Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Pacaran


Hari ini Dea berangkat kesekolah bersama Chiko, Sudah seminggu ini mereka jadi pacar pura pura jika di depan orangtua mereka, dan belakangan ini mereka juga tidak lagi banyak berdebat.


"De.. " Panggil Chiko sambil fokus menyetir.


"Apaan?" tanya Dea sambil memainkan HP nya.


"Gue mau ngomong sama lo"


"Yaudah ngomong aja, biasanya lo langsung ngomong gak usah pake izin segala" Ucap Dea sambil masih fokus pada HP nya.


"Dengerin gue" Chiko langsung merebut HP Dea, membuat si empunya memberenggut kesal.


"Yaudah apaan?" Tanya Dea dengan wajah cemberut nya.


"Mulai sekarang kita gak lagi jadi pacar bohongan" ucap Chiko tegas.


"Yaudah, gak perlu rebut HP gue segala kali"


"Gue mau kita serius"


"Ma-maksud lo a-apaan?" tanya Dea terbata.


"Kita berhenti jadi pacar pura pura, dan gue mau kita pacaran beneran"


"Hah?"


"Orangtua kita udah sama sama kenal satu sama lain, dan kita juga sudah tidak ada halangan lagi untuk menjalani hubungan yang serius"


"Ja-jadi lo nembak gue?"


"Hmm, dan gue harap lo gak nolak"


"Gilaa gini ternyata rasanya ditembak" Batin Dea.


"Emm, Gue... "


"Please De, gue udah lama ngerasain semua ini, tapi gue tetap ngelak. Dan sekarang gue gak bisa lagi membohongi diri sendiri"


"Lo udah lama suka sama gue?" tanya Dea spontan.


"Ya.. "


"Dan gue yakin lo gak punya pacar" lanjut Chiko yakin.


"Sok tau lo"


"Jadi??" Tanya Chiko menautkan alisnya.


"Jadi apaan?" bukannya menjawab Dea malah balik bertanya.


Ctakk.


"Aww, sakit ege!"


"Tuh otak lelet banget" cibir Chiko.


"Ishh, gue yakin otak lo gak jauh jauh sama gue"


"Gimana?"


"Gue... "


"Eh, lo asal ngambil keputusan sembarangan"


"Biarin, lo ditanya gak jawab terus. Yaudah gue anggap iya"


"Akhirnya setelah sekian purnama status gue berubah" batin Dea bersorak.


***


Saking senangnya sampai didepan kelas, Dea tak henti hentinya mengembangkan senyumnya.


"De, lo kesambet apaan tadi?" Tanya Naira.


"Tau tuh, senyam senyum gak jelas lo!" timpal Rayna.


"Eh, gue tuh lagi bahagia tau" jawab Dea.


"Bahagia lo udah overdosis De" sahut Salsa.


"Gue penasaran apa yang membuat lo bahagia sampe udah kaya orang gila aja" tambah Lucy.


"Sialan lo!" sungut Dea kesal.


"Yaudah lo cerita apaan yang buat lo bahagia" ucap Naira.


"Kayanya gue bakal rahasiain yang satu ini deh" ucap Dea, membuat mereka langsung menekuk mukanya.


"Sialan lo!"


"Ayolah De, cerita sama kita, jangan buat gue mati penasaran" Ucap Rayna.


"Pokoknya tadi gue ngalamin moment yang gak pernah gue rasain" jawab Dea.


"Ah lo buat gue makin penasaran aja" sungut Lucy.


"Moment yang gak pernah lo rasain?? kira kira apa ya?" Salsa mencoba menebak.


"Bisa lo jelasin kek gimana moment itu?"


"Kalau gitu gue udah bocorin jawabannya dong, kalian gimana sih"


"Jam istirahat kalian bakalan tau" ucap Dea tersenyum penuh arti.


"Dihh, gak jelas lo!"


... Jam istirahat di kantin...


"Keknya ada yang aneh deh sama kalian berdua" Miko melemparkan tatapan curiga pada Chiko dan Dea.


"Iya tuh, kamu tau yank dari tadi Dea senyam senyum terus gak jelas" timpal Naira.


"Gue curiga kalau kalian punya something" Sambung Leon.


"Dari gerak geriknya aja mencurigakan" Andri ikut menimpali.


"Iyalah orang kita udah damai" jawab Dea santai.


"Dan yang pasti kita udah pacaran" sambung Chiko.


"WHAATTT PACARAN!!"