Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut

Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut
Chapter 12 Mendaftar Guild.


3 tahun berlalu semenjak aku pindahan ke rumah Akira, kenapa tidak buat rumah sendiri? tanya saja sama mamaku.


Kenapa tahunya lompat lompat mulu? karena sejah hari itu, aku hanya berlatih dan mengerjakan misi harian, dan sedikit misi sampingan, karena masih tidak di perbolehkan untuk berpetualang, jadi tidak ada kejadian menarik dariku untuk diceritakan.


Meskipun misi utama belum kelar, tapi koin yang kutabung sudah 50.000, lumayan buat bekal petualang nanti, sekarang aku juga sudah boleh berpetualang, hanya saja aku belum mendaftar ke guild.


Rencananya, aku dan Akira nanti mau mendaftar di guild, dan setelah berumur 13 tahun kami baru akan masuk akademi, sekarang kami harus bersiap siap di rumah.


Apa aku perlu akademi, entahlah, itu hanya akan menambah cerita membosankan, lagian umurku belum mencukupi.


Sebelum melakukan banyak aktivitas, aku mandi dulu, aku jarang mandi bersama Akira, meskipun dia mengajaknya tapi aku mempersilahkannya dulu, karena aku takut adegan Yuri oke.


"Mmmmm." Gumamku yang sedang menatap bakpaoku yang mulai tumbuh.


'Ini masih terlalu kecil untuk disebut sebagai wanita, munkin karena ini status wanitaku belum 100%, aneh bagiku untuk membayangkan laki laki punya Pao besar.'


[Ding, quest harian diperbarui, silahkan lihat di kolom quest].


'Sistem mengganggu suasana.'


'Quest.'


___________________________________


Quest harian:



Membunuh 1 monster. Rewd: 50 poin


Memijat buah dada selama 3 menit. Rewd: 50 poin



Quest sampingan:


-Belum terpicu


Quest utama:


-Menjelajahi hutan bisma.


Rewd: skill pasif, resistensi suhu berlebih.


Batas waktu: 7 hari.


Gagal: Ruang hukuman sistem 1 hari.


[Status]. [Quest]. [Shop]. [Inventori].


___________________________________


Sebuah perubahan besar yang akan merombak jiwa dan raga, membuat takutnya jantung.


'Oyy sistem, bukanya kau sungguh terlalu, kau menyuruh laki laki untuk memijat pao.'


'Kenapa master lupa, master sekarang wanita.'


'E.' Dia yang tak tau apa yang harus dikatakan.


Lilias yang selama ini sudah tidak peduli dengan gendernya, mulai tumbuh gejolak baru baginya, karena dia yang belum pernah merasakan tubuh wanita.


Menyadari apa gendernya itu mudah, jiwa akan mengikuti kehendak tubuh yang sejak lahir sebagai wanita, tapi bagaimana untuk gadis 10 tahun yang tubuhnya masih seperti laki laki.


'Terus bagaimana dengan misi utama itu.' Tanya batinku yang merasa tertekan batinya.


'Master terlalu mengulur waktu, selama 3 tahun master tidak banyak aktivitas, sehingga sistem berhak protes.'


'Dasar sistem bocil !!'


Dengan pipi yang memerah, ia mencoba mengikuti apa kata sistem, mumpung lagi mandi, ia melihat brinjilan kecil berwarna pink yang lucu, dengan dua jari dari setiap tangan, mulai mencubit pelan pinggiran brinjilan pink.


'Eeemm, rasanya aneh.'


Kedua jari itu mulai berenjak kepucuk brinjilan, pucuk pucuk pucuk, mencubit ringan.


'Uukh.' Suara imut Lilias keluar karena tubuh terasa semutan.


"Lilias, jangan lama lama mandinya, ini hampir siang lho." Terdengar suara dari sebelah pintu yang mengagetkan.


"Gausah buru buru, lagian hari masih lama og." Jawab Lilias dari dalam.


Setelah waktu terpenuhi, aku berenjak keluar dengan wajah tersipu.


"Lilias Chan, wajahmu merah, apa kamu sakit, apa besok saja kita ke guild?" Tanya Akira.


"Nggak kok, aku baik baik saja." Ucapku dengan senyum ujung bibir.


'10 tahun kaah.' Batinku


Mengingat kembali dia yang telah lama tinggal di dunia barunya dia melihat cermin.



'A imut.' Gumamnya kepedan.


.


.


