
"Hemmm...... masakannya bener-bener sedap, Oma. Kuahnya seger, dagingnya empuk banget. Tuh lihat, bisa lepas dari tulangnya hanya di tarik sedikit saja dengan garpu. Nyus banget,"
"Sungguh enak. Baru kali ini saya nyobain pindang yang super nyus begini," puji Pras berkali-kali ketika mereka makan malam bersama.
"Pindang dan ikan pepes itu masakan Rey, dia bawa dari rumahnya," Oma menimpali.
"Masa, emang kamu bisa masak?" Pras mengalihkan pandangannya ke arah Rey yang sedang menikmati pepes ikan buatannya.
"Eh, yang kamu makan ini masakan dia. Sembarang aja kalo ngomong," protes Wibie. Ia tidak terima jika Pras meragukan kemampuan istrinya soal urusan dapur.
"Pindang iga sapi itu menu pertama yang ia buat untukku, sejak itu juga menjadi menu favoritku. Menu andalan kekuarga," lanjut Wibie dengan bangga.
"Rey benar-benar super keren, ya. Pinter masak," sahut Dhiza.
Sementara Witha dan suaminya tidak ikut campur dengan keributan mereka. Suami istri ini sedang asyik-asyiknya gadoin pepes dan pindang tanpa nasi.
"Kok ga pake nasi, Dek," tanya Wibie pada adeknya.
"Kita lagi menjalankan program diet, Mas. Tidak makan karbohidrat setelah jam lima sore," sahut Ardi.
"Oh, tapi iga malah lebih berat. Kelesterolnya tinggi," Dhiza menyahuti.
"Habis ga tahan, menunya menggugah selera," sahut mereka bersamaan.
Malam itu, semua berkumpul di rumah Oma. Karena Dhiza sudah dianggap sebagai bagian kekuarga ini, ketika Witha datang keluarga kecil ini tidak lengser barang sebentar saja dari rumah Oma. Bahkan Auriel yang susah berusia setahun ikut bermain dengan Aulia, Devara, dan Nathan. Sejak sore keempat anak itu tak henti-hentinya main bersama. Mulai dari main fazle, nonton you tube hingga main rumah-rumah.
"Pepes ikan ini lebih enak lagi kalau ditambah tempoyak, rasanya ada asam berpadu sama manisnya ikan. Lebih nyus,"
"Tempoyak apaan, Rey," tanya Dhiza penasaran. Yang lain juga ikut menyimak, menunggu penjelasan Rey. Baru kali ini mereka tahu jenis makanan itu.
Rey mengeryitkan keningnya ke arah Wibie, ia memberi kode agar suaminya menjelaskan prihal tempoyak.
"Tempoyak itu hasil permentasi durian yang sudah matang. Rasanya asam-asam manis gitulah. Kalau di Sumatera sana sering di buat sambal, campuran kuah pindang, pepes atau masakan lainnya,"
"Berati hanya ada pas musim durian?" tanya Pras makin penasaran.
"Enggak juga. Setiap waktu ada, cuma stoknya melimpah dan harganya juga lebih murah saat musim durian. Tempoyak itu bisa tahan dua hingga tiga tahun jika di simpan dalam guci yang kedap udara,"
"Waw, jadi penasaran. Kapan-kapan bikin pepes campur tempoyak ya, Kak," pinta Witha.
"Di Jakarta saya ga tau ada yang jual atau enggak. Mungkin lain waktu bisa minta di kirimin dari Lahat. Biasanya ibu suka beli yang banyak buat stok,"
"Asek, bakal makan besar lagi nih kita," Pras menimpali.
"Emang harus di simpan di guci?" tanya Oma.
"Ga juga, dalam toples juga bisa. Terus masukin kulkas biar tahan lama," sahut Rey.
"Boleh, tuh. Oma juga makin penasaran. Gimana rasanya durian di permentasi?"
