Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut

Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut
Chapter 6 Pahlawan.


Istana kerajaan Sambac, merupakan istana yang megah, meskipun Sambac termasuk kerajaan yang terbilang kecil di benua manusia.


Di suatu ruangan terdapat sebuah pertemuan, dari puluhan orang, terdapat tiga yang paling mencolok, yaitu orang yang memakai jubah berlapis emas dan sebuah mahkota, ia duduk di kursi utama, ada juga seorang berpakaian serba hitam dan memegangi tongkat, ada juga seorang berbaju zirah dengan pedang besar disampingnya.


"Bagaimana ramalanya, Ronand ?." Ucap pria bermahkota menoleh pria berbaju serba hitam.


"Baik Baginda, ramalan itu masih sama, sepertinya tinggal beberapa tahun lagi kehancuran kerajaan Sambac menurut ramalan, tetapi sepertinya orang itu sekarang masih anak anak." Ucap pria berpakaian serba hitam, seorang penyihir kerajaan.


"Sial, padahal dunia akan menghadapi tragedi 1000 tahun yang kelima, tapi kerajaan kita mendapat masalah tambahan dari sebuah ramalan, apakah keduanya ada kaitanya." Ucap orang berzirah.


"Kalian harus lebih memperhatikan untuk pencarian orang itu, kita harus membunuhnya sebelum dia dewasa." Perintah orang bermahkota itu.


"Baik Baginda." Jawab semua yang hadir.


"Dan untuk sekarang kita harus memanggil seorang pahlawan terlebih dahulu, Ronand !." Ucapnya menoleh peria hitam.


"Baik Baginda." Ucapnya mengangguk.


***


Saat ini, terdapat seorang yang sedang berdiri di samping makam dengan wajah sedih.


"Jii, Sudah 7 tahun semenjak kepergianmu, semoga kamu tenang di alam sana, meskipun kamu seorang yang pendiam, tapi kamu adalah sahabat terbaikku." Ucapnya dengan wajah murung.


"Sebentar lagi aku akan menikah lho, apalagi cewekku itu sangat cantik, hehe, munkin jika kamu masih hidup kamu juga sudah punya seorang cewek." Ucapnya memandangi makam.


Tiba tiba terdengar suara yang memanggilnya dari kejauhan.


"Oyy Taiga, lama bener kamu mengunjungi makamnya si Aji, aku pulang duluan ya." Ucapnya dari kejauhan.


"Okee." Ucap orang yang sedang berdiri disamping makam.


...POV Taiga...


Saat ini aku sedang sendirian mengunjungi makam sahabatku, Aji.


Aku ingat dulu di sekolah, aku termasuk orang yang aktif, karena aku sering olah raga ketika aji sedang membaca novel.


'Meskipun kami berbeda kepribadian, kami pernah berlatih bela diri bersama sehingga menjadi teman dekat, yaa meskipun si aji cuma ikut latihan sebentar'.


'Tapi kenapa kamu pergi mendahuluiku terlalu cepat, bisa bisanya hampir ujian kamu palah mati'. Batinku mengingat masa lalu.


Tiba tiba ada sebuah cahaya dari bawahku, cahaya itu sangat menyilaukan, aku pun menutup mataku.


Ketika aku membuka mata, aku melihat sebuah ruangan yang megah, seperti sebuah kerajaan, aku melihat ada beberapa orang di sekitarku, pakaian mereka sangat aneh.


"Selamat datang di kerajaan Sambac, saya adalah Raja kerajaan Sambac, mohon maaf atas undangan dadakan ini, karena hidup kami sedang di pertaruhkan." Ucap Raja.


"A, apa ini, kenapa aku tiba tiba ada disini, aku kan tadi sedang di makam aji." Ucapku dengan panik.


"Kami benar benar mohon maaf, tapi kami saat ini sedang membutuhkanmu, jadi kami terpaksa memanggilmu dengan sihir pemanggilan." Ucap kembali raja.


'A, apa, sihir pemanggilan, aku ingat dulu aji sering membaca cerita yang seperti itu, aku hanya berpikir cerita itu hanya fantasi belaka, tak kusangka aku mengalami kejadian seperti di novel'.


"Coba kalian jelaskan, sebenarnya ada apa, sampai mengharapkan bantuan dari orang sepertiku." Ucapku yang mulai tenang.


