Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Akhirnya jadian


Saat ini Vino sedang duduk bersama seseorang. Ia telah menemukan siapa pelaku penculikan adiknya, dan orangnya ada didepan matanya sekarang.


"Apa maksudmu menculik adikku?" Tanya Vino dingin.


"Ternyata kau tidak berubah bro" ucap Darka yang merupakan teman akrab Vino semasa SMA, tapi kini Darka adalah musuh Vino, lebih tepatnya musuh bisnisnya.


"Tidak usah basa basi, cepat katakan kenapa kau menculik adikku, kau tau kan itu sama saja seperti kau masuk kekadang singa" ucap Vino sinis.


"Selain masalah bisnis, aku punya satu alasan mengapa aku melakukan semua ini" jawab Darka menatap Vino.


"Apa alasanmu?" Tanya Vino tanpa ekspresi.


"Asal kau tau, adikmu sudah membuat adikku sakit hati, dan merebut kekasih adikku sehingga membuat adikku mengalami gangguan jiwa yang cukup parah, tapi untungnya takdir masih berpihak padanya, kini adikku mulai sembuh dan sekarang harus stres karena adikmu itu!" Jelas Darka panjang lebar.


"Jadi kau tidak mau adikmu terluka?" Tanya Vino.


"Tentu saja" jawab Darka cepat.


"Lalu mengapa kau menculik adikku dan menyekapnya digudang hanya karena adikku merebut kekasih adikmu, dan asal kau tau adikku tidak pernah punya kekasih sampai sekarang, jadi rasanya tidak mungkin adikku merebut kekasih adikmu" jawab Vino datar.


"Hahahaha mana mungkin kau tau adikmu sudah punya kekasih atau belum? Kau tidak tahu kan apa saja yang dilakukannya saat berjauhan denganmu?" Sinis Darka.


"Tentu saja aku tau, kau harus tau adikku adalah seseorang yang tidak pernah berbohong dan sangat terbuka padaku, kalaupun dia punya pacar pasti dia akan memberitahuku dan setidaknya aku tau gelagatnya" ucap Vino tak kalah sinis.


"Dan tolong kau didik adikmu dengan baik agar tidak MEMFITNAH adikku!" Ucap Vino menekan kata katanya.


"Aku akan memberikan dua persen saham perusahaan ku padamu, asalkan kau jangan pernah menganggu keluargaku lagi, dan katakan pada adikmu untuk tidak mengganggu adikku lagi" ucap Vino.


"Tawaran yang menarik" jawab Darka.


"Oke deal, jika kau melanggar janjinya, maka akan ku pastikan perusahaanmu akan bangkrut dan keluarga akan menjadi gelandangan!" Ancam Vino dan segera pergi dari sana.


*************************


"Nai gue pengen ngomong serius sama Lo" ucap Miko menatap wajah cantik Naira serius.


"Apa??" Tanya Naira.


"Nai, sejak pertama kali aku melihatmu detakan ini tak lagi sama (Miko menuntun tangan Naira untuk menyentuh dada bidangnya) dan kau tau, kau adalah satu satunya orang yang telah berhasil menempati hatiku, izinkan aku untuk menjaga dan membahagiakanmu" ujar Miko dan berlutut dihadapan Naira.


"Naira Ulansary Do you want to be my lover, and accept me as I am (maukah kamu menjadi kekasihku dan menerimaku apa adanya)?" Ucap Miko dengan tegas dan lantang seraya mengeluarkan kotak merah berisi sebuah kalung.


Naira terkejut tak percaya apa yang didengarnya barusan, jantungnya berdegup kencang seakan ingin meloncat dari tempatnya.


"Miko...." Gumam Naira lirih.


"Naira aku menunggu jawabanmu" ucap Miko.


Dengan menghela nafas dan mengumpulkan semua keyakinannya "Ya aku mau" ucap Naira tersenyum manis, membuat Miko tersenyum sumringah dan langsung memasangkan kalung itu pada leher Naira lalu memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat.


"Terimakasih" satu kata yang lolos dari mulut Miko.


"Mik, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Naira memegang loket kalung yang diberikan Miko.


"No!" jawab Miko dan langsung memeluk erat tubuh Naira.


Tanpa terasa Naira menitikkan air mata harunya, ia tak menyangka bisa melepas masa jomblonya secepat ini.


"Hei kenapa kamu menangis? Apa aku menyakitimu?" Tanya Miko khawatir.


Naira menggeleng "Makasih Mik, kamu udah banyak nolong aku, aku jadi teringat dengan pertemuan pertama kita" ucap Naira membuat Miko berpikir sejenak.


"Waktu itu kamu jatuh ke danau kan?" Ucap Miko tertawa kecil mengingat pertemuan pertamanya dengan Naira.


Naira mengangguk dan tertawa lepas bersama Miko.