"Iya, Oma. Nanti Rey minta kirimin ibu,"
"Ga usah buru-buru, Rey. Jangan sampai merepotkan ibu juga,"
"Waduh, kita ga bisa nyobai dong, Mas," keluh Witha pada suaminya.
"Apalagi di Surabaya, mana ada jenis makanan itu. Jadi untuk sementara kita hanya bisa berhayal," lanjut Witha lagi.
Semua tertawa, apalagi ekpresi Witha yang begitu lucu membuat Wibie semakin tidak tega pada adik satu-satunya itu.
"Santai, nanti disisain kok. Kita awetkan di kulkas," hibur Wibie demi menyenangkan adiknya.
"Sekarang nikmati aja dulu yang ada. Habiskan, kalau masih kurang besok buat lagi yang banyak. Stok ikan mas di kolam Fauzan masih banyak," seru Wibie makin bersemangat. Ia senang masakan istrinya cocok di lidah kekuarga besarnya.
"Lumayan, Ma. Kita bisa makan gratis selama Witha di sini. He...he.....," Seru Pras tak tau malu pada Istrinya.
"Maafkan dia, Oma. Suamiku ini memang benar-benar tidak tau malu,"
"Ga apa, kita malah senang. Berarti Pras sudah menganggap kekuarga ini sebagai bagian keluarganya juga. Habiskan. Sayang kalau bersisa. Besok pagi Oma sudah menyiapkan sarapan yang beda, spesial buat kalian semua,"
"Anak-anak sudah makan lebih dulu, begitu juga suster Nisha," lanjut Oma.
"Waw.... terimakasih Oma," sahut mereka yang ada di meja makan nyaris bersamaan.
Dalam sekejap,semua hidangan yang ada di meja makan selesai. Tanpa ada sisa sedikitpun. Bahkan kuah pindangnya pun sampai kering. Rey yang sudah bersusah payah menyiapkan masakan dari pagi jadi senang mendapati masakannya bersih sampai tak bersisa sedikitpun.
Usai makan, ibu-ibu muda itu berbagi tugas. Ada membereskan meja, ada yang mencuci piring. Oma membiarkan anak-anak perempuannya bahu membahu membereskan pekerjaan dapur. Kini ia menyiapkan makanan penutup, asinan dan puding buah segar di atas meja yang sudah bersih dari sisa makanan dan piring kotor usai makan malam tadi.
Di mana Papa - Papa muda berkumpul setelah perut mereka dimanjakan dengan hidangan istimewa malam ini?
Mereka bertiga duduk di teras depan. Menikmati udara yang lumayan segar malam ini. Langit terlihat begitu cerah, bintang mulai menampakkan wujudnya satu persatu, sementara bulan? Ia masih terlalu dini untuk menampakkan sinarnya yang begitu dirindukan oleh penghuni bumi.
"Ga ada rencana mutasi ke Jakarta?" tanya Pras pada Ardi.
"Witha sih pengennya begitu biar deket sama ibunya, tapi agak repot birokrasinya, Mas," sahut Ardi.
"Iya juga sih, harus ada alasan yang tepat dan logis,"
"Soalnya mutasi dari daerah ke ibu kota, jika sebaliknya mungkin lebih gampang," jelas Ardi lagi.
"Kalau memang sudah ada keinginan untuk pindah, coba aja dulu. Prosesnya memang lama, tapi tidak ada salahnya di coba. Jika disetujui Alhamdulillah, jika tidak berarti rezeki kalian memang di sana," Wibie mencoba memberikan solusi.
"Pasti itu. Nanti setelah masa kerja sudah empat tahun akan saya coba,"
Obrolan mereka berlanjut mulai dari kelucuan anak-anak, hobby, hingga berita politik yang sedang viral di media. Mereka layaknya saudara sekaligus sahabat karib yang menemui kecocokan satu sama lain.
Happy reading all! Author tidak bosan-bosan minta dukungan. Mohon untuk tinggalkan
✓ LIKE
✓ KOMENTAR
✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏
Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih 😊😊😊