Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Undangan pesta


Sementara di sebuah coffe shop kini Vino sedang berbincang-bincang dengan seseorang.


"Vin, nih buat lo. Dateng ya" ucap seorang pria memberikan kartu undangan.


Vino membacanya dengan detail, ia membulatkan matanya.


"Lan, lo gila ya. Ini pesta bawa pasangan!" ucap Vino.


"Ya sekalian ngerayain ulangtahun gue. Lo gak lupa kan?" tanyanya.


"Lo sebenarnya ngajak gue, atau ngeledekin gue?" Ucap Vino memberenggut kesal.


"Ah elah apa susahnya sih tinggal cari pasangan aja" ucap Erlan yang tak lain adalah sahabat baik Vino serta kakak Andri.


"Gue mau ngajak siapa Lan?" tanya Vino.


"Lo gak punya pacar?" tanya Erlan menyelidik. Membuat Vino hanya mengangkat bahu bodo amat.


"Pokoknya gue gak mau tau, lo harus dateng siapapun pasangannya titik gak pake koma!" lanjut Erlan tegas, membuat Vino mencebik kesal.


"Gue harus bawa siapa coba?" batin Vino.


***


"Nih buat kalian, dateng ya" ucap Andri membagikan satu persatu undangan ulang tahun kakak nya.


"Wihh udah lama gak ke pesta" sahut Leon menyambar undangan itu.


"Ini pesta bawa pasangan?" tanya Dea.


"Lo gila Ndri, gimana gue bisa dateng coba?" keluh Rayna.


"Ah elah apa susahnya sih, lo tinggal bawa pasangan aja. Terserah deh siapa yang penting laki laki" ucap Andri.


"Lo ngomong gitu karena lo udah punya pasangan, lah gue?"


"Iya nih, gak adil!" timpal Dea.


"Lo sama gue aja" ucap Chiko tiba-tiba.


"Whatt?? apa lo bilang?" pekik Dea menajamkan indra pendengarannya.


"Lo sama gue aja" ucap Chiko mengulang kalimatmya.


"Chik, lo gak kesambet apa apa kan tadi?" tanya Miko menyelidik.


"Ya enggaklah. Emang apa salahnya?" jawab Chiko santai.


"Udah ah gue gak mau dateng!" ucap Rayna cemberut.


"Ray, lo harus dateng dong. Masa kita semua dateng lo enggak" ucap Salsa.


"Kak Vino lagi?" ucap Rayna membulatkan matanya.


"Nah iya ya. Kenapa gue gak keinget sih" celutuk Lucy terkekeh.


"Tapi-"


"Udahlah Ray, lo tenang aja kak Vino bakal mau kok" ucap Naira meyakinkan.


"Nai, gimana kalau kak Vino sama pacarnya?" lirih Rayna.


"Astaga Rayna, kak Vino tuh belum punya pacar, dan gue yakin kak Vino gak bakal nolak" ucap Naira.


"Udah Ray, lo percaya sama gue. Tugas lo nanti malem siap siap dandan yang cantik. Dan kak Vino bakal jemput lo kerumah" lanjut Naira.


"Dia gak sama lo?" tanya Rayna.


"Ya enggak lah, gue mau sama pangeran gue dong" jawab Naira melempar senyum kearah Miko. Membuat Miko langsung mengacak gemas rambut Naira.


****


Sore harinya Naira dan Vino tengah menonton TV dirumah, ralat cuma Naira yang menonton, Vino sedang sibuk memikirkan sesuatu. Entah apa itu.


"Kak... " panggil Naira.


"Kenapa?"


"Kakak diundang gak sama kak Erlan?" tanya Naira.


"Iya kenapa?"


"Kamu juga diundang?" tanya Vino. Membuat Naira juga mengangguk.


"Kakak udah punya pasangan emang?" tanya Naira menyelidik, membuat Vino menghela nafas panjang.


"Belum"


"Nah pas banget, kakak sama Rayna yah?" ucap Naira.


"Sayang kenapa harus Rayna lagi sih? masa kakak kesana bawa bocil" ucap Vino cemberut.


"Ihhh kakakkk... Rayna itu gak bocil tau!" kesal Naira memukul Vino dengan bantal sofa.


"Emang Rayna sendiri?" tanya Vino.


"Iya, makanya nanti malem kakak dandan yang ganteng, terus jemput Rayna ke rumahnya" tutur Naira.


"Tapi-"


"Gak ada tapi tapian. Pokoknya Naira mau kakak sama Rayna nanti malem. Kalau enggak awas aja!" ancam Naira memberikan tatapan tajam pada kakanya dan segera pergi.