Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut

Reinkarnasi Menjadi Vampir Imut
Chapter 70 Hanya bisa tersenyum.


Di suatu mansion yang mewah, memiliki banyak kamar, salah satunya yaitu kamar terbaik yang di dalamnya terdapat seorang gadis yang sedang berbaring.


Gadis ini memiliki rambut perak dengan kuncir twintail, di telinga panjangnya terdapat anting berbentuk bunga spider Lili dan pakaiannya masih compang camping, dia mulai membuka mata.


'Mmm, aku dimana.' Itu aku yang membuka mata, ya Lilias.


Aku melihat sekitar ruangan, dan menemukan ada Taiga dan Yuli di sana.


"Anda sudah sadar." Ucap Yuli.


"Yeah." Ucapku sambil mencoba duduk.


"Ahh." Badanku masih terasa sakit.


"Apa anda baik-baik saja." Yuli dengan muka khawatir.


"Aman aman."


'Sial, efeknya serius, aku harus segera menuju benua tengah.'


"Ah, kamu harus mengganti pakaian dulu, Lilias, ini pakaian yang sebelumnya dibuat oleh ibumu." Taiga memberikan dua buah set baju.


"Oo."


"Mama, dimana mamaku?" Aku sambil memegangi baju buatan mommy.


"Dia di kubur di kuburan keluarga Coksumbar, bersama sandi juga." Lanjut Taiga dengan menunduk.


"Mommy.."


Air mataku terasa sudah mengering.


"Yah, aku ganti pakaian dulu, kalian berdua keluarlah." Ucapku.


"Mmm." Angguk keduanya..


Setelah Taiga dan Yuli keluar, aku memperhatikan kedua set baju yang ada di tanganku.


'Ah, bukanya yang satunya milik Akira, yah aku akan memakai pakaian yang lain saja.' Aku memasukkan pakaian bagianku kedalam sistem, dan meletakkan pakaian bagian milik Akira.


Kemudian mengambil pakaian lain yang baru kudapat belum lama, ya, kostum kosplay Hu Tao, entah bagaimana cara mendeskripsikannya, kalau bingung cari saja di gugel, intinya imut gitu aja, apalagi dengan topinya yang khas.


Aku memakai pakaian berwarna cokelat ini, termasuk cincinya juga, semuanya pas di badanku, hanya saja aku sedikit risih dengan bagian bawah.


"Ini pendek sekali, semoga tidak menarik serigala atau buaya."


Setelah selesai berpakaian, aku keluar kamar, membuka pintu dan masih ada Taiga dan Yuli yang menunggu.


"Sudah, eh." Ucap Taiga dengan terkejut.


Tidak seperti yang Taiga bayangkan, kini bukan pakaian hitam putih yang tadi kudapatkan, namun sebuah pakaian karakter game yang dulu sering Taiga dengar, apalagi aku yang terlihat mirip, hanya saja rambutku berwarna perak dan mataku merah.


"Hu Toa." Ucap Taiga.


"Toa toa, yok ah aku ingin makan sesuatu." Ucapku.


"Ayo, kita ke ruang makan." Ajak Taiga.


Aku tidak tau kenapa aku bisa berada di sebuah mansion besar yang megah, namun aku tidak menanyakanya karena tidak penting, palingan ini mansion tempat dulu Taiga tinggal.


Sesampainya di ruang makan, aku melihat di atas meja sudah tersedia berbagai makanan, meskipun aku bukan manusia, tapi rasanya enak juga memakanya.


Sambil makan, aku teringat sesuatu.


"Di mana Akira, kenapa aku tidak melihatnya." Aku sambil memasukkan makanan ke mulut.


"Dia bersama mamanya sedang menjenguk makam sandi." Ucap Yuli.


"Mamanya?" Aku terbingung.


"Ah iya, anda tidak tau ya, ketika anda sedang pingsan, datang seekor naga besar berwarna merah, dan dia berubah menjadi seorang perempuan yang penampilannya mirip Akira, dia mengaku sebagai mamanya Akira yang sudah lama berpisah." Lanjut Yuli sambil makan.


"apa kalian yakin." Lanjutku.


"Yea, kalau dulu saya tidak yakin, tapi setelah melihat Akira yang menjadi naga, kami tau kalau Akira juga setengah naga, dan bagi ras naga 14 tahun itu cuma sebentar." Jelas Yuli.


"Mmm, bagiku juga sebentar."


Kami terus melanjutkan makan dengan tenang.


.


.


.


Setelah selesai makan, kami mencuci mulut bersama.


"Aku mau pergi ke benua tengah." Ucapku tiba-tiba.


"Eh?" Taiga dan Yuli bingung.


