
Tak terasa kini sudah dua bulan Miko dan Naira menyandang status sebagai sepasang kekasih. Seluruh murid disekolah juga sudah tau bahwa seorang Miko Gerdapati tengah menjalin cinta dengan seorang Naira Ulansary.
Miko adalah salah satu most wanted disekolah SMA Rajawali. Jadi sudah dipastikan semua cewek yang memendam cinta dengan Miko harus merasakan patah hati karena cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Saat ini Naira dan Miko tengah menikmati makan siang berdua dikantin.
"A lagi dong by" ucap Miko menyodorkan bakso kepada Naira.
"Udah deh, aku udah kenyang" ucap Naira lalu meminum jus nya.
"Yaudah deh, pelan pelan minumnya" ucap Miko lalu mengelap bibir Naira dengan tisu.
Beberapa murid yang melihat adegan itupun langsung berteriak histeris. Sudah bukan rahasia lagi bagi mereka melihat Naira dan Miko bermesraan dikantin.
"Uhhh mereka so sweet banget"
"Coba Miko ada poto copyan nya, udah gue gebet"
"Emang Lo pikir Miko apaan pake copyan segala"
Begitulah celotehan para murid yang melihat keromantisan Naira dan Miko.
"Eh kalian disini" ucap Rayna datang bersama yang lainnya.
"Duduk" ucap Naira mempersilahkan.
"Mana Salsa? Kok gak ada?" Tanya Naira yang tak melihat keberadaan Salsa.
"Duhh jangan ditanya lagi kalau yang itu. Mereka lagi mesra-mesraan di UKS" jawab Dea.
"Hah? Ngapain mereka di UKS?" Tanya Naira.
"Tadi katanya Salsa sakit perut, terus Andri bawa ke UKS, dan kita liat tadi mereka lagi romantis romantisan disana" sahut Lucy.
"Emang gak ada akhlak ya mereka" ucap Leon menggelengkan kepalanya.
*************************
Sepulang sekolah Naira dan Miko mampir ke warkop dekat sekolahnya, tadi Naira sudah meminta izin kepada Vino bahwa ia pulang terlambat karena mampir ke warung kopi dekat sekolah. Dan untungnya Vino memberi izin.
"Mas coffe latte nya dua ya" ucap Miko memesan minuman.
"Baik dek silahkan ditunggu" ucap seorang barista disana.
"Mik, kayanya mau hujan deh" ucap Naira melihat langit yang mulai mendung.
"Iya sih kayanya" ucap Miko melihat keatas.
"Ini mas, mba silahkan dinikmati" ucap pelayan memberikan pesanan mereka.
"Duh kayanya emang mau hujan deh" batin Naira yang merasa nyalinya menciut.
Seketika itu pula hujan turun dengan derasnya, diikuti petir yang sangat kencang.
Duaaarrrr.....
"Aaaaaaaaa...." Teriak Naira menutup kedua telinganya.
"Ssstttt jangan takut, aku ada disini" ucap Miko memeluk Naira untuk menyalurkan ketenangan pada kekasihnya.
"Mik, kita pulang aja yuk, aku takut" ucap Naira gemetar, ia memang sangat takut pada petir, makanya bila akan turun hujan Naira mulai merasa was-was.
"Yaudah ayo" ajak Miko melepaskan almamater nya dan menutupi kepala Naira agar tidak basah, tak lupa ia juga membayar pesanannya tadi.
Setelah sampai dirumah Naira, Miko pun langsung pamit pulang karena hari mulai sore.
"Sayang kamu gapapa?" Tanya mama Indri pada putrinya.
"Gapapa mah, tenang aja" jawab Naira tersenyum.
"Yaudah istirahat ya, nanti mama suruh bi Eci buat bikin susu anget" suruh mama Indri yang diangguki Naira.
Naira merebahkan dirinya dikasur empuknya.
Ting....
Suara notifikasi dari hape Naira membuat Naira langsung mengecek, dan ternyata pesan dari Miko.
"By udah enakan sekarang?"
"Iya Mik, kamu gak perlu khawatir"
Miko lega mendengar jawaban Naira, karena terlihat jelas ketika dimobil Naira sangat ketakutan dan tubuhnya juga gemetar.
Tok... Tok... Tok...
"Non boleh bibi masuk?" Teriak bi Eci mengetuk pintu.
"Masuk aja bi!" Sahut Naira dari dalam.
Ceklek.
"Non ini susunya, dan juga ada pancake strawberry kesukaan non Naira" ujar bi Eci meletakkan nampan diatas nakas.
"Iya Bi makasih ya" ucap Naira tersenyum.
"Sama sama non, bibi permisi" ucap bi Eci dan melangkah keluar.