Persiapan terakhirku, aku menata rambutku yang tebal agar menutupi telingaku yang panjang, dan mengenakan kain sebagai masker, sekarang aku terlihat seperti ninja, nin nin.


Setelah selesai berkemas kami segera berenjak ke guild, mama Sri dan paman sandi sudah pergi terlebih dahulu ke tempat kerjanya masing masing, jadi kami tidak perlu pamitan.


Kota yang kami tuju bernama kota Watuma, sebagai penduduk sekitar yang sering jalan jalan, kami sudah paham tata letak kota Watuma.


Bangunan disini mirip dengan dunia fantasi isekai anime biasanya, mengasikkan bagi seorang mantan wibu yang tinggal disini.


Kami masuk melihat seorang perempuan yang seperti mengenakan jas tanpa kemeja, jadi sela sela gunungnya kelihatan.


'Sial, aku ingin mencongkel miliknya.' Gumamku entah darimana.


"Selamat datang nona kecil, Apa kalian mencari orang tua kalian." Ucap perempuan itu yang seorang resepsionis guild.


"Eeh." Ucap responsis yang tidak menyangka.


'Bukankah mereka terlalu muda, bahkan mereka sepertinya belum masuk akademi.' Batin seorang resepsionis.


"Apakah kalian yakin, biasanya setelah kalian lulus akademi baru mendaftar jadi petualang." Ucap responsis tidak percaya.


"Sangat yakin, aku telah berlatih dengan papaku, dan dia mengizinkanku menjadi petualang." Ucap Akira mendesak.


Tiba datang seorang laki laki yang masuk ke guild.


"Tolong daftarkan mereka, aku yakin dengan kemampuan anakku." Ucap pria itu, sandi.


"Papa, ternyata papa masih disini." Ucap Akira yang menoleh papanya.


"Baiklah, kalau begitu, Kalian harus menyentuh bola ini dulu, untuk melihat kemampuan kalian." Ucapnya menunjuk bola kristal yang seperti milik hiruzen sarutobi.


"Baik." Ucap Akira menyetujui.


'Hah, harus cek, bagaimana ini kalau identitasku terbongkar.' Batinku khawatir.


Pertama Akira maju untuk mengetes kemampuanya.


Nama : Akira.


Ras : Manusia.


Level : 5


Hp : 1000


SP :2000


MP :2000


Skill : Tekhnik pedang.


Regenerasi HP.


Penguatan tubuh.


Element : Api


"Waah, anda sepertinya sudah terlatih sejak dini, anda adalah calon kesatria hebat meski belum masuk akademi, sebagai anak 10 tahunan anda termasuk kuat, meski cuma bisa mengambil misi rank D." Ucap responsis berbinar.


Setelah membaca bola ajaib, responsis itu menulis status Akira dalam sebuah kertas.


"Kemudia nona satunya, silahkan."


Aku berdiri terdiam mendengar perkataanya, kedua orang di sebelahku pun yang baru menyadarinya terkejut.


'Iya juga, aku baru ingat kalau Lilias adalah vampir, apa munkin harus membatalkanya.' Batin sandi.


Aku mantan wibu yang sangat membenci seorang MC yang menyembunyikan kekuatanya, tetapi saat ini aku merasakan kekhawatiranya.


"Apakah bola ini hanya bisa menampilkan status." Ucapku memastikan.


"Iya, kemampuanya hanya untuk menampilkan sesaat, kalau milik guild di ibu kota bisa sekalian mencetak status dalam sebuah kertas." Ucap responsis memastikan.


'Hehe, aku tau.'


Setelah meyakinkan diri, aku melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang melihat, kemudian meletakkan tanganku di bola kristal.


Nama : Lilias Coksumbar.


Ras : Vampir.


Level : 20


HP : 1850/1850 [90%]


MP : 3200/3200 [90%]


SP : 3200/3200 [90%]


Skill :


-kesucian (sharity) [90%]


-kemalasan (sloth) [90%]


-kerakusan (gluttony) [90%]


-nafsu (lust) [90%]


-Manipulasi darah. [90%]


-Manipulasi elmen. [90%]


-Atlit bumi. [90%]


-Pencak Silat. [90%]


-Deteksi. [90%]


Element:


air,kegelapan.


Kedua orang di sebelahku melihatnya dengan wajah jelek, antara khawatir dengan terbongkarnya identitas dan statusku yang skillnya bagai raja iblis.


"Lilias, kamu." Ucap mereka dengan mata lebar.


.


.


.


.


Bersambung......