
Kembali ke tempat pertempuran, di depan mansion yang kini tinggal puing-puingnya.
Para pahlawan kini mengepung seseorang dengan mudahnya, pahlawan menggunakan rantai suci yang membuat musuhnya kesusahan, di situlah cahaya merah menyorot dengan terangnya.
Cahaya merah yang tadinya bersinar, kini perlahan redup dan terlihat di sana seekor naga yang belum terlalu besar, tingginya sekitar tiga meter dan panjangnya enam meter dan sayapnya baru tiga meter.
Naga itu masih terikat dengan rantai suci, dan masih terus berontak dengan susahnya.
"Woy, dia ternyata sekor naga, aku tidak menyangka ada makhluk legenda di sini." Teriak beberapa kesatria.
"Graa!!" Naga terus mengamuk.
"Sepertinya naga itu tidak bisa lepas dari rantai." Lanjut kesatria yang menonton.
.
.
Di sisi lain, orang-orang di sana tidak menyadari suatu yang membagongkan, terdapat satu mayat seorang gadis yang kepalanya terpotong, kepala itu memiliki rambut perak yang sudah berantakan.
Tiba-tiba darah yang mengalir dari tubuh itu bergetar, darah mengalir menghubungkan antara badan dan kepala yang terpisah, darah dengan sendirinya menarik kepala, dengan perlahan kepala mulai menuju ke badan, dan akhirnya kepala kembali terpasang di badan sebelumnya.
Setelah kepala menyatu, tubuh itu bersinar putih.
"He lihat itu, ada apa dengan mayat iblisnya." Para kesatria yang melihatnya terkejut.
Tubuh yang bersinar perlahan menggerakkan badanya, dia berdiri dengan mudah seperti tidak ada masalah, kemudian membuka mata, dan memperlihatkan matanya yang merah mencorong.
"Kenapa dia masih bisa bangkit, padahal kepalanya sudah terpisah." Semua orang, tidak terkecuali pahlawan terkejut melihatnya membuka mata.
"Dan, perasaan ini, dia menjadi lebih kuat." Pahlawan merasakan aura yang pekat dari tubuh gadis yang bersinar putih.
Gadis....eghm, gadis baik ini setelah tersiksa, akhirnya kembali bangkit, meskipun pakaiannya sudah sobek-sobek, namun itu hanya membuatnya lebih menarik, siapakah gadis yang sinarnya bahkan membuat malu sang naga, ya itu aku, Lilias.
"Hm, aku bangkit kembali, tapi aku masih belum terbiasa dengan penyatuan dari dua versi Lilias." Ucapku sambil memeriksa tubuh.
"Lilias? dia masih hidup." Taiga yang sedang berjuang, membuat wajah gembira setelah melihat kebangkitanku dari kejauhan.
Setelah memeriksa tubuh, aku merasa prihatin dengan bajuku yang sobek-sobek, setelah itu aku memeriksa keadaan sekitar, menoleh kanan kiriku.
Di sebelah kanan, terlihat beberapa manusia yang sedang mengepung seekor naga merah, namun mata mereka tertuju padaku dengan wajah terkejutnya.
Kemudian aku menoleh ke kiri, terlihat mansion yang dulunya berdiri gagah, kini tinggal puing-puingnya, dan di atasnya terlihat dua pasang manusia yang tanpa kepala.
"Mama."
"Ayah."
'Meskipun baru beberapa tahun, tapi dia adalah mamaku di kehidupan ini, banyak kenangan yang kami buat.'
"Aku pasti akan membalas perbuatan mereka." Ucapku dengan penuh kemarahan.
"Cough!! ughuk-ughuk" Tiba-tiba aku memuntahkan banyak darah dari mulut, perlahan dagingku seperti mau meleleh, dan cahaya putih yang keluar dari tubuhku perlahan redup.
"Sial, tubuhku belum cukup kuat untuk menampung kekuatan, padahal ini belum semua."
Tubuhku terasa sakit, dagingku terasa tercabik-cabik.
"Ah iya, kan sedikit lagi aku mencapai immortal."
Aku kembali menatap para kesatria dengan tajam, para kesatria yang melihatku semuanya gemetar, dan keluar keringat dingin darinya.
Terlihat banyak darah yang keluar dari tubuhku, dengan kemampuan pengendalian, aku menjadikan darahku menjadi banyak paku yang berterbangan, kemudian membuatnya terbang dengan cepat hingga menembus tubuh para kesatria.
