
Pagi tiba, aku bangun di dunia ini untuk pertama kalinya tidak melihat sosok ayah di sisiku, bahkan di duniaku dulu aku hidup tanpa seorang ayah.
Ketika aku teringat kejadian kemarin, tanpa sadar aku meneteskan air mata dan aku merasa dadaku sesak.
Hanya ibuku yang kini sedang membelai kepalaku.
"Sudah sudah, Lilias harus kuat, kita sarapan dulu ayo." Ucap mama yang juga mukanya terlihat sedih.
"Umm."
Kami makan pagi dulu, untuk mempersiapkan perjalanan kami, tapi kali ini aku tidak ikut memasak, aku hanya menunggu makananku dengan lesu di atas kursi.
Makan pun terasa sangat hambar, padahal makanan itu terlihat seperti biasanya, entah itu karena suasana, atau karena aku vampir yang telah minum darah, yaa bisa dilihat sekarang, mataku merah, kupingku memanjang, ada taring yang sedikit lebih banjang dari manusia.
Setelah kami bertiga makan tanpa ada pembicaraan bahkan senyuman seperti biasa.
"Baiklah, Lilias Chan, kamu kemasi barang barangmu dulu yang akan dibawa, kereta tidak akan muat jika membawa semua, jadi bawa secukupnya saja ya." Ucap mamaku berenjak dari kursinya.
"Baik ma."
Aku pergi ke kamarku, untuk memilih barang barang yang akan dibawa, aku mengumpulkan semua barang barang kesayanganku.
'Ahh, bagaimana ini, padahal barang barangku banyak yang ingin kubawa.' Batinku melihat tumpukan hartaku.
'Master, kini sistem telah berevolusi, dan memiliki fitur baru, termasuk penyimpanan.' Ucap suara mirip pramugari itu.
'Ehh, benarkah, setelah ku ingat aku belum membuka sistem setelah pertempuran kemarin, baiklah.'
Aku sedikit bahagia mendengar kemajuanku, terlepas apa yang telah terjadi.
'Eh sistem, bagaimana caraku menggunakannya.' Bingungku dibuatnya.
'Cukup sentuh barang yang ingin disimpan dan bayangkan barang itu masuk penyimpanan dengan niat dari hati.'
'O oooh.'
Kemudian aku melakukan seperti petunjuk, dan menyimpan semua barang barang kesayanganku.
"Eee aaa." Aku memiringkan kepala.
Ternyata penyimpanan sistem ini kapasitas tanpa batas, jadi aku berencana memasukkan semua isi rumah tanpa tersisa, bahkan untuk sapu lantai yang aku tidak pernah menggunakannya.
Setelah kamarku kosong, aku pindah ke ruang makan. Ketika aku melakukan pertunjukan itu, paman yang sedang menunggu di ruang makan terkejut.
"Eh Lilias Chan, kemana barang barang tadi, kenapa semua menghilang." Ucapnya keheranan.
"Ah paman, aku menyimpan semuanya di penyimpanan sihirku." Ucapku tanpa menyadari hukum di dunia ini.
"Benarkah, tapi kenapa bisa memuat semua barang barang yang sangat banyak."
'Eh, aku lupa, biasanya item penyimpanan di dunia ini memiliki batas.'
"Aaah, itu, sebenarnya aku punya sihir penyimpanan tanpa menggunakan item, itu murni sihirku, hehe."
"Uuu, baiklah, tapi jangan sampai ada orang lain yang mengetahuinya, karena munkin dapat menyebabkan masalah yang tidak perlu." Ucap paman.
"Mmm, tentu."
Tanpa berlama lama lagi, aku melanjutkan apa yang tadi kulakukan, bahkan aku meminta paman untuk menyingkir dari kursi yang di dudukinya.
Yaa, karena kursi itu juga harus kubawa, Eeeeh apa kalian mengatakan kalau aku serakah, yaa tak tau juga, yang penting aku masih meninggalkan bangunan rumahku, kalao ikut dibawa pun mau taruh dimana, munkin lain kali aku bawa sekalian.
Ketika aku asik melucuti rumah, mamaku telah selesai mengemas barang, ia keluar dari kamarnya dengan kaget.
