
Semenjak Daffin menemani Naira ke Villa waktu itu, kini Naira sangat nyaman bersama Daffin, ia merasa bahwa Daffin bisa melindunginya dikarenakan Vino sedang sangat banyak pekerjaan, bahkan kakaknya itu harus bolak balik keluar negri untuk mengatasi perusahaan papanya yang sedikit bermasalah. Mama Indri meminta Daffin untuk menjaga Naira selama masa pemulihan ingatannya, dan Daffin tidak masalah akan hal itu. Karena Daffin sudah menganggap Naira sebagai adiknya sendiri.
Sedangkan Miko? jangan di tanyakan lagi, semenjak Miko tau Naira selalu jalan bersama dengan Daffin sudut hati Miko terasa sakit. Entah kenapa ada rasa tidak rela membiarkan Daffin bersama dengan kekasihnya. Padahal Daffin adalah kakaknya, namun Miko takut Naira takkan pernah lagi mengingatnya dan malah jatuh cinta pada Daffin yang notabene nya adalah kakak angkatnya.
"Kak, kesana yuk!" ajak Naira, Ya saat ini dirinya dan juga Daffin sedang berada di mall setelah pulang sekolah.
"Ayo" ucap Daffin menggandeng tangan Naira untuk menuju mesin capit boneka.
"Kak, aku mau boneka kelinci itu" pinta Naira menunjuk boneka kelinci yang memperlihatkan dua gigi lucunya.
"Yaudah kakak coba ya" ucap Daffin dan memasukkan koin lalu mulai berusaha mengambil boneka yang diinginkan Naira.
Dengan sekali capitan Daffin berhasil menangkap boneka kelinci itu, hingga membuat Naira bersorak senang.
"Horeeeyy kakak berhasil" sorak Naira mengangkat kedua tangannya keatas lalu bertepuk tangan.
"Nih, buat kamu" Daffin memberikan boneka itu untuk Naira.
"Makasih kak" ucap Naira lalu memeluk boneka itu. Sedangkan Daffin tersenyum, karena membuat Naira bahagia itu adalah salah satu tugasnya. walaupun Daffin bukanlah kekasih Naira.
"Eh tunggu deh, kok aku kaya pernah kesini sama seseorang?" ucap Naira tiba tiba merasakan dejavu.
"Siapa?" tanya Daffin.
"Aduhh aku lupa deh kak. Tapi beneran deh aku kaya pernah kesini sama seseorang, tapi gak tau siapa" jawab Naira.
"Mungkin Miko" gumam Daffin lirih tapi masih didengar oleh Naira.
"Kakak bilang apa tadi? Naira kesini sama Miko?adik kakak? Dihh buat apa Naira kesini sama dia" ucap Naira membuat Daffin merutuki ucapannya karena merasa keceplosan.
"Enggak kok, yaudah kita mau kemana lagi?" Tanya Daffin.
"Beli es krim" jawab Naira semangat.
"Lets go!" sahut Daffin dan membawa Naira untuk pergi ke stand es krim yang ada disana.
Setelah mendapatkan es krim masing-masing, mereka duduk dikursi yang tak jauh dari sana.
"Hmmm enaknya" ucap Naira memakan es krim nya.
"Eh maaf kak, Naira makan belepotan" ucap Naira nyengir.
"Gapapa" jawab Daffin berusaha memaklumi.
"Kamu suka banget sama es krim ya?" tanya Daffin.
"Suka banget kak" jawab Naira cepat.
"Kalau kakak beliin es krim se-box kamu bakal habis?" tanya Daffin.
"Habis kak, kalau makannya rame rame" jawab Naira menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Ck... Itu namanya bohong" decak Daffin menggelengkan kepalanya.
*******
Saat ini Naira dan Daffin sedang berada di toko peliharaan kucing anggora. Jangan heran kenapa mereka kesini, karena tadi Naira terus merengek pada Daffin untuk membeli kucing anggora. Daffin sempat menolak karena ia tak menyukai kucing, namun melihat wajah kecewa Naira membuat Daffin tak kuasa untuk menolak.
"Kamu mau yang mana?" tanya Daffin melihat Naira sedang memperhatikan beberapa kucing anggora yang ada disana.
"Hmm yang mana ya?" ucap Naira memperhatikan satu persatu kucing disana.
"Menurut kakak lucu yang mana?" tanya Naira meminta pendapat Daffin.
"Lucu semua kok, kamu tinggal pilih aja mau yang mana" jawab Daffin yang sudah merasa geli melihat kucing anggora itu, terutama semuanya berbulu lebat dan kumis panjang.
"Duh, Naira bingung deh mau yang mana, bener kata kakak kucing disini pada lucu dan imut imut" ucap Naira.
"Yaudah kakak tunggu diluar aja ya" ucap Daffin yang tiba tiba mual melihat kucing itu bermain sambil berguling guling didalam kandangnya.
"Eh jangan dong kak, temenin Naira disini" ucap Naira memayunkan bibirnya.
"Daffin mengehla nafas panjang " Yaudah.. " jawab Daffin benar benar pasrah.
"Semoga gak lama" batin Daffin penuh harap.