Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Menggoda Salsa


"Al, kapan sih kamu mau bawa Salsa kesini lagi?" Ujar Dian, sang ibu Alden.


"Mah, Salsa sibuk jadi gak sempat kesini" jawab Alden dan mulai memainkan PS nya.


Ting... Tong... Ting... Tong...


"Siapa sih?" Ucap Dian dan mulai membuka pintu.


Ceklek.


Dian terkejut saat melihat kedatangan seorang wanita dengan berpakaian sexy yang kekurangan bahan.


"Hay Tante" sapa Caroline tersenyum manis.


"Siapa kamu?" Tanya Dian menatap intens Caroline.


"Saya Caroline Tante, pacar Alden" ucap Caroline mengulurkan tangannya.


"Pacar?" Dian menautkan alisnya.


"Iya Tante, dan aku kesini karena udah janji mau jalan sama Alden" ujar Caroline tersenyum.


"Nggak usah ngada ngada kamu, pacar Alden itu cuma Salsa!" Jawab Dian menatap Caroline dengan tatapan tak suka.


"Salsa?" Gumam Caroline mencoba mengingat.


"Gue cinta sama Salsa Car, bukan sama Lo"


Itulah ucapan yang Alden lontarkan saat Caroline menyatakan perasaannya secara terang-terangan.


"Oh Salsa itu cuma mantan Alden Tante, itu cuma masa lalu, dan Caroline lah masa depan Alden" ucap Caroline berlagak sombong.


"Mantan?" Gumam Dian dan sedetik kemudian ia mengepalkan tangannya dan langsung menutup pintu dengan kasar.


Brakk.


"Astaga..." Ucap Caroline mengelus dadanya.


"Calon mertua kok kaya calon ibu tiri sih?" Keluh Caroline yang masih berdiri disana.


"Alden!!!" Pekik Dian menggema membuat Alden langsung menutup kedua telinganya.


"Apaan sih mah!" Kesal Alden menatap sang mama.


"Aduhh mama lepasin!" Ringgis Alden mencoba melepaskan tangan mamanya.


"Sekarang jelaskan pada mama, kenapa kamu bisa jadiin Salsa itu mantan, dan kenapa kamu memilih wanita tadi untuk menjadi pacar kamu!" Ucap Dian dengan tatapan mengintrogasi dan melepaskan jeweran pada telinga putranya.


"Duh panas banget" ucap Alden mengelus telinganya yang serasa kebakaran.


"Siapa wanita tadi?" Tanya Dian sekali lagi.


"Wanita mana mah?" Tanya balik Alden.


"Tadi ada wanita datang kesini dengan baju yang kekurangan bahan, terus dia bilang kalau dia pacar kamu. apa maksudnya!" Tekan Dian tajam.


"Wanita??" Gumam Alden dan teringat akan kekasihnya Caroline.


"Bukan siapa-siapa mah" jawab Alden santai dan langsung berlari kekamarnya.


"Alden!!!!!" Teriak Dian kesal.


*************************


Saat ini Andri dan Salsa tengah berada di cafe untuk makan siang bersama.


"Ndri, Lo tau gak gimana caranya buat mudah move on sama seseorang?" Tanya Salsa yang membuat Andri terdiam sejenak.


"Ndri, kok Lo bengong sih?" Salsa melambaikan tangannya didepan wajah Andri.


"Eh, Lo bilang apa tadi?" Tanya Andri yang seketika otaknya langsung blank.


"Gak jadi" ucap Salsa cemberut membuat Andri terkekeh.


"Ngambek nih ceritanya?" Goda Andri menoel dagu Salsa.


"Andri!!!" Pekik Salsa bertambah kesal.


"Kamu tuh makin cantik kalau lagi kesel" ujar Andri membuat Salsa tersipu malu.


"Bisa aja Lo" elak Salsa dengan muka yang sudah memerah bak kepiting rebus.


"Hahaha oke oke, gue gak akan goda Lo lagi, karena gue gak tahan liat wajah Lo kaya gitu. Lo abis kecemplung air anget atau ketebelan pake blush on?" Lagi lagi Andri menggoda Salsa membuat Salsa serasa ingin bersembunyi dilubang semut saja untuk menutupi rasa malunya dan supaya Andri tak bisa melihatnya.


"Kenapa kamu semakin cantik saja Sa, membuatku tak sabar untuk memilikimu" batin Andri tersenyum.