Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 226 : Bagaimana Rasanya?


Kelana sejak awal memang sengaja, dia ingin Bagas tahu bahwa kebusukan yang dia lakukan sudah tercium olehnya. Dengan memasang banyak TV di setiap sudut perusahaan Kelana ingin Bagas mendatanginya sendiri untuk melakukan konfirmasi. Benar saja, rencananya berjalan mulus. Ia mendapat kabar dari temannya yang mengoperasikan kamera di bawah meja Bagas dari jarak jauh.


[ Dia sepertinya horni pagi-pagi]


Kelana membaca pesan itu lalu membuka laptop. Ia geleng-geleng kepala melihat tingkah Bagas. Namun, tak lama tangannya mengepal dan dia pun mengeram. Kelana tidak bisa membayangkan Hana mungkin saja menjadi bahan fantasi pria itu.


“Dasar brengsek!” geramnya.


Bagas gemetar, dia menutup tirai ruangan agar staff di luar tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang dia lakukan. Pria itu memandangi kamera yang sudah dia ambil dari bawah meja. Mana mungkin dia tidak mengenali tangan dan celananya sendiri saat Dewi menunjukkan status temannya tadi. Bagas meremas kamera itu dan membuangnya ke tempat sampah di samping meja. Dengan amarah yang membuncah di dada, dia keluar ruang kerjanya. Bagas merasa dijebak dan ingin tahu siapa yang memasang televisi-televisi itu di perusahaan.


“Apa?” Bagas mendelik, dia tercekat bahkan nyaris tak bisa bernapas saat satpam memberitahu bahwa benda elektronik itu Kelana yang memerintahkan diletakkan di sana.


“Pa-pa-pak Kelana?”


Si satpam bingung mendapati perubahan ekspresi Bagas yang signifikan. Ia mengulangi lagi ucapannya barusan. “Iya, begitu informasi yang saya dapat dari petugas keamanan yang shift malam, beberapa orang datang dan memasang benda elektronik itu. Apa ada masalah?”


Bagas merasa ajalnya sudah dekat, dia menggeleng dan kembali menuju ruangannya dengan langkah gontai. Belum hilang rasa terkejutnya, dia dibuat hampir pingsan saat melihat semua staffnya sudah berdiri menatap ke arah ruang kerjanya. Tirai penutup yang dia turunkan sudah terbuka. Bagas tremor mendapati sosok Kelana sudah berada di sana bersama Dewi. Staffnya itu keluar dan bergegas pergi ke pantry karena Kelana meminta dibuatkan kopi.


Semua orang saling lempar tatapan penuh tanya. Mereka melakukan cucoklogi mulai dari televisi yang tiba-tiba tersebar di sudut perusahaan, Bagas yang seperti ketakutan dan Kelana yang tiba-tiba saja datang ke sana.


Bagas sudah menduga, penemu kamera yang dia pasang di bawah meja Hana mungkin saja Kelana. Ia mendekat meski dengan langkah kaki tak selebar biasanya. Pria itu merasa nyawanya berada di ujung tanduk. Namun, mau tak mau Bagas sadar harus menyapa pemilik perusahaannya itu.


“Pak Kelana, apa yang membawa Anda sampai ke sini?” Bagas mencoba bersikap biasa. Ia berdiri di depan Kelana yang duduk menyilangkan kaki.


Bagas terpaksa menyunggingkan senyum merespon ucapan sang atasan, dia masih tak berani duduk dan masih berdiri di tempatnya. Tak ingin basa-basi, Kelana memulas smirk dan bertanya-


“Kamu dari mana? apa kamu mencari tahu soal siapa yang meletakkan kamera di bawah mejamu? Aku datang untuk memberitahumu, aku yang meletakkannya di sana. Bagaimana rasanya? Seru tidak?” tanya Kelana.


Bagas bagai anak ayam yang masuk ke dalam sumur, tak berkutik bahkan untuk mengelak pun dia tidak mampu.


“Sekarang katakan! kenapa kamu melakukan itu? apa kamu mencoba merebut istriku? Untuk apa kamu meletakkan kamera tersembunyi di bawah meja kerja Hana?” cecar Kelana. “Jika kamu tidak mau menjawab, aku akan menyerahkan bukti-bukti yang aku miliki ke polisi,” imbuhnya.


“Polisi? Memang apa yang aku lakukan?” Bagas tersenyum dengan sudut bibir. Kepalang tanggung untuk menghindar, jadi yang bisa dia lakukan hanya mengelak dan bersikap sombong. “Bukankah kamu dan Hana juga menikah hanya untuk berpura-pura?” Dengan berani Bagas tak lagi formal ke Kelana.


“Kamu tahu? saat sudah menjadi istrimu, kami masih mencuri kesempatan untuk bermesraan, dia bahkan melumaat bibirku saat aku menciumnya, apa dia bercerita tentang itu?” Bagas memulas smirk, dia berusaha memprovokasi Kelana.


_


_


_


ketemu besok 🥰