
Kini terlihat seorang wanita dewasa membantu seorang gadis yang berjalan sempoyongan, ya itu aku yang sempoyongan.
Merasa kurang darah, badanku mulai gelisah menginginkan darah tambahan.
Aku dibantu oleh mama untuk pergi ke kamar, entah apa yang akan dia lakukan aku tidak tau, sebelum kami sampai di kamar, datang seorang pria menatap heran.
"Sri, kenapa dengan Lilias." Ucap pria itu, paman sandi.
"Aah kamu sudah selesai mandi, dia tidak kenapa-napa kok, pas sekali." Ucap mama.
"Lilias, kamu ke kamar mandi saja ya, tunggulah mama." Lanjut mama membawaku ke kamar mandi.
Aku cuma mengikuti apa yang dia katakan tanpa tau apapun, kenapa orang sakit di bawa ke kamar mandi, aku kini berada di kamar mandi menunggu mama untuk datang kembali.
'Tapi apa ini, aku merasa bagian bawahku ngompol.' Ucapku batinku penasaran
Aku ingin melihat bagian bawahku, tapi sebelum aku melihatnya, mama sudah dulu kembali menghampiriku, dia membawa barang yang tidak asing bagiku, aku sedikit tau apa yang terjadi.
"Hihi, anak mama sudah tumbuh ya." Ucap mama senyum senyum.
"Eh ma, aku vampir lho, vampir juga menstruasi." Ucapku heran.
"Yaaa, mana kutahu, yang penting mama seneng." Ucapnya dengan tangan mengarah ke atas.
"Ni pakailah." Lanjut mama memberikan barang seperti kain bundar tebal.
"Eeeeh, bagaimana memakainya, ini kan pertama kaliku."
"Ah iya, ya mama lupa."
Aku mengikuti instruksi mamaku, pertama aku membasuh darah yang sudah mengalir di pahaku, kemudian menempelkan kain pembalut di atas pakaian dalamku, dan memakainya kembali.
'Mmmm rasanya aneh.' Benakku berpikir.
"Itu punya mama, jadi besok kamu beli sendiri bisa kan, terus minumlah obat penambah darah supaya tidak lemas." Ucapnya.
"Obat kah, aku cuma mau minum darah ma, besok aku mau beli darah jika ada."
"Eeeeeeh." Kaget mama.
Setelah berbincang bincang, kami keluar dari kamar mandi, dan aku menuju kamar untuk istirahat, lagian hari sudah petang.
.
.
.
Aku mengingat ada obat penambah darah di ruang penyimpanan, mengotak atiknya dan menemukan sebuah pil yang kucari, dan aku langsung memakan banyak sekaligus.
'Ini lumayan menunda gelisah tubuhku, tapi aku masih tetap membutuhkan darah.' Batinku.
'E sistem.'
'Ayy master.'
'Karena vampir menstruasi, berarti bisa hamil juga ya.' Tanyaku memastikan.
'Iya master, vampir juga makhluk mamalia, buktinya master punya gunungan di dada, jadi selain menggigit ras lain master juga bisa berkembang biak sendiri, itulah gunanya tercipta pria dan wanita.'
'Aah i itu.'
Belum siap bagiku untuk memikirkan perut buncit, sebagai anak kecil aku cuma akan hidup sesuka hati terlebih dahulu.
'Lebih baik aku tidur, perasaan ini sangat tidak nyaman.'
.
.
.
Hari berganti, menyambut pagi dengan kesal di wajah, karena tidurku tidak nyenyak, aku bangun lebih dulu daripada mamaku.
Hari ini aku berencana untuk pergi ke kota, untuk membeli pembalut dan kantong darah jika ada, sambil menunggu yang lain bangun, aku cuma duduk nesu di ruang makan.
Tidak ada yang istimewa di pagi hari, hanya bangun, sarapan, bersiap dan pergi untuk urusan masing masing.
Kali ini aku berangkat ke kota bersama mamaku, karena kami akan pergi ke pasar, sedangkan Akira pergi ke guild.
Jarang jarang pergi bersama, karena aku terlalu sering tiduran di rumah ketika yang lain pergi, bahkan Akira yang serius dalam misinya, kami berjalan santai dan sampai di depan toko mama cukup lama.
"Pergilah ke toko pakaian khusus wanita, Kamu sendiri bisa kan, mama mau membuka toko." Ucap mama ketika di depan toko.
"Iya ma, aku sekalian jalan jalan." Anggukku.
Setelah kami berpisah, aku berencana pergi ke apotek atau rumah sakit terlebih dahulu untuk membeli darah, aku khawatir jika nanti tiba-tiba aku akan menggila.
Hari mulai siang, dan manusia semakin banyak yang berdatangan meramaikan suasana pasar, banyak manusia terutama pria yang berjalan tidak fokus karena apa yang mereka lihat.
Di pasar ini banyak sekali bermacam toko di pinggir jalan, karena aku belum mengetahui tempat yang kutuju, jadi aku berkeliling mencari tempat sambil jalan jalan.
'Tapi, pandangan para pria mesum ini, membuatku risih.' Batinku ketika merasakan tatapan dari banyak pria.
'Setiap aku berpapasan dengan seorang pria, aku merasa ingin sekali menonjoknya, apa ini rasanya menjadi betina.' Pikirku mengingat jiwa yang telah 100%.
'Aah sial, jika aku banyak gerak pasti banyak masalah, apalagi sesuatu dibawahku sangat mengganjal.'
Berjalan terus sambil menahan emosi, akhirnya aku sampai pada tempat yang ku tuju yaitu rumah sakit, baru kali ini aku membutuhkan rumah sakit.
Tanpa pikir panjang aku masuk juga, tanpa swap, tanpa uji skill, aku cuma mengatakan tujuan kedatanganku kepada petugas yang di sana.
Sangat mudah, dia menuntunku untuk pendaftaran, dan mengambil keperluanku, kemudian membayarnya di kasir.
Melalui banyak misi yang telah kujalani, sekarang aku cukup kaya untuk membeli 10 kantung darah dengan harga 10 emas, membeli berlebih hanya akan membuat kecurigaan.
Setelah selesai membelinya, aku pergi ke gang sempit terlebih dahulu, melihat kanan kiri, mengetahui tidak ada orang, dengan skill dimensiku, aku membuka sebuah portal bundar di depan, aku memasukinya, seketika aku berada ke rumah.
"Aaah, ini dia." Ucapku melihat kantong darah yang kubawa.
Aku menuangkan darah ke cangkir kesayangan, terlihat sangat menggoda, bagai meminum jus, aku meminumnya hingga habis 5 kantong awal, dan menyimpan lainya.
Selesai minum minum, aku kembali lagi ketempat tadi aku menghilang dengan apa yang tadi kulakukan.
'Ini sedikit nyaman.' Pasang senyum di wajah.
Melanjutkan pencarianku, aku berjalan jalan menelusuri kota kembali, dan berjalan di tengah keramaian seperti yang telah kulakukan.
'Sial, mereka selalu menatapku, semua pria memang sama saja.' Batinku dengan kepalan erat di tangan.
Dengan penuh emosi, aku berjalan terus mencari toko khusus pakaian wanita, sampai aku melihat toko berjudul citra.
'Di sini pasti ada.' Pikirku melihat toko berjudul citra.
Aku memasukinya, dan melihat banyak benda-benda yang masih asing bagiku, pakaian di sini sangat bermacam macam, dari pakaian dalam sampai jaket, dari yang bergambar kelinci sampai yang berlubang tengah, alat kecantikan juga banyak, ada juga banyak sofenir.
Dari pada banyak cerita, mending aku berbelanja, karena banyak uang yang belum kupakai, beli pembalut, bahan pakaian, sofenir, pakaian dalam dan banyak lagi,hehe.
.
.
.
3 Jam berlalu.
Melihat semua barang yang ada memang sedikit memakan waktu, setelah selesai berbelanja aku ingin segera pulang.
Barang yang kubawa lumayan banyak, dan kalau dimasukkan ke penyimpanan sistem akan membuat kehebohan, jadi aku pergi ke gang sempit.
"Hey gadis cantik, mau kemana kamu." Ucap tiga orang mengikutiku.
"Mau pulang, kalian pergilah." Ucapku dengan tatapan dingin.
"Eeeeh, kenapa buru buru sekali, sini mainlah sama Abang." Ketiga pria semakin mendekatiku.
"Enyahlah, aku lagi badmood." Sheees.
"Kamu sangat keras kepala, sepertinya kami harus memaksamu ya." Ucapnya denga wajah mesum.
"Hmm, terimakasih telah mendatangkan samsak untukku." Ucapku yang dari pagi menahan emosi.
Aku memasukkan barangku ke penyimpanan sistem, barang terlihat hilang begitu saja membuat ketiga pria itu terkejut sesaat.
"Dok dok bug bug bug." Suara benturan tubuh.
"Mmm, perasaanku semakin membaik, okedah tinggal pulang."
Menggunakan skill dimensi, aku segera pulang ke rumah meninggalkan tiga pria yang tergeletak pingsan di gang sempit.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Awalnya aku bingung, gadis vampir ini menstruasi apa nggk, tpi stelah mngingat cerita Fiktif tntg vampir, trnyata ada juga vampir yg hamil.