Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Tidak ada jarak


Semenjak Rayna dan Vino berdansa saat itu, kini entah ada angin apa Vino sangat ingin dekat dengan Rayna terus. Ia selalu mengantarkannya sekolah, bahkan kadang menjemputnya. Dan tak sesekali Vino mengajak Rayna makan siang. Vino memberikan perhatian perhatian kecil pada Rayna.


Kalau boleh jujur Rayna sangat bahagia atas apa yang dilakukan Vino padanya. Namun ia juga menyadari posisinya. Mungkin Vino sudah punya kekasih yang lebih baik darinya. Dan mungkin juga Vino hanya menganggap Rayna sebagai adiknya saja.


"Kak... " panggil Rayna. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang, Vino menjemput Rayna hari ini.


"Kenapa?" tanya Vino.


"Duhh dari mana mulainya ya?" batin Rayna menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kok diem? ada apa?" tanya Vino lagi.


"Kalau Rayna boleh tau, emm.. itu... anu..." entah kenapa Rayna jadi kikuk sendiri.


"Kenapa sih? ngomong aja santai" jawab Vino terkekeh. Saat melihat wajah Rayna yang seperti sedang gelisah.


"Emm gak jadi deh" jawab Rayna mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Vino.


"Lah kok gitu? ada apa? ngomong sama kakak" jawab Vino mengusap sekilas rambut Rayna.


"Gak ah, gak jadi" ucap Rayna.


Vino menepikan mobilnya, dan mendekatkan wajahnya pada Rayna. Ia menatap intens mata Rayna. Terlihat jelas disana bahwa Rayna sedang menahan sesuatu di hatinya.


"Ka-kakak m-mau apa?" Tanya Rayna terbata saat wajahnya dengan Vino sangat dekat. bahkan Rayna bisa merasakan deru nafas hangat dari Vino.


"Katakan apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Vino tanpa memundurkan wajahnya.


"Yaudah ngomong sekarang" ucap Vino yang sudah sangat penasaran.


Rayna menghela nafasnya dengan panjang "Kak, apa alasan kakak melakukan semua ini?" tanya Rayna memberanikan diri untuk menatap wajah Vino.


"Menurut kamu?" ucap Vino menyeringai.


"Kak please jawab dengan jujur. Rayna gak mau salah paham dengan sikap kakak selama ini. Kalau kakak emang nganggep aku sebagai adik, oke aku gak bakalan ngarep lebih dari kakak. Please kak jangan ngasih harapan terlalu tinggi" ucap Rayna.


"Maksud kamu?" tanya Vino yang belum mengerti.


"Kak, Rayna tau kakak pasti punya pacar kan? Rayna gak mau jadi PHO diantara kalian. Kalau kakak jujur dengan Rayna maka Rayna bakal tau perasaan kakak yang sebenarnya" jawab Rayna.


"Perasaan?" Vino mengerutkan dahinya. Membuat Rayna menghela nafas.


"Oke Rayna akui, dari dulu Rayna emang suka sama kakak. Dan sampai sekarang rasa itu masih ada kak. Tolong kasih tau Rayna perasaan kakak ke Rayna tuh gimana sih? kalau kakak emang memiliki perasaan yang sama kaya Rayna. Maka Rayna masih bisa berjuang. Dan kalau kakak mencintai orang lain. Maka Rayna bakal mundur dan mencoba membuka hati untuk orang lain" jawab Rayna dengan jujur.


"Membuka hati untuk orang lain? apa maksudmu?" tanya Vino tak suka dengan penuturan Rayna.


"Dah lah ngomong sama kakak emang ribet. Padahal tinggal jawab aja susah banget. Oke kalau kakak gak berani jawab maka kakak gak cinta sama Rayna. Dan mulai sekarang Rayna menjaga jarak dengan kakak" jawab Rayna sendu.


"Hey apa maksudmu? Tidak ada jarak diantara kita!" tekan Vino, membuat Rayna menatapnya secara intens.


"Tiada ada jarak? maksud kakak?"


"I love you" jawab Vino yang sukses membuat Rayna membulatkan matanya dan menutup mulutnya tak percaya.