Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut

Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut
Chap 3. Sylphie Phelia Nyaaw


"Jawa cooy." Itulah yang ku katakan pertama kali ketika masuk wilayah beastman ini.


Bukan maksudku mengatakan ini jawa, hanya saja aku jadi teringat kampung halamanku.


Aku menoleh kanan kiri, bangunan disini berbeda dengan wilayah manusia, wilayah beastman termasuk wilayah yang banyak bebatuan, jadi banyak rumah-rumah disini terbuat dari batu, batu alam bukan batu bata, itu mengingatkanku akan banyaknya candi di jawa, meskipun tekhnik pembangunan disini masih menggunakan perekat.


Di depan rumah, tepatnya di kanan kiri pintu terdapat patung hewan, untuk menggambarkan ras mereka, mereka membuatnya karena kebanggaan mereka terhadap ras mereka, ada yang membuat patung singa, ada kucing, ada srigala ada burung ada ular.


"Ular?" Berarti disini ada manusia ular juga ya.


'Mmm aku penasaran manusia ular ini seperti siluman di indosial atau seperti medusa.'


Meskipun aku memiliki banyak pengetahuan tentang duniaku ini, namun dulu aku tidak pernah memperhatikan makhluk rendahan seperti itu, aku tertarik pada mereka setelah pengalamanku hidup di bumi.


'Tapi kenapa tidak ada patung kelelawar di depan pintu, apa munkin tidak ada manusia kelelawar di sini.'


POV aku author.


Lilias terus berjalan di trotoar, menghindari kereta yang di tarik oleh budak berotot di tengah jalan, terlihat wajah lilias memancarkan kekaguman.


Biasanya budak yang digunakan sebagai penarik grobak adalah budak beastman tipe otot, seperti manusia kuda, manusia kerbau, manusia banteng dan lainya.


Perjalanan lilias tidak terlalu melelahkan, karena lilias menemukan banyak hal baru yang membuatnya bersemangat, mulai dari bangunan unik, sampai bermacam beastman, tidak sadar ternyata lilias sedang di perhatikan oleh banyak orang.


"Wah lihat gadia cantik itu, dia dari bangsawan mana ya." Kira-kira seperti itulah ucap mereka, meskipun Lilias tidak sadar.


Cukup berjalan, sampailah lilias di depan bangunan tinggi yang terlihat lebih kokoh, di atas pintu terdapat lambang perisai dan kepalan tangan, menandakan lilias sudah berada di depan guild.


Lilias masuk guild dan disambut oleh resepsionis yang tentunya juga seorang beastman, dia menggunakan pakaian maid.


'Eh, apa itu telinga kelinci? Kawaii, aku ingin memeluknya' Pikir lilias ketika melihat resepsionis.


'Waah, apa dia kucing putih, imutnya, aku ingin mengelus kepalanya.' Pikir resepsionis ketika melihat lilias.


Sang resepsionis terkagum melihat sosok lilias sampai dia lupa, salah satu tugas resepsionis adalah menyambut orang, terkhusus orang baru seperti lilias.


Membuang malunya, tanpa pikir panjang lilias menuju ke resepsionis, dan langsung memeluknya, sebenarnya lilias ingin menarik telinga kelinci di atasnya, hanya saja tinggi lilias tidak sampai.


"Eh !." Terkejut sang reasepsionis ketika tiba-tiba dipeluk lilias, namun seperti melihat kesempatan, sang resepsionis mengelus kepala lilias dengan lembutnya.


Lilias yang mendapat perlakuan itu pun merasa nyaman, ia menggosok-gosokkan wajahnya di perut resepsionis.


"Mmm, yoshi yoshi."


Orang lain yang melihat kejadian itu dibuat melongo, karena kedatangan seorang manusia kucing(kelelawar) yang terlihat asing namun seperti saudara ketika bertemu resepsionis.


Tersadar dari tindakanya, reasepsionis mulai bersikap profisonal.


"Eghm, adek, apa ada yang bisa kubantu." Ucap sang resepsionis.


Lilias terkejut, ia tersadar kemudian langsung melepas pelukanya dengan malu, terlihat wajahnya memerah.


"E ettoo, aku ingin membuat kartu identitas petualang." Ucap lilias sambil memalingkan muka.


'Waa lucunya, manusia kucing memang selalu imut.' Batin resepsionis.


"Anoo, adek, apa adek sudah dapat restu dari orang tua." Ucapnya.


'Sial, aku selalu diperlakukan sebagai anak kecil, apalagi tubuhku sudah tidak akan tumbuh lagi.' Tiba-tiba batin lilias menjadi kesal.


"Aku sudah besar! Jadi jangan anggap aku anak kecil oneesan!" Lilias mengepalkan tangan dan wajahnya masih merah.


