
Hari ini Miko melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan selama ini. Yaitu menjemput Naira untuk pergi kesekolah bersama. Entah Miko mau senang atau sedih hari ini. Senang karena hubungannya dengan Naira sudah kembali lagi. Sedih karena mulai hari ini ia tak bisa lagi melihat wajah tampan kakanya. Jujur sampai detik ini Miko masih tak percaya kakanya pergi begitu saja, dan apa yang menyebabkan Daffin sampai meninggal secepat itu? Memikirkan semua itu membuat perasaan Miko campur aduk (udah kaya gado-gado) ðŸ¤.
Mereka telah sampai disekolah, dan ini akan menjadi topik hot disekolahnya karena melihat kedua sejoli ini telah bersama lagi, CLBK (cinta lama bersemi kembali)😆.
"Eh tuh Naira bukan sih?" tanya Salsa yang melihat Naira bergandengan tangan dengan Miko.
"Iye bener, apa mereka udah baikan ya?" sahut Dea.
"Keren sih mereka, bisa baikan secepat itu. Apalagi kalian tau kan sebelumnya gimana?" ucap Lucy menimpali.
"Mungkin karena masalah kemaren kayanya" tambah Rayna.
"Pagi guys.. " sapa Naira dengan senyum manisnya.
"Cieeee yang udah baikan" goda Dea menoel dagu Naira.
"Traktiran dulu dong... " sahut Salsa.
"Ah elah, lo mah kalau makan gratis cepet amat" sahut Lucy berdecak sebal.
"Kalian beneran udah baikan? udah gak ada masalah lagi kan?" tanya Lucu beruntun.
"Enggak kok" jawab Miko.
"Gue kira kalian udah mu stop" sahut Rayna terkikik.
"Mana bisa mereka stop, nanti yang ada nih anak bisa bunuh diri karena ngeliat Miko sama cewek lain" ucap Salsa melirik Naira sambil menahan senyum.
"Sotoy lo!" ucap Naira menyentil kepala Salsa.
"Aduhhh sakit ogeb!" kesal Salsa mengusap jidatnya.
"Wahh udah pada ngumpul nih" sahut Leon yang datang bersama Andri.
"Wihh lo udah balikan aja bro" ucap Andri melihat Miko dan Naira yang tampaknya sudah harmonis kembali.
"Biasa mah mereka tidak terpisahkan" ucap Dea.
"Yank, aku anterin ke kelas yuk" tawar Salsa pada Andri.
"Boleh, yuk" ucap Andri menggandeng tangan Salsa dan pergi dari sana begitu saja.
Kringggg.....
"Yahh udah masuk tuh" ucap Lucy memelas, karena belum puas bercerita.
"Kebiasaan deh, ini masih pagi juga" timpal Dea melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Ini udah jam 07:10 kupret!" sahut Leon juga melihat jam yang di tangannya. Sedangkan Dea hanya mendengus kesal.
"Ayok Nai masuk kelas, ntar lama lama mata gue rusak liat ikan lele yang super nyebelin disini" ucap Dea menggandeng tangan Naira dan juga mengajak para sahabatnya untuk masuk ke kelas.
"Ck.. kutu kupret sialan!" umpat Leon, sebelum akhirnya memilih pergi ke kelas bersama Miko.
*****
Saat jam istirahat mereka pergi ke kantin seperti biasa. sebelum itu Miko telah lebih dulu menjemput Naira untuk makan bersama.
"Eh liat tuh kak Miko sama Naira udah sama sama lagi"
"Katanya mereka udah putus"
"Iya sih gue denger juga gitu, dan katanya Miko mau tunangan sama Kania"
"Wah kalau emang bener begitu, berarti Naira udah rebut tunangan orang dong"
"Gak nyangka ya, Naira yang selama ini kita kenal baik. tapi begitu orangnya"
Itulah bisik bisik para murid melihat Naira dan Miko berjalan bergandengan menyusuri koridor sekolah.
"Mik, mereka pada ngosipin kita. Ya lebih tepatnya gosipin aku" bisik Naira pada Miko.
"Gapapa abaikan aja Nai" ucap Miko.
"Tapi Mik, aku gak mau dicap sebagai perebut tunagan orang!" kesal Naira cemberut.
"Ehemmm... Kalian semua dengerin ya, sekolah ini buat belajar mencari ilmu, bukan buat nyari bahan gosip. Dan satu lagi jangan ngosipin Naira kalau kalian gak tau fakta yang sebenarnya! Paham??" Ucap Miko begitu tegas pada murid murid yang berbisik bisik menggosipkan Naira.
Semua murid tadi hanya bisa diam dan menunduk, mereka tak akan mampu melawan seorang Miko Gerdapati.