"Setelah ingatanku pulih, aku teringat kolam darah yang ada di benua tengah, aku harus kesana agar tubuhku menjadi kuat, jika tidak aku akan merasa sakit ketika mengeluarkan kekuatan, bahkan aku harus berjalan tanpa portal menuju kesana." Jelasku pada mereka.


"Taiga, bisakah kamu......"


"Maaf, aku tidak bisa menemanimu, aku memiliki tanggung jawab di akademi." Ucap taiga dengan wajah rumit.


'Hey, apa kamu tidak dengar, aku mengatakan aku akan berjalan sendiri ke benua tengah, apa kamu tidak masalah dengan itu, seorang gadis kecil berjalan sendirian jauh-jauh.'


Aku terkejut mendengar ucapan taiga, aku hanya tidak menyangka ternyata taiga mendapatkan tempat tinggalnya di dunia ini, atau ada yang hal lain.


"Taiga, apa kamu ingin kembali ke bumi." Lanjutku.


"Yaah, jika bisa aku ingin kembali."


Aku munkin terlalu memikirkan ucapan taiga, entah kenapa aku merasa sedih dengan apa yang kusimpulkan.


"Taiga, apa yang kamu pikirkan tentangku." Aku dengan wajah serius.


"Eh apa maksudmu." Ucapan taiga sangat tidak memuaskanku, apalagi wajahnya yang penuh arti itu.


"Lilias-sama, biar aku saja yang menemanimu." Ucap Yuli.


"Jangan, kamu sebentar lagi akan melahirkan, lebih baik kamu jaga anakmu." Aku dengan senyum lembut.


"Mmm." Anggukku dengan senyum lembut.


"Baju yang hitam putih satunya itu milik Akira, jadi berikanlah padanya." Ucapku sambil berdiri dari tempat duduk.


Aku berdiri melihat Yuli dan taiga secara bergantian, Yuli dengan wajah khawatir, sedangkan taiga memiliki wajah rumit penuh arti, aku tidak tau apa yang sedang ia sembunyikan dariku, itu sangat menggaguku.


Aku menghampiri taiga, dan berdiri di sampingnya, kemudian menunduk dan memeluknya, kemudian mencium pipi taiga.


"Aku hanya ingin kamu mencintaiku." Ucapku tanpa ekspresi.


Taiga yang dibuatnya tiba-tiba menunjukkan wajah sedih, dan matanya berkaca seperti akan ada air yang mengalir, namun itu hanya membuatku bernafas panjang.


"Dah, aku berangkat dulu ya." Aku sambil melepaskan taiga.


Aku berjalan keluar meninggalkan ruang makan.


"Terus bagaimana dengan Akira." Ucap Yuli.


Aku berhenti dan menghadap atap sambil berpikir.


"Munkin dia masih membenciku, tolong jaga dia ya, juga jangan lupa bajunya." Aku kembali berjalan.


"Baik." Angguk Yuli.


Aku terus berjalan keluar meninggalkan Yuli dan Taiga, dan tidak ada yang menghalangiku.


Aku keluar dari ruangan.


Keluar dari mansion.


Keluar dari kerajaan.


.


.


.


'Status.'


___________________________________


Nama : Lilias Coksumbar.


Ras : Immortal vampir.


Level : 100.


HP : ---


MP : ---


SP : 3600/----


Skill :


-kemalasan (sloth)


-kerakusan (gluttony)


-nafsu (lust)


-Manipulasi darah. (Level 1)


-Manipulasi elmen. (Level 1)


-Atlit bumi. (Level max)


-Pencak Silat. (Level max)


-Deteksi. (Level 2)


-Langkah bayang. (Level 2)


-Regenerasi HP. (Level 2)


-Regenerasi MP (Level 2)


-Regenerasi mana (Level 2)


-Dimensi (Level 2)


-Transformasi kelelawar.


-Ajian Pancasona


-Pesona wanita:


Penampilan user mulai dari kebersihan sampai kecantikan, akan selalu mempesona tanpa berdandan dalam kondisi apapun.


Element:


air,api,kegelapan.


koin : 40.038.000


[Status] [Quest] [Shop] [Inventori]


___________________________________


.


.


.


Kini Lilias sang gadis vampir akan memulai petualangan barunya, sekarang dia hanya berjalan sendirian tanpa bekal apapun dan tanpa kekuatan, hanya harapan yang menyertainya.


Dia berjalan meninggalkan wilayah manusia dengan gitar yang dibawanya, sambil memainkan lagu dari pink berjudul try, karena lagunya sesuai dengan isi hati Lilias.


Jika memang takdir masih merestui kami, tentu kami akan bertemu lagi, Lilias tidak tau apa yang akan ia temui kedepanya.


Sudah, semoga kita bisa bertemu di lain waktu, see you again.