Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Menjalani hukuman


Jam istirahat.


"De, lo tadi darimana aja sih? Sampe telat gitu?" Tanya Rayna menyeruput es jeruknya. Ya sekarang mereka tengah berada dikantin.


"Iya, tumben banget lo telat" Timpal Salsa.


"Hufftt... Mobil gue lagi di bengkel, jadi terpaksa deh gue naik taksi. Ditambah pagi tadi macet parah bener ya Allah, ampun gue" Jawab Dea mengingat kesialannya hari ini.


"Terus terus?" Tanya Naira.


"Karena gue telat gue jadi dihukum sama pak Bani dan semua itu gegara tiang listrik sialan!" Kesal Dea.


"Chiko maksud lo?"


"Iyalah, siapa lagi?"


"Btw lo dihukum ngapain sama pak Bani?" Tanya Lucy.


"Ngebersihin sekolah nanti" Ketus Dea sebal mengingat hukumannya.


"Ppffttt... Sabar De" Ucap Naira dan sedetik kemudian terdengar tawa dari mereka semua.


"Hahahaha gila sih, pak Bani emang top kalau ngasih hukuman" Ucap Rayna terpingkal pingkal.


"Iyalah, lo kan tau pak Bani rajanya kalau ngasih hukuman" Sahut Salsa menghapus air matanya yang keluar akibat tertawa.


"Kalian jahat banget yah, tertawa diatas penderitaan gue!" Sungut Dea mendengus kesal.


"Gimana gak ketawa kalau ceritanya begitu, lagian lo ngapain aja sampe dihukum begitu? Masa karena telat doang" Tanya Lucy.


Dea pun menceritakan semua kejadian yang dia alami hari ini secara mendetail tanpa kurang ataupun lebih. Dan itu sukses membuat tawa mereka semakin pecah.


"Buhahahaha gila gila, ini sih kocak banget"


"Aduh aduhh perut gue sakit" Ucap Rayna memegang perutnya sambil tertawa terbahak-bahak.


"Lagian ngapain juga lo bilang lagi ngapel, sekarang rasain aja akibatnya hahahaha" Naira tak bisa berhenti tertawa.


"Nyesel gue cerita ke kalian" Dea semakin kesal lantaran sahabatnya tak ada satupun yang peduli padanya.


"Sorry sorry De, bukan maksud gue ngetawain lo cuma lo aja yang membuat kita ketawa kaya gini" Ujar Salsa.


****


Sepulang sekolah.


"Eh, kalian gak ada cita cita buat bantuin kita?" Tanya Dea pada sahabatnya yang hendak pulang bersama pasangannya masing-masing.


"Itukan hadiah buat kalian berdua, so... Nikmati aja kita gak akan ganggu kok" Jawab Naira.


"Chik, hati hati lo" Ujar Leon tersenyum penuh arti.


"Hati hati apaan?"


"Hati hati karena bisa jadi moment ini adalah moment pdkt kalian hahaha" Sahut Andri tertawa.


"Heh! Emang lo pikir gue mau sama tiang listrik kaya lo!" Ucap Dea tak mau kalah.


"Hahaha tuh kan kalian kompak banget. Oke deh gue do'ain semoga kalian jodoh" Timpal Miko.


"Gak akan!" Jawab mereka serempak.


"Tuh kan, baru juga dibilangin"


"Yaudah kita pamit yah, selamat menikmati hukuman kutu kupret dan tiang listrik" Ucap Leon dan setelah itu menggandeng tangan Lucy untuk pergi dari sana, diikuti yang lainnya.


"Sumpah yah, ini hukuman paling konyol yang pernah gue dapetin" Gerutu Dea memayunkan bibirnya.


"Udah gak usah banyak protes. Gak akan kelar kalau kita cuma berdiri disini" Sahut Chiko dan mulai mencari peralatan bersih bersih.


"Ya Allah semoga tulang gue masih utuh setelah ini" Gumam Dea dan segera menyusul Chiko.


***


Setelah menghabiskan waktu selama 3 jam lamanya kini mereka berhasil membersihkan sekolah yang sangat besar itu. Beruntung tadi ada petugas kebersihan sekolah yang datang untuk membantu, jadi mereka bisa dengan cepat menyelesaikannya. Jangan ditanya dimana pak Bani? Sudah pasti pak guru itu tengah beristirahat santai dirumahnya, tanpa memikirkan kedua anak muridnya ini.


"Makasih ya bi" Ucap Dea dengan wanita paruh baya itu.


"Sama sama neng, kalau gitu bibi permisi yah mau pulang, udah sore ini" Pamit bibi yang dibalas anggukan kepala dari mereka.


"Haus banget gue. Mana ini tubuh capek banget lagi" Keluh Dea dan memeriksa tas ranselnya. Namun sialnya air minumnya sudah habis tak tersisa.


"Chiko lo punya minum?" Tanya Dea pada Chiko.


"Nih" Ucapnya sambil menyerahkan sebotol air minum pada Dea.


Dengan cepat Dea langsung menyambar nya dan meneguk habis tanpa sisa.


"Lo kaya orang udah setahun gak minum" Decak Chiko.


"Gue tuh haus banget, itu aja kurang"


"Hmm, yaudah ayo balik" Ajak Chiko.


"Eitss tunggu dulu. Sebelum balik kita mampir dulu yah ke warung nasi goreng" Ucap Dea.


"Kenapa?"


"Yaelah lo pake nanya lagi. Ya jelas buat makan lah, emang ada orang mancing disana" Jawab Dea kesal.


"Ini udah sore loh, bentar lagi malem. Emang lo gak dicariin sama orangtua lo?" Tanya Chiko.


"Tenang aja, gue tadi udah telpon nyokap gue bakal pulang telat. Lo juga gak mau kan gue pingsan karena kelaperan?"


"Hmm.. Yasudahlah"


Merekapun akhirnya berangkat menggunakan mobil Chiko untuk pergi ke warung nasi. Ya tadi Chiko sudah meminta salah satu temannya untuk membawakan mobil kesekolah. Dan motornya sudah dibawa oleh temannya itu.