Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut

Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut
Chapter 18 Hukuman.


POV Taiga.


Dunia ini tidak begitu damai seperti di bumi, namun jika membandingkannya, hidupku disini lebih makmur, membuatku tidak begitu mempermasalahkan apa yang ada.


Hanya saja sebagai seorang pahlawan, aku dituntut untuk menjadi kuat, agar bisa melindungi kerajaan dari bahaya yang berskala nasional.


Tidak seperti di novel yang biasanya di baca aji, disini tidak ada sistem untuk seorang pahlawan sepertiku, hanya ada alat pengukur level yang diperlukan guild untuk pendaftaran.


Rank D Sekitar level 1-15, rank C 15-30, rank B 30-45, rank A 45-60, rank S 60-75, rank legenda 75 keatas, untuk rank legenda hanya ada sedikit di dunia ini yang mencapainya, terkuat di dunia ini saja dikabarkan belum mencapai level 90.


dari situ aku mengetahui kalau kekuatanku sekarang setara petualang rank A, sebentar lagi setara rank S.


Aku setiap Minggu pergi ke dungeon untuk mengasah kemampuanku, hari ini tak kusangka akan bertemu musuh yang dulu pernah kulawan, pulang nanti aku harus melapor pada raja.


Bwetarung dengannya mengingatkanku ketika di bumi, ketika berlatih bela diri aku termasuk orang yang sangat tekun, hanya beberapa orang yang sanggup melawanku, munkin jika saat itu aji serius berlatih, dia seharusnya bisa menang melawanku.


'Aji, munkin jika aku menceritakannya, kamu takkan percaya kalau sebenarnya dunia fantasi itu ada, aku mengalaminya sendiri disummon sebagai pahlawan.' Gumamku.


"Ayo kita lanjutkan perburuan kita." Ajakku kepada kesatria pengikutku.


"Baik tuan taiga." Jawab kesatria pengikut.


Aku menggunakan pedang besar beraura emas untuk mengalahkan musuhku, karena monster yang kulawan cukup kuat, kami sekarang munkin berada di lantai 50 lebih.


Monster disini setara rank A, jadi pengikutku bekerja sama untuk melawanya, kecuali aku yang membutuhkan pengalaman bertempur.


Semakin banyak pengalaman, maka semakin tinggi rankku, aku harus kuat agar tidak ada manusia yang teraniaya.


Di depanku terdapat monster seperti banteng, tetapi membawa palu besar, dengan skill bela diriku aku bisa bergerak cepat, dan tebasanku kuat, aku mengayunkan pedang ke arahnya, membuat banteng itu mundur beberapa langkah.


"Gwaaa." Teriak monster.


Monster mengayunkan kapaknya ke arahku dengan kuat, aku melihat celahnya dan mengincar tangan miliknya, karena ayunanya kuat, dia sulit menghindari pedangku.


"Bug."


Tangan dan palunya jatuh, aku kembali mengincar tubuhnya, tapi tangan satunya menghalangi.


"Bug." tangan satunya ikut jatuh.


Monster itu menghentakkan kakinya, dia dengan cepat menendang ke arahku, aku menangkisnya.


"Bug." Kaki satunya jatuh.


Monster ini sedikit bodoh karena melawan pedang dengan kulitnya, apalagi pedangku dilapisi aura jadinya lebih tajam.


Monster kembali marah, dia berteriak ke arahku.


"Cring." aku memotong lidahnya.


Sebentar lagi monster ini jadi sate, monster besar sedikit susah untuk menebasnya secara langsung, tapi ketika dia sudah susah bergerak aku dengan mudahnya mengalahkanya.


Sebagai orang yang habis tidur, aku sangat kebingungan ketika di paksa untuk bangun, apalagi ketempat yang kulihat tidak biasa.


'Ada apa ini, kemana pakaianku.'


Aku melihat sekeliling, itu seperti ruangan tempat shooting film pink, berbagai mainan dewasa terpampang didepanku, apalagi aku yang terikat dengan tambang ini.


[Hukuman akan dimulai]


"A apa!!" Aku mengingat sebuah misi yang gagal kuselesaikan.


"Apa ini hukuman, oyy sistem,kau sangat kejam terhadap gadis berumur 10 tahun untuk menerima ini." Teriakku di ruang hukuman.


*** (...SKIP...schene ini udah ku hapus, aku ingat nih novel gada genre henta / bds, jadi loncat langsung selesai hukuman aja.)***


'Ini sangat menyiksa, Tidak munkin ada yang bisa terbiasa dengan ini, aku tidak mau jadi M.' Batinku yang tidak kuat berbicara.


Hukuman berlangsung lama, entah berapa kali air mancur bersemangat.


[Hukuman telah selesai]


Aku mendengar suara samar, itu seperti kemenangan, meskipun tubuhku sudah tidak bisa kugerakkan.


Datang slime lain yang membawa handuk, dia mengelap tubuhku yang telah basah kuyup.


***


Aku tiba tiba tersadar sudah berpakaian kembali di bawah selimut, terlihat di sebelahku mama yang masih tertidur, sepertinya tadi waktu di dunia ini berhenti sejenak.


Meskipun begitu, tubuhku masih berkeringat deras, dan daerah sensitifku masih berkedut keras.


'Sepertinya aku telah kembali.'


[Misi diulang kembali, membunuh bos lantai 1 dungeon cebretan, batas waktu 7 hari]


'Hah, lebih baik aku istirahat, aku sangat tidak bertenaga untuk berpikir.'


.


.


.


.


.


Bersambung......