
Setelah sampai dikelasnya, Naira dan Salsa sudah ditunggu oleh ketiga sahabatnya dengan tatapan mengintrogasi.
"Kalian jadi penjaga pintu?" Tanya Salsa melihat mereka berdiri sambil bersedekap tangan didepan pintu masuk.
"Iya..." Jawab Dea asal.
"Sa, kayanya Lo harus jelasin sesuatu sama kita" ucap Rayna menatap intens wajah Salsa.
Salsa mengerutkan keningnya dan sedetik kemudian ia langsung menampilkan wajah bahagianya.
"Oh ya gue lupa bilang, gue sama Andri udah jadian" girang Salsa tersenyum sambil mengingat momen romantis bersama Andri.
"Hah! Seriusan Lo?" Tanya Lucy.
"Iya dong, seneng banget gue gak jomblo lagi" ucap Salsa tersenyum.
"Lo nyindir kita?" Tanya Dea.
"Hehehe gak nyindir sih, tapi kalau kalian ngerasa tersindir yaudah" ucap Salsa menyengir.
"Mentang mentang kita jomblo, seenaknya aja Lo nyindir" gerutu Lucy.
"Kita? Lo aja kali" sahut Rayna membuat semua menoleh kearahnya.
"Emang Lo udah punya pacar Ray?" Tanya Naira.
"Belum sih, tapi kan calon pacar gue udah ada" ucap Rayna tersenyum.
"Siapa?" Tanya mereka serempak.
"Cha Eun Woo" ucap Rayna lalu tertawa keras sedangkan yang lainnya memberenggut kesal karena sudah dikerjai.
"Heh! Kalian ngapain pagi pagi udah gosip!" Pekik pak Bani membuyarkan percakapan mereka.
"Biasa pak, emak emak komplek" sahut Salsa.
"Lo aja kali, masa cewek secantik gue dikatain emak emak komplek" ujar Naira dengan mode narsisnya.
"Kalian gak lupa sesuatu hari ini?" Tanya pak Bani penuh penekanan.
"Duh apa lagi ini?" Batin Lucy cemas.
"Oh ya gue lupa bawa jam tangan yang gue beli di Korea waktu itu. duhh sayang banget padahal mau gue pamerin ke yang lain" ujar Dea membuat emosi pak Bani makin naik.
"Deaaa!!!!!! Cepat piket perpus!" Perintah pak Bani.
"Oh my God gue lupa kalau hari ini jadwal kita" ucap Naira menepuk jidatnya.
"Yaudah ayo, sebelum bel" ajak Rayna dan mereka segera ngacir menuju perpustakaan sebelum pak Bani mengeluarkan amukannya.
*************************
"Beb suapin dong..." Rengek Salsa pada Andri.
"Ihhh modus Lo!" Cibir Dea mencebik.
Andri tersenyum dan langsung menyuapkan bakso kedalam mulut Salsa.
"Hmm kok bakso nya enak ya hari ini?" Tanya Salsa sambil mengunyah baksonya.
"Ya iyalah enak, kan yang suapin babang Andri" goda Rayna membuat Salsa mengulum senyumnya.
"Tau aja Lo" sahut Salsa membuat Rayna berdecak.
"Mik, Lo gak mau suapin Naira?" Ucap Leon tersenyum penuh arti.
Uhukkk... uhukk... uhukk...
"Baby hati hati dong" ucap Miko dan menyodorkan jus nya kepada Naira.
"Ciee baby..." Goda Lucy.
Setelah selesai memberikan minum pada Naira, Miko pun langsung minum pada tempat yang sama dengan yang diminum Naira, itu artinya mereka sedang berciuman secara tidak langsung.
"Mik, itu kan...."
"Sssttt gapapa" ucap Miko mendaratkan telunjuknya dibibir Naira.
"Oh my God so sweet..." Celutuk Dea ikut baper.
"Kalau Lo mau, sana cari pacar" ucap Lucy.
"Huhhhh kenapa statusku selalu dibawa bawa sih!" Kesal Dea mengerucutkan bibirnya.
Naira merasa tak nyaman ia berusaha mencari tempat ternyaman untuk duduk, tapi sepertinya ia kedatangan tamu disaat yang tidak tepat.
"Duh kayanya gue bocor deh" batin Naira gelisah.
"Kenapa by?" Tanya Miko melihat Naira yang tampak gelisah.
"Emm gue ketoilet dulu ya" pamit Naira.
"Mau gue anterin?" Tawar Miko.
"Eh gak usah, gue sendiri aja" tolak Naira dan segera berlalu ke toilet.
Setelah sampai iapun langsung memeriksa dan benar saja, ia kedatangan tamu bulanan.
"Duh gue harus minta tolong sama siapa coba, mana hp gue ketinggalan lagi" gerutu Naira bingung sendiri.