"A ahaha, maaf baiklah kalau begitu silahkan pegang kristal penilai ini dulu." Resepsionis menunjukan kristal bundar penilai seperti di guild benua manusia.


'Penilai lagi ya, apa dia kira kalau aku baru saja akan mendaftar? Padahal aku mau berpura-pura kehilangan kartu identitas, okelah kalau begitu aku akan sedikit mengubah setatusku terlebih dahulu.'


Lilias menggunakan sedikit sihir untuk mengubah setatus, meskipun ada rasa sakit namun masih bisa ditahan karena yang digunakan buka sihir berat.


Lilias pun mengubah nama dan status kekuatanya terlebih dahulu, kemudian memegang batu penilai.


Setelah selesai, muncul kertas yang berisi status lilias, resepsionis mengambil kemudian membaca kertas tersebut.


"Eeeeeh!! Pe pe Phelia ? No no nona Sylphie Phelia ?!" Teriak sang resepsionis dengan terkejutnya.


"Maafkan atas kelancanganku nona." Ucap si resepsionis.


"Salam nona Sylpie Phelia." Ucap orang di dalam guild.


'Eeh, gawat gawat, apa aku melakukan kesalahan, aku cuma iseng mengganti dengan nama sylphie phelia karena aku sekarang manusia kucing." Batin lilias yang mulai panik.


"Eeh, bangun kalian semua, apa kalian tahu siapa aku?" Lilias mencoba cari tau.


Dengan perintah lilias, mereka pun langsung bangun.


"Tentu nona Sylphie, anda adalah saudari ratu kami Nephi phelia, beliau pernah cerita kalau beliau mempunyai saudari bernama sylphie, namun harus berpisah, saya tidak menyangka akan bertemu anda disini." Jelas resepsionis dengan bahagianya.


'Wait wait wait, disini ada nephi phelia? Dan juga dia menjadi ratu, apa dia juga transmigrator yang lain, kalau tahu ini aku tidak akan menggunakan nama sylphie.' Pikir lilias berkecambuk.


"Oke oke oke, aku baru saja kemari, jadi kalian, tolong rahasiakan kedatanganku oke, aku tidak mau membuat kehebohan." Ucap lilias kepada semua orang di guild.


'Kenapa, nona sylphie ingin merahasiakanya, atau munkin dia ingin membuat kejutan untuk ratu.' Batin beberapa orang.


"Baik nona!."


.


.


.


POV aku lilias


"Haaah!"


Setelah mengurus kartu identitas, akupun keluar dari guild itu, sangat merepotkan hanya karena nama.


Karena hari semakin sore, aku berencana mencari penginapan di sekitar, tentunya aku mencari penginapan yang memiliki restoran, supaya aku bisa sekalian mencari informasi mengenai benua ini di zaman ini.


Ketika berjalan mencari penginapan, aku melihat benda menarik di salah satu toko, yaitu kalung kucing yang ada loncengnya, dari pada kalung itu terlihat seperti ikat pinggang kecil berwarna merah yang ada loncengnya, tapi tetap imut, jadi aku memutuskan untuk membelinya untuk kugunakan di leherku nanti.


Tidak lama, akhirnya aku menemukan penginapan juga, aku tertegun sesaat karena resepsionisnya adalah seorang manusia stengah kucing, terlihat jelas ada ekornya tidak sepertiku.


'Bodo ah, kenalan besok aja.'


"O hallo, aku ingin menginap di sini."


"Oke nyaaw."


'Nyaa? Nyaaw? Meaow? Meong?'


Tanpa banyak urus aku cepat-cepat mengurusi administrasi kemudian menuju kamarku, karena aku ingin segera berdandan, aku penasaran dengan penampilan baruku.


Di dalam kamar penginapan, aku segera mandi bersih, kemudian memakai pakaian yang dulu diberi oleh mama, pakaian ini adalah pakaian buatan mama sendiri, yang dibuat menjadi kembar dengan akira.


Memakai pakaian buatan mama membuatku kangen.


Setelah memakai rok dan baju itu, aku kemudian memakai kalung kucing yang ada loncengnya, ahaha.


"Baiklah, waktunya ngaca nyaaw." Aku dengan penuh antusias.



"Waaa, imutnya diriku nyaaw hm hmm hmhm." Senyum cerah muncul di wajahku.


"Apa jadi jika diriku yang dulu waktu menjadi aji bertemu gadis imut seperti ini nyaaw, wahaha, paling dia cuma bisa berfantasi dalam diam nyaaw, sambil berkata 'gadis seperti itu bukan kelasku' ahaa, payah sekali nyaaw, hmm hmm." Aku berbicara sendiri di depan cermin sambil pose pose imut ala manusia kucing.


.


.


.


Bersambung nyaaw...