Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Kena hukuman


Naira masuk keruangan kepesk.


Ceklek.


Naira melihat Miko yang sudah ada disana berhadapan dengan kepsek.


"Naira duduk!" Titah pak Budi.


Naira pun duduk dikursi depan kepsek bersebelahan dengan Miko.


"Kenapa kalian berdua datang terlambat!" Tegas pak Budi menatap tajam kedua murid tersebut.


"Pak, saya terjebak macet pagi tadi" jawab Naira.


"Saya ada urusan penting pak" jelas Miko.


"Naira, kamu sudah lima kali datang terlambat, dan sebagai hukumannya kamu buat dibuku ini (mengeluarkan buku) 'Saya tidak akan datang terlambat lagi' sepenuh buku sampai habis, dan harus selesai dalam satu hari, besok kumpul!" perintah pak Budi membuat Naira memekik tak percaya.


"Whatttt!!!!" Pekik Naira menepuk meja dengan keras.


"Pak yang bener aja dong, masa nulis satu buku, nanti tangan saya bisa bisa copot!" Protes Naira tak setuju.


"Kalau kamu tidak mau buat, baiklah bapak akan memberikan kamu surat panggilan untuk orangtuamu" ujar pak Budi membuat Naira menekuk wajahnya.


"Pak..." Renggek Naira dengan muka memelas.


"No coment!" Ujar pak Budi dan beralih menatap Miko.


"Dan kamu Miko, bersihkan gudang, susun semua barang disitu sampai rapi" perintah pak Budi tegas.


"Pak Gak ada hukuman lain apa?" Ujar Miko tak setuju.


"Tidak ada! dan kalian berdua keluar kerjakan tugas masing masing!" Suruh pak Budi membