Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 185 : Bertemu Mantan


Bunga ternyata beberapa hari ini terus berhubungan dengan Amanda. Ia terlalu penasaran dengan sosok wanita itu, apalagi setelah mencari info dan menggosip sana sini. Bunga semakin tahu lebih banyak perihal hubungan dokter itu dan atasannya. Ia sudah memiliki teman di tempatnya bekerja sekarang, diantaranya resepsionis perusahaan, satpam dan office boy yang bertugas membersihkan ruangan Kelana. Ketiga mahkluk yang dia yakini sangat polos dan tidak tahu bagaimana sifat asli dirinya.


Diam-diam saat selesai menyerahkan berkas yang perlu Kelana tandatangani, wanita itu menguping pembicaraan sang atasan. Mata Bunga memancarkan kegirangan yang luar biasa saat tahu Kelana menelepon sebuah restoran untuk makan siang. Ia bahkan bersorak sorai dalam hati karena tahu betul di mana atasannya itu akan makan.


Bunga bergegas keluar dari ruangan Kelana. Ia meletakkan berkas di tangan dan langsung merogoh ponsel di kantong blazernya. Wanita itu mengirim pesan ke Amanda untuk memberitahu bahwa Kelana akan makan siang di sebuah restoran udon. Bunga jelas tahu Kelana akan pergi bersama siapa, maka dari itu dia sengaja memberitahu Amanda dengan tujuan jahat agar terjadi perang dunia siang itu.


[Tapi jangan bilang kalau aku yang memberitahumu, bilang saja kamu berada di sana tanpa sengaja]


Bunga takut juga jika kelakuannya terbongkar, dia memilih memperingatkan Amanda sejak awal.


[Tenang saja, restoran itu adalah restoran favoritku, jadi dia tidak akan curiga dan pasti hanya menganggap kebetulan jika sampai bertemu denganku di sana ]


Bunga mengangguk dan tersenyum sinis membaca balasan pesan dari Amanda. Ia kembali duduk lalu mereganggakn punggung, di dalam hati Bunga berharap Hana dan Kelana akan bertengkar hebat hari ini.


_


_


Sementara itu, Hana yang sedang menunggu antrian di poli kandungan sebuah rumah sakit nampak sudah gelisah. Sudah tinggal satu jam dari waktu janjiannya dan sang suami, tapi masih ada tiga antrian lagi sebelum dirinya. Ia pun mengirim pesan ke Kelana dan Arman.


Untuk Kelana, dia meminta suaminya itu menunggu karena dia sedikit terlambat, dan ke papanya Hana meminta maaf karena tidak bisa menjemputnya sesuai janji, dia meminta Arman pergi sendiri naik taksi jika malas mengemudi. Hana tidak memberitahu alasan sesungguhnya.


Hana harap-harap cemas, dia bisa sedikit bernapas lega saat balasan dari dua pria yang disayanginya itu masuk ke aplikasi berbalas pesan miliknya dalam waktu hampir bersamaan.


Baik Kelana dan Arman berkata tidak apa-apa karena bisa mengobrol satu sama lain sambil menunggu kedatangannya. Namun, Hana sedikit cemas, dia terus melirik jam di dinding ruang tunggu, Hana bingung harus memberikan alasan apa nanti saat suami dan papanya bertanya.


***


Satu jam setelah membalas pesan sang istri, Kelana nampak keluar dari ruangannya, dia bersikap biasa karena tidak tahu bahwa Bunga membocorkan rencana kedatangannya ke restoran udon untuk makan siang bersama Hana. Bunga pun melirik dengan senyuman sinis, dia berharap Amanda akan mengacaukan makan siang itu dan membuat Hana marah-marah.


Lima belas menit kemudian, Kelana sampai di restoran. Ia langsung duduk di meja yang sudah dia pesan untuk tiga orang. Karena dua orang yang seharusnya makan siang bersamanya belum datang, Kelana pun memilih memesan side dish yang ada di sana sebelum ke menu utama.


Untuk menghilangkan kebosanan, Kelana bermain ponsel. Ia tersenyum mendapati sebuah pesan dari Dinar yang merayunya agar tidak marah lagi.


[ Kelana … kelanaku yang tampan dan memesona, anakku sayang yang paling ganteng sedunai, jangan marah ya, Mama minta maaf. Kalau kamu marah Mama sedih, apa kamu mau Mama cepet mati, ha?]


Kelana geleng-geleng kepala, meski meminta maaf tapi ujung-ujungnya wanita yang melahirkannya itu tetap saja ngegas di akhir kalimat. Kelana masih menunduk, jemarinya lincah membalas pesan dari Dinar sampai tidak menyadari Amanda sudah berdiri tepat di samping mejanya.


Karena merasa ada orang yang memerhatikan dari jarak yang sangat dekat. Ia pun mengangkat kepala. Kelana kaget mendapati mantan kekasihnya itu tersenyum ke arahnya sambil membetulkan letak tali tas di pundak.


“Kelana, kebetulan sekali kita bertemu di sini.”


_


_


_


Scroll ke bawah  👇