
...Jangan lupa di bab ini komen pakai tagar #GAHunny baru diikuti komen...
..._...
..._...
..._...
Setelah mengatakan bahwa Kelana mirip Jerami yang Kelana sendiri pun tak tahu itu siapa, Marsha menjauh. Pria itu hanya bisa menggeleng tak percaya sampai tidak sadar Hana melihatnya. Istrinya itu bertanya ada apa sebelum ikut mengambil minum dari meja.
“Bukan apa-apa,” jawab Kelana. Ia mengangsurkan tangan ke perut Hana dan mengusapnya gemas.
Baru saja hendak mengambil makanan lagi, Hana dikagetkan dengan suara musik Bollywood yang menggema. Ia pun memegang lengan Kelana saking kagetnya. Namun, ujung-ujungnya dia girang melihat beberapa orang menari di tengah ruangan pesta.
“Astaga aku berasa menjadi Kajol,” cicit Hana. Kelana yang tidak paham pun bertanya siapa itu Kajol.
“Apa kamu tidak pernah menonton film Bollywood? Dia itu artis terkenal.” Tanya Hana.
“Masa kecilku diisi dengan hal-hal yang bermanfaat Hunny, belajar sains, matematika dan bahasa asing, tidak ada waktu untuk belajar hal-hal tak bermanfaat, ” jawab Kelana dengan gaya jemawa. Ia menuntun istrinya itu untuk duduk di meja bundar yang memang disiapkan di tepi ruangan itu.
“Ah .. gadis itu lagi.” Kelana melihat Marsha yang terlibat tarik menarik dengan seorang pria. Sepertinya dia ingin mengajak pria itu menari tapi sang pria enggan.
“Kamu lihat itu!” Kelana menunjuk dengan sorot mata.
Hana pun memindai semua orang, berusaha mencari siapa atau apa yang sedang ingin ditunjukkan sang suami padanya.
“Apa? lihat apaanya?" tanya Hana kebingungan.
“Gadis yang memakai lehenga berwarna gold itu lihat!”
Hana akhirnya tahu siapa yang dimaksud oleh sang suami, dia pun bercerita kalau keponakan Bu Mina itu akan menikah sebentar lagi dengan pria seumuran Kelana dan mereka dijodohkan.
“Lihat-lihat! astaga, aku pasti langsung pergi ke Korea untuk operasi plastik kalau menjadi orangtuanya,” ucap Kelana.
_
_
Hana berjalan sangat pelan setelah selesai pesta, dia merasa begah karena terlalu banyak menyantap makanan. Hana bahkan kesusahan naik ke lantai atas di mana kamarnya berada karena merasa perutnya seperti ditusuk-tusuk.
“Biarkan aku duduk dulu di ruang tengah,” ucap Hana sambil meringis
“Itu lah akibatnya kalau makan tidak kira-kira, kasihan anak kita! Dia pasti terdesak lambungmu di dalam sana,” kata Kelana.
Hana jelas tidak terima dengan tuduhan aneh itu, dia memajukan bibir dan menyangkal perkataan suaminya. “Katanya belajar sains sejak kecil tapi begini saja tidak tahu, lambung dan rahim jelas tidak ada hubungannya."
Bukannya kesal Kelana malah tertawa, dia pun pergi meninggalkan Hana. Wanita itu sudah berpikir bahwa sang suami pasti marah sampai tak peduli dengan apa yang dia rasakan, hingga tak lama Kelana kembali dengan baju rumah. Pria itu langsung membopong tubuhnya seperti pengantin baru.
“Aku takut bagian ketiak baju itu robek, agak sedikit ketat soalnya,” ucap Kelana. Dia sukses membuat pipi Hana merona merah menahan malu.
Hana jelas tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, bahkan dia tertawa saat Kelana menaiki anak tangga sambil terus menatap wajahnya.
“Aku romantis ‘kan?” goda Kelana.
“Romantis tapi lihat anak tangganya, tidak akan romantis lagi kalau kita jatuh bersama-sama,” kata Hana. Pipinya semakin merona menahan malu.
Namun, sayang di saat seperti itu dia tidak bisa menahan hasrat, yang wajar dialami oleh manusia dengan organ pencernaan normal.
“Hunny, kamu kentut ya?”