"Sebelumnya perkenalkan, aku Robert Isnandar, raja Sambac, dia Ronand Tuapik penyihir kerajaan, dan dia Hardi ardyo seorang kepala kesatria." Ucap raja dengan ramah.


"O, aku taiga." Ucapku dengan wajah datar.


"Saat ini dunia kami akan menghadapi kekacauan, banyak sejarah yang telah mengatakan, bahwa setiap 1000 tahun dunia kami akan menghadapi Mala petaka, tetapi kami tidak tau pasti apa itu.


Untuk menghadapi tragedi tahun 5000, semua kerajaan menyiapkan seorang pahlawan, apalagi ada ramalan bahwa kerajaan kami akan dihancurkan, jadi kami mohon bantuan dari sang pahlawan." Ucap Raja menjelaskan.


"Setiap pahlawan yang dipanggil biasanya memiliki kekuatan besar, jadi kami yakin anda bisa membantu." Ucap Raja dengan wajah serius.


'Kekuatan?, aku sedikit tau tentang novel karena berteman dengan aji, apa aku juga memliki kekuatan seperti seorang MC di novel.' Pikirku dalam batin.


Melihatku terkejut, pria berbaju hitam pun angkat mulut.


"Tenang saja pahlawan, munkin sekarang anda masih bingung, tapi aku secara pribadi akan melatih anda, untuk membangkitkan kemampuan anda."


"Ooooh, gitu ya, baiklah akan aku usahakan, tetapi sebelum itu, apa yang harus kulakukan untuk kembali ke duniaku." Ucapku dengan tenang.


"A, aku minta maaf, untuk saat ini kami belum tau cara untuk mengembalikan anda, tapi kami akan berusaha untuk menemukanya, karena aku tau cara itu ada." Ucap Ronand dengan wajah sedikit panik.


'Hmm bagaimana ini, padahal sebentar lagi aku akan menikah, tapi malah terdampar di tempat aneh, semoga aku bisa lekas kembali,untuk saat ini aku akan mengikuti alur dulu.' Batinku sebagai orang yang tidak mudah panik.


Aku pun dibawa mereka untuk upacara penyambutan, aku diperlakukan dengan hormat seperti bangsawan.


Aku dibawa ke ruang makan, aku beserta para petinggi kerajaan makan bersama sambil menanyakan informasi tentang dunia ini.


Setelah mengetahui banyak informasi, aku pun bersedia membantu mereka, apalagi disini aku diperlakukan dengan hormat, membuatku sangat nyaman, seperti seorang yang kaya raya.


'Munkin hidup disini tidak buruk juga, tapi aku harus belajar banyak sihir, agar suatu saat aku bisa pulang ke duniaku."


Setelah aku banyak mengenal tentang dunia dan kerajaan ini, aku pun memulai latihan pertarunganku.


Untuk Seni bela diri tanpa sihir, aku terbilang sangat jago di kerajaan ini, sehingga disini aku menfokuskan belajar sihir.


Selama beberapa hari kedepan, aku belajar sihir dari Ronand si penyihir kerajaan di tempatnya, sebagai orang yang tekun, aku bisa belajar dengan cepat.


Sampai tiba tiba ada orang yang datang mendekati kami, dia menusuk hormat.


"Lapor tuan, tim pencarian telah menemukan seorang yang diduga terkait dengan ramalan."


"Hooo, apa yang membuatnya yakin." tanya Ronand menoleh bawahanya.


"Orang tersebut masih anak anak, tapi dia memiliki aura yang aneh, auranya seperti monster, tapi hanya orang yang berpengalaman saja yang bisa merasakannya."


"Ooh ,aura monster yaa, suruh orang secukupnya untuk bersiap siap, besok kita pergi." Perintah penyihir Ronand.


"Baik tuan." Ucap bawahan itu yang kemudian pergi.


"Kamu ikutlah juga, untuk menambah wawasan." Ucap Ronand memandangiku.


"Oke".


'Baru benerapa hari semenjak aku dipanggil, aku secepat ini mendapatkan misi yang sepertinya cukup berat.' Batinku mengingat hari damai.


Aku pun istirahat untuk menyiapkan tenaga buat besok, karena aku tidak tau apa yang akan terjadi.


.


.


.


.


.


.


Bersambung........