Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 206 : Rumah Baru


Hana dan Kelana merasa aneh, terlebih Kelana yang memilih, membeli dan merombak sebagian rumah itu tanpa berunding dengan sang istri lebih dulu. Ucapan anak SMA itu membuat Kelana sedikit merasa tak enak hati. Namun, Hana memilih tersenyum ke gadis yang menyapa tanpa ba-bi-bu itu.


“Hati-hati Om, tante! Mereka juga suka mencampuri urusan rumah tangga orang. Rumah dedengkotnya ada di sebelah sana.” siswi yang bernama Marsha itu menunjuk ke arah rumah yang berada di deretan seberang paling pojok dekat gerbang perumahan. Setelah mengatakan itu Marsha tersenyum dan berjalan menuju rumah yang tepat berada di seberang rumah yang Kelana belikan untuk Hana.


“Dia cantik dan sepertinya lucu!”


“Apa dia anak pemilik ABI TV?” gumam Kelana. Hana yang mendengarnya menoleh keheranan.


“Kenapa?” tanya Kelana, tanpa menunggu istrinya menjawab dia lanjut berkata, “Tidak usah kamu pedulikan ocehan ABG labil, aku sudah mencari tahu semuanya sebelum membeli rumah ini, jadi tenang saja! pemilik lama rumah ini pindah ke luar negeri. Kebanyakan para pengusaha yang tinggal di sini, dan di rumah yang ditunjuk anak tadi, adalah rumah mantan anggota dewan.”


Hana mengedik, informasi yang detail dari Kelana membuatnya mengerjab. Sebenarnya dia tidak ambil pusing ucapan siswi SMA tadi, yang menjadi beban pikirannya sekarang adalah berapa banyak uang yang dikeluarkan Kelana untuk membeli rumah.


“Berapa harganya? Jangan bilang kamu membelinya lebih dari sepuluh miliar,” ucap Hana, bibirnya bergetar mengucapkan kata miliar.


“Sudah tidak perlu kamu pikirkan Hunny, yang penting aku tidak sampai menjual pabrik untuk membeli rumah ini.” Kelana menarik tangan Hana berjalan mendekat ke arah gerbang, setelah itu membukanya.


Mulut Hana semakin menganga, air matanya sampai tak terbendung melihat betapa megah rumah itu. Sebuah taman bunga bahkan berada di halaman. Nenek Ayu pasti akan sangat senang jika dia mengajaknya berkebun di sana.


“Sayang!” lirih Hana.


Kelana sadar akan haru yang istrinya tengah rasakan, dia merengkuh tubuh Hana. Mengusap punggung wanita itu lembut. “Kita akan pindah ke sini, aku juga akan mencarikan pembantu, sopir dan tukang kebun. Kamu tidak perlu repot-repot bersih-bersih, hanya perlu urusi saja kebutuhanku dan anak kita nanti.”


“Tapi rumah ini sangat besar, astaga sayang! Pasti akan sepi jika hanya kita bertiga yang tinggal dan tiga pembantu,” ujar Hana. Ia jauhkan kepala, telunjuknya bergerak membersihkan buliran kristal bening yang membasahi pipi.


“Siapa bilang hanya kita bertiga, aku jelas akan membuatmu hamil lagi dan lagi, sampai rumah ini terasa riuh dengan suara anak-anak yang cerewetnya sama seperti dirimu.” Kelana tertawa, sedetik kemudian mengaduh karena cubitan mendarat di pinggangnya.


Mereka yang sedang bermesraan di dalam halaman dan tak menutup gerbang, tidak tahu bahwa gadis SMA yang menghardik mereka tadi kini berubah menjadi CCTV, gadis itu menatap mereka dari lantai dua rumah milik sang paman. Dengan tangan terlipat di depan dada Marsha pun geleng-geleng kepala.


_


_


Masuk ke dalam rumah itu, Hana semakin dibuat tak percaya. Benar-benar tidak pernah dia bayangkan sebelumnya memiliki hunian sebagus ini. Tak hanya perabotnya yang mewah dan canggih, design interiornya seolah baru menyadarkan Hana, bahwa dia memang istri pria kaya raya sekarang. Bahkan setiap sudut rumah itu menggunakan pendingin udara.


“Berapa listrik yang harus kita bayar setiap bulan? berapa jumlah pembantu yang harus kita punya!" Hana memutar kepalanya melihat-lihat.


"Sepertinya untuk menyapu lantai saja dari kamu berangkat sampai pulang kerja tidak akan selesai,” candanya menggambarkan betapa besarnya rumah itu.


“Kan ada pembantu, mereka memang dibayar untuk itu, jadi jangan cemas! Lagi pula aku yakin uang bulanan dariku lebih dari cukup, Hunny … aku bukan suami yang pelit ‘kan?” Kelana mencium leher Hana dan membuat istrinya itu menggeliat.


“Sayang, bagaimana kalau ke dokter kandungannya sekarang saja?”


Hana sepertinya tak sanggup juga lama-lama tidak disentuh oleh Kelana. Dia juga sudah tidak sabar melihat kamar pribadi mereka - yang dia yakini pasti memiliki banyak amunisi penunjang peperangan.


_


_


_


Scroll ke bawah 👇


Hei, Marca belum bisa Up ya semoga bisa up rutin mulai nanti malam 🤗