"Jleb jleb jleb."
"Haaa!! tolong!" Teriak para kesatria.
"Hahaha!! matilah, manusia bodoh!" Teriakku yang wajahnya gelap dengan gembira.
Dari sekitar delapan puluhan kesatria yang tersisa, aku dapat membunuh setidaknya tiga puluh dari mereka, karena kebanyakan dari mereka masih bisa melawan.
[Level up to 99] [Poin + 5000]
"Oke, satu lagi."
Darahku yang masuk ke tubuh para kesatria, akan bercampur dengan darah mereka, sehingga aku bisa mengendalikan darah mereka.
Dari luka yang tadi kubuat di tubuh mereka, aku mengendalikan darah mereka, dan memeras semua darah keluar dari tubuhnya, hingga para kesatria yang terkena kehabisan darah dan kekeringan.
Orang lain yang melihatnya hanya melongo sambil gemetar.
Darah para kesatria yang kukendalikan beterbangan di udara, kemudian aku mengumpulkannya menjadi satu, menjadi bola darah berdiameter dua meter.
Kumpulan darah yang besar perlahan mengecil, semakin kecil, dan kupadatkan menjadi sebuah pil darah.
"Mari kita coba, rasa pil yang terbuat dari darah tiga puluh kesatria."
Setelah menjadi pil, aku menangkapnya, dan memakanya.
"Glek." Aku menelan pil darah.
"Monster, dia memang monster." Ucap para kesatria yang melihatku, namun kaki mereka yang kaku sulit digerakkan.
"Giliran kalian untuk mati." Aku dengan suara dalam.
Aku mengeluarkan sabit besar kesayangan, dengan kemampuan andalan, aku bergerak cepat menebas leher para kesatria, satu demi satu kepala berjatuhan, hingga mencapai puluhan.
'aku harus cepat-cepat menaikkan sampai level 100 sebelum tubuhku meleleh.'
"Kalian bunuh dia, biar aku yang menjaga naga ini." Ucap pahlawan pengguna rantai.
"Ayo." Angguk mereka.
"Ah iya, kan ada yang lebih kuat." Aku ketika mendengar ucapan para pahlawan.
Aku melihat para pahlawan menuju arahku dengan cepat, namun aku tidak mau kalah, aku menuangkan banyak energi kegelapan yang bercampur darah ke sabit kesayangan.
"Awas, bentuk pertahanan." Teriak beberapa pahlawan, seketika mereka langsung membuat barier.
"Haha, bodoh." Aku sambil mengangkat sabit.
Tidak seperti sebelumnya, kini aku memiliki energi yang lebih dahsyat, bahkan tubuhku hampir hancur dibuatnya.
Sabit kesayangan kuayunkan kearah para pahlawan dengan cepat.
"Whuss............... dwuuar!!!"
Dentuman keras dari sabitku dapat memembuat tebing curam setinggi 15 meter dan panjang 50 meter.
Semua yang ada di bawah jangkau serangan tiada yang masih hidup, kecuali pahlawan yang memiliki skill kebajikan yang dapat menukar MP menjadi HP ketika HP mereka habis.
[Level up to 100] [Poin + 5000]
'Woo, akhirnya naik juga setelah lama penantian.' Batinku.
[Misi utama tercapai, selamat anda mendapat Hadian berupa paket kostum Hu Tao dari gensin impact]
[Level tercapai, memulai proses evolusi menjadi immortal vampir]
"Hohoo, meskipun selama ini sebagian dari diriku menjadi pengisi suara sistem, tapi ketika mendengar notifikasi rasanya seneng juga." Ucapku dengan mata berbinar.
Setelah notifikasi sistem terakhir, tiba-tiba tubuhku kembali bersinar terang.
[Proses 1 %]
[Proses 3 %]
[Proses 7 %]
[Proses 11 %]
[Proses 33 %]
[Proses 70 %]
[Proses 100 %, proses selesai, anda telah berevolusi menjadi immortal vampir]
Tubuh yang tadinya seperti akan meleleh, kini terlihat membaik, dan perasaan sakit yang seperti tercabik-cabik, kini menghilang.
'Yeah, menjadi immortal akan membuat tubuhku bisa menahan kekuatan dewa, meskipun munkin nanti akan ada efeknya.'
.
.
.
.
.
Bersambung......