
“Lagi pula kenapa kamu memintaku bertemu di tempat ini? apa kamu tidak ingin orang-orang itu tahu aku istrimu? Bukankah bawahanmu di bagian HRD pasti tahu,” ucap Bunga.
“Ya, aku hanya ingin menunjukkan sikap profesional.” Bagas memberi alasan meski sedikit aneh kedengarannya tapi Bunga malas untuk mendebat, wanita itu memilih menghabiskan kopi mahal yang suaminya berikan.
“Habis!”
Bunga mengembalikan cup kopi yang sudah kosong ke tangan Bagas, setelah itu dia pergi begitu saja tanpa berpamitan, agak jengkel juga dia mendapati suaminya yang seperti tidak ingin dekat-dekat dengannya.
“Mending aku cari laki lain di kantor ini, pasti banyak yang lebih baik dari dia, salah satunya Kelana,” gumam Bunga. Kakinya terus mengayun hingga saat hendak menaiki lift dia melihat Hana dan Kelana bergandengan tangan.
“Tunggu! apa mereka tadi keluar? Tapi kapan? Wah … jangan-jangan tadi mereka mencariku dan aku sedang tidak ada di tempat bisa habis aku dimarahi.” Bunga bermonolog lagi. Hari pertamanya benar-benar terasa berat, dia pun mengepalkan tangannya seolah menahan gemuruh di dalam dada. Wanita itu tiba-tiba menyeringai licik memikirkan apa yang ingin dia perbuat ke Hana.
_
_
Karena lebih dulu memakai lift, Kelana dan Hana pun sampai lebih dulu. Mereka heran karena saat pergi dan saat kembali Bunga tidak berada di meja kerjanya. Kelana dan Hana sengaja menunggu Bunga sampai.
Saat lift terbuka dan wanita itu baru saja melangkahkan kaki, Kelana sudah memasang muka kesal. Kepalanya menggeleng seolah menyayangkan kinerja Bunga di hari pertamanya.
“Saat aku pergi kamu tidak ada di tempat. Saat aku kembali kamu juga tidak ada. Ini hari pertamamu bekerja di sini tapi kenapa menunjukkan sikap yang kurang baik, atau kamu berpikir karena aku ini kakak iparmu?” cerocos Kelana. Bunga hanya diam dan melongo, dimarahi di depan Hana rasanya membuat dia semakin dongkol.
“Apa mereka sengaja? Menerimaku hanya untuk membuatku berada dalam kesulitan, lihat saja apa yang akan aku lakukan, apa kamu ingin membuatku tidak betah? Berapa bulan? ha? berapa hari? Aku akan menghancurkan kalian kurang dari satu bulan, lihat saja!”
“Kenapa kamu malah bengong, sudah lanjutkan pekerjaanmu. Dan untuk kata-katamu tadi, itu sungguh sangat tidak sopan, aku akan meminta bagian HRD mengevaluasi kerjamu selama sebulan ini, dan juga meninjau ulang kontrak kerjamu.” Kelana membuang muka, dia tinggalkan Bunga juga Hana setelahnya.
Hana yang sejak tadi hanya diam mendengar percakapan suami dan adik tirinya itu tak habis pikir. Bunga sepertinya memang tidak bisa disepelekan, dia harus segera menuntaskan balas dendamnya, dia ingin melihat bagaimana anak Tantri ini hancur sama seperti dirinya dulu. Dan langkah pertama yang ingin Hana ambil tetap sama, memanfaatkan Bagas sebagai alat.
“Oh … ya Pak Kelana berniat melakukan acara gathering dengan bagian HRD, kamu bisa melakukan komunikasi dengan mereka lalu sampaikan hasil itu padanya,” ucap Hana. “Untuk ucapanmu barusan sebaiknya kamu minta maaf, kamu hanya bawahan disini.”
_
_
_
Scroll ke bawah 👇