Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 251 : Diceraikan Karena Gendut - END


Semua orang bahagia hari itu, terlebih Hana dan Kelana si empunya acara. Diam-diam sejak tadi, Kelana terus memperhatikan wanita pujaannya, bibirnya tersenyum saat Hana tertawa lebar. Pipinya bahkan merona merah karena malu. Tak pernah dia merasa sebahagia ini, tak pernah juga dia merasakan cinta yang begitu besar di hati, dan semua itu karena wanita bernama Hana yang masuk ke dalam hidupnya tanpa dia duga.


“Jangan menoleh! Aku hanya ingin memberitahu bahwa suamimu sejak tadi terus menatapmu,” ucap Mina. Tetangga depan rumah Hana itu menepuk lembut lengan lalu memalingkan muka menenggak jus jambu di tangan.


“Hem … begitulah jika masih anget-anget kue bolu, coba kalau sudah seperti kita,” seloroh Bu Erin.


Namun, Hana tak kuasa untuk tidak menolehkan kepala. Ia tersenyum dan bertanya ‘apa’ ke Kelana tanpa mengeluarkan suara. Pria itu menggeleng lantas mengedipkan mata. Senyuman bahagia Kelana membuat hati Hana meleleh bak keju mozzarella. Pesta syukuran itu membuat Hana sadar akan satu hal, semakin bertambah umur semakin sempit circle pertemanan. Seperti geng sultini blok kamboja, mereka hanya berteman dengan sesama tetangga, bahkan kedekatan mereka melebihi saudara.


_


_


Malam menjelang, suasana pun semakin sunyi. Berbalut baju tidur tipis dengan luaran kimono yang tak diikat sempurna, Hana memandang banyak hadiah yang diberikan oleh para tamu undangan di acara syukurannya tadi. Bahkan beberapa sudah memberikan hadiah untuk bayinya yang diprediksi masih sekitar enam bulan lagi terlahir ke dunia.


Sentuhan tangan yang melingkar ke perutnya membuat Hana tersenyum. Ia merebah di dada Kelana yang sejak tadi menunggu di kamar, tapi dia tak kunjung kembali.


“Sedang apa?” bisik Kelana mesra, dia belai perut Hana lalu mengecup bagian samping kepala wanita itu penuh cinta. Begitu lembut bahkan membuat Hana menyodorkannya lagi.


“Aku masih merasa semua ini seperti mimpi.”


“Apa mau aku cubit?” goda Kelana yang sontak membuat Hana terkekeh.


“Coba saja kalau tega.”


Kelana semakin mengeratkan pelukan, dia memejamkan mata dengan dagu yang bertengger di pundak Hana. Sejatinya tak hanya Hana, dia pun masih merasa apa yang terjadi di dalam hidupnya tidak nyata. Ia yang dulu banyak tingkah, tak hormat orangtua dan seenaknya sendiri, menjadi berubah setelah bertemu dengan Hana. Kelana bersyukur, karena wanita yang sedang mengandung darah dagingnya ini lah dia menemukan arti kebahagiaan, bagaimana mencintai dan juga memahami.


Hana mengalungkan lengan ke leher Kelana, dia salami wajah suaminya itu sebelum mengecup bibir. Mereka hanyut dengan perasaan satu sama lain. Hana yang dulu hidupnya terseok-seok bagaikan butiran debu di luasnya gurun, kini menjadi berlian yang berharga karena bertemu dengan Kelana. Pun pria itu, dia berubah menjadi pribadi jauh yang lebih baik, bersahaja dan hangat. Meski kadang masih saja bersikap kurang dewasa.


Kelana menutup pintu kamar yang digunakan untuk menyimpan hadiah-hadiah itu. Tangannya melingkar ke pinggang Hana dan mereka pun berjalan bersisian menuju kamar tidur.


“Hunny, aneh ya tinggal di rumah sebesar ini hanya kita berdua,” ujar Kelana.


“Hem … kita harus cari pembantu segera. Terus ... aku tidak akan mengkonsumsi obat pencegah kehamilan setelah melahirkan anak pertama kita nanti.”


“Kenapa?”


“Aku ingin membentuk kesebelasan sepak bola dan akan kuberi nama ‘Kelana FC.”


“Dasar!”


_


_


_


TAMAT


Hana dan Kelana sudah bahagia ya, terima kasih telah mengikuti kisah mereka sampai END. Next aku akan update Ekstra Bab yang isinya Hahahihi aja, semoga kalian masih mau mengikuti. GA cincin Emas sampai extra part habis ya.