Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Dejavu


Saat jam istirahat, Andri melihat Alden yang duduk ditaman belakang bersama seorang cewek. Mereka terlihat sangat mesra, cewek itu terus bergelayut manja di lengan Alden.


"Sayang kamu kemana sih, kok telpon aku gak diangket, chat juga gak dibales" renggek Caroline sang kekasih Alden.


"Maaf sayang, aku lagi sibuk belakangan ini" jawab Alden membelai rambut Caroline.


"Hebat ya Lo, udah rebut cewek gue, Lo malah nyakitin dia dengan main sama perempuan lain" ucap Andri tersenyum sinis mendekat kearah Alden.


"Lo gak usah ikut campur urusan gue!" Tunjuk Alden tajam.


"Lo udah nyakitin Salsa, dan sekarang Lo malah enak enakan main sama perempuan lain. Dasar brengsek!" Umpat Andri dan melayangkan pukulan metah pada pipi Alden.


Bugh.


Alden jatuh tersungkur karena tak bisa menyeimbangkan diri.


Bugh.


Alden juga membalas pukulan Andri, sehingga menyebabkan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Sayang udah" cegah Caroline.


"Urusan kita belum selesai!" Tunjuk Alden lalu pergi bersama kekasihnya.


"Gue bener bener gak nyangka, apa isi otak dia" ucap Andri melihat tingkah laku Alden yang selalu bergonta-ganti cewek. Alden benar benar seorang playboy cap kambing batin Andri.


*************************


"Sa, sekarang Lo cerita sama gue, apa yang membuat Lo kaya gitu sama Alden?" Tanya Naira yang sudah sangat penasaran dari tadi.


Salsa menghela nafas panjang, lalu menceritakan semua yang terjadi tadi malam padanya, ia pun tak kuasa lagi menahan air matanya.


"Sa, udah jangan nangis dong, cowok kaya Alden gak pantes ditangisi" ujar Rayna menghibur Salsa.


"Tapi kenapa rasanya sakit banget" lirih Salsa.


"Lo yang sabar ya, ini yang dinamakan ujian cinta" ucap Dea.


"Nah kan benar dugaan gue, dari awal gue tuh udah punya firasat buruk sama di Alden" sahut Lucy.


"Kenapa Lo gak bilang sama gue?" Tanya Salsa menatap Lucy.


"Gue kasihan sih sama si Andri, dia kayanya patah hati banget liat kedekatan Lo sama Alden" ucap Naira.


"Dan dia liat Lo kaya gitu sama Alden bagaikan dapat jakcpot tau gak" sambung Rayna.


"Lo sebenarnya udah cinta belum sama dia?" Tanya Dea.


"Ya awalnya gue kira dia tuh tulus mencintai gue, tapi kalau diliat sekarang ternyata dia sangat pandai bersandiwara" ucap Salsa geram.


"Makanya Sa, sebelum Lo cinta sama cowok, liat dulu dia kaya gimana, ibarat buku, Lo jangan cuma liat covernya aja, tapi yang penting itu isinya" jelas Lucy.


"Iya maaf gue salah, dan gue beruntung dikelilingi orang orang baik yang selalu membuat gue sadar akan suatu kesalahan" gumam Salsa lirih.


*************************


Saat jam pulang, Salsa tak sengaja bertemu Andri.


"Eh, gue samperin Andri dulu ya" pamit Salsa pada sahabatnya.


"Iya, sikat terus Sa" goda Naira terkekeh.


"Andri..." Panggil Salsa.


Andri yang merasa namanya disebut, langsung menoleh ke asal suara.


"Eh Salsa, belum pulang?" Tanya Andri tersenyum.


"Belum" jawab Salsa.


"Eh tunggu, kenapa bibir Lo kaya gitu?" Tanya Salsa melihat bibir Andri yang sedikit lebam.


"Gapapa, cuma sedikit kok" jawab Andri santai.


"Bentar ya" ucap Salsa dan mengambil sesuatu dari tasnya.


"Sini gue obatin" ucap Salsa dan mulai mengobati luka Andri.


"Kenapa gue merasa dejavu ya?" Batin Salsa.


"Sa, gue sangat berharap Lo bisa cinta sama gue, gue gak peduli seberapa lama gue akan menunggu untuk mendapatkan cinta Lo" batin Andri menatap intens wajah Salsa.