukan Akira yang berada di sebelahku, namun taiga yang juga berbaring.


"Ta ta taiga, kenapa kamu ada di sini." Aku yang terkejut melihat taiga disampingku, sontak aku duduk.


"Kenapa kamu bertanya." Taiga mendekatkan dirinya padaku.


"Taiga?"


Taiga menangkapku, dia membaringkanku ke kasur kembali, "Aku sangat mencintaimu." Taiga mendekatkan wajahnya padaku.


"Ada apa denganmu taiga."


'Tubuhku tidak bisa kugerakkan.'


Wajah kami saling menatap, wajahnya sangat dekat denganku.


"Mhh." Bibir kami bertemu, aku tidak bisa menghindarinya.


"Taiga, apa yang kamu laku......"


Taiga tidak berhenti dengan aksinya, dia terus bermain dengan lidahnya, dia memutari lidahku dengan lidahnya.


Setelah cukup lama bermain lidah, tanganya juga ikut beraksi.


*..SKIP ECHI..scene ini udah dipotong oleh autor..*


'Apa ini, aku tidak bisa menolaknya.'


"Haah haah." Taiga terus bermain tanpa memperdulikanku yang nafasnya semakin tidak karuan.


Taiga bermain cukup lama, kemudian ia melepaskan semua tanganya dariku.


"Aku masukkan ya." Ucap taiga menghadapku.


"Tun....." Aku ingin segera menolaknya, namun terlambat sudah.


"Aa....."


"Aaaaaaaa!!!!!!!!" Seketika aku duduk sambil berteriak.


"Lilias??"


Aku melihat sekeliling, ruangan sudah mulai terang, di luar juga sudah mulai terang, aku menoleh ke samping dan melihat Akira yang terbangun karena terkejut.


"Haah haah."


"Lilias ? yang benar saja dong kalau bangunin orang tidur, masa sampai berteriak." Ucap Akira kesal di sampingku.


'Apaan tadi, sangat mengerikan, bahkan aku tidak menolak, gara-gara Akira berkata aneh-aneh, aku jadi bermipi buruk.'


"Huuh." Aku mengambil nafas panjang.


"Ayo bangun, sudah pagi."


yeah, aku kembali ke realita.


.


.


.


.


.


Bersambung.......