"Ini dimana, kenapa hanya ruangan kosong." Ucapnya menoleh kanan kiri atas bawah.
"A maa, sekalian ruangan mama aku kosongin yaa."
Tanpa menunggu jawaban aku menuju kamar mamaku, dan memasukkan semua barang yang ada, mama yang melihatnya cuma bisa terdiam melongo.
"Haha, kenapa tidak sekalian rumah kamu bawa, dasar Lilias Chan." Ucapnya tanpa bertanya apapun, munkin dia percaya ini adalah kemampuan langka milikku.
Sasuga mama, percaya sama anaknya.
"Hehe, kalo rumah pun dibawa, nanti kita lupa jalan pulang dong, ah munkin aku juga akan membawa semua barang yang ada di halaman, lagian Akira sangat menyukai bunga." Ucapku dengan polos tanpa dosa menuju ke halaman.
Setelah melucuti semua barang yang ada, sebelum kami melakukan perjalanan, kami menuju makam papaku dulu untuk berpamitan, menjalin kedua tanganku dan berdoa untuk ketenanganya.
Setelah mempersiapkan keretak kuda, aku melambaikan tanganku kepada rumahku yang terlihat sedih.
"Selamat tinggal rumahku, suatu saat aku pasti akan kembali."
Paman dan mamaku yang melihatnya menggelengkan kepala.
"Baiklah, ayo kita berangkat."
"Goo."
Sebagai keluarga pedagang yang terkenal, kami masih memiliki beberapa anak buah yang tersebar di kerajaan.
Karena takut sudah ada perintah pencegahan dari kerajaan, kamu meminta seorang anak buah untuk menyetir, dan kami bertiga menyamar sebagai barang dagang, kami bisa keluar dengan Aman.
.
.
.
Di perjalanan aku menikmati pemandangan hutan dan danau di pinggir jalan, karena kerajaan Sambac dan kerajaan Tanjun tempat paman tinggal terhubung dengan hutan.
Semoga kami bisa nyaman di kerajaan baru.
Sambil merasakan angin silir aku ingin melihat sistem, berharap akan mendapatkan suatu yang berguna.
'E sistem, fitur baru apa yang sekarang sudah ada.'
'Ai, anda telah membuka fitur penyimpanan tanpa batas, ada juga misi utama yang juga menjadi syarat pemicu misi sampingan, anda dapat melihat di kolom quest.' Jawab suara di kepala yang mirip pramugari.
'Quest'.
___________________________________
Quest harian:
1. Berilah menggunakan pedang. Rewd: 20 poin
2. Memasak dengan ibu. Rewd: 20 poin
3. Mandi sendiri. Rewd: 20 poin
4. Berpakaian sendiri. rewd: 20 koin
5. Tidur dengan orang tua. Rewd: 20 koin
Quest sampingan:
-Belum terpicu-
Quest utama:
-Mencapai level 20.
Hadiah :Sabit Gutemala
[Status]. [Quest]. [Shop]. [Inventori].
___________________________________
Ternyata aku sudah ada misi juga, munkin karena aku tidak memperhatika notif jadinya tidak sadar, tapi cuma farming kah, sepertinya mudah.
Dan hadiahnya bukan koin, tapi item dari dunia lain, apa ini ?!, pusaka mirip punyanya Bai ji , waa sistem sangat pengertian.
Baiklah, aku akan mencari Monster untuk ku bunuh.
''Sistem, apa ada skil deteksi.'
Aku membutuhkan skill yang saat ini sangat di perlukan untuk farming, jadi berharap sesuatu dan menanyakannya.
'Ada master, seharga 10k anda bisa membelinya.'
'Ooh, ternyata lumayan murah juga.'
Aku membeli skill deteksi yang sekarang paling ku butuhkan, karena koinku cukup untuk membelinya.
Aku tak sabar ingin segera menaikkan level, segera aku mengaktifkan skill yang baru kudapat.
'Deteksi.'
Kitika aku mengaktifkan deteksi dengan fokus, aku seperti memiliki peta di kepalaku, skill ini menjangkau jarak 1km, dan memiliki radar berwarna merah untuk musuh, sedangkan hijau yang bukan musuh.
Melihat dari radar sepertinya terdapat beberapa monster yang menghadang di depan, menghitungnya entah berapa, aku tidak bisa menulis secara pasti.
[Ding, quest sampingan terpicu, kalahkan monster yang menghadang, rewd 1000 koin].
'Waaa, haha, sistem sangat baik hati, aku harus menyelesaikan misi ini, takutnya hadiah banyak cuma untuk misi pertama.'
"Ugh, sepertinya kita mendapat sedikit masalah." Ucap paman yang sepertinya merasakan keberadaan monster didepan.
"Tenang paman, untuk mereka saat ini aku mudah mengalahkanya, hehe." Ucapku percaya diri.
"Jangan gegabah Lilias Chan, nanti bisa terluka." Ucap mama khawatir.
Sebelum dia sempat mencegahku, aku sudah dulu keluar dari kereta untuk mengejar para monster itu.
Ketika aku mendekat, aku melihat kawanan Roger samudra menghadang, sepertinya monster itu kekuatanya setara goblin besar yang kutemui terakhir kali atau setara kesatria biasa, ini pasti mudah melawanya, mengingat levelku sudah naik pesat, karena dengan kemampuan pasif kemalasan dosa besar, Exp yang kudapat akan digandakan.
Aku mengeluarkan pedang Danau Toyaku dari penyimpanan, segera membilas bersih mereka dengan mudah, dan cepat.
Skil maraton, melompat cepat, bela diri pedang aku gunakan semuanya, setelah Roger samudra itu mati, aku menggunakan gluttony, beres.
Pertempuran ini sangat mudah dan cepat karena Lilias malas menulis detail tentang pertemuan.
[Level up 15 to 20. Koin+ 2500.]
[Quest sampingan tercapai, 1000 koin diberikan].
[Quest utama tercapai, mendapat sabit gutemala].
Setelah menggunakan gluttony, hanya naik 5 level, padahal mereka sekelomlok, karena exp yang dibutuhkan meningkat seiring naik level.
Tapi, ini sangat baik, setelah sistem berevolusi, aku mendapat hadiah yang hebat, coba kita cek.
'Sistem'.
___________________________________
Nama : Lilias Coksumbar.
Ras : vampir.
Level : 20.
HP : 1850/1850 [90%]
MP : 3200/3200 [90%]
SP : 3200/3200 [90%]
Skill :
-kesucian (sharity) [90%]
-kemalasan (sloth) [90%]
-kerakusan (gluttony) [90%]
-nafsu (lust) [90%]
-Manipulasi darah. [90%]
-Manipulasi elmen. [90%]
-Atlit bumi. [90%]
-Pencak Silat. [90%]
-Deteksi. [90%]
Element:
air,kegelapan.
koin : 8000
[Status] [Quest] [Shop] [Inventori]
___________________________________
'Hmmm, stelah membeli skill deteksi dan menyelesaikan misi, koinku tinggal 8000, untuk sekarang munkin tak pa, lagian aku sudah punya banyak skill OP, jadi koin bakal aku tabung dulu, dan juga munkin aku akan dapat skill dari misi utama, hehe setelah mendapatkan item dari dunia lain, munkin masih banyak yang lainya, aku sangat menantikan itu.'
Setelah aku bergumam dengan sistemku, keretaku sudah sampai di TKP.
"Lilias Chan, apa kamu baik baik saja?!." Teriak mamaku yang khawatir kehilangan keluarga kedua kalinya.
"Lilias baik baik saja kok ma." Jawabku tersenyum.
"Bagaimana dengan monster yang kamu lawan.?" Tanya paman Sandi penasaran, karena di tempat kejadian tidak ada bangkai tersisa.
"Aku kan punya skill gluttony, jadi mayat itu aku serap semua, aku harap paman bisa merahasiakan ini, hehe."
"Percayakan saja pada paman, kamu memang hebat."
Kemudian aku kembali masuk ke kereta, dan melanjutkan perjalanan kami, setelah kejadian tadi, perjalanan kami sangat lancar sampai kami tiba di rumah paman.
"Papaaa.!!" Teriak gadis kecil yang menunggu di halaman rumah, dia Akira anak sandi.
.
.
.
.
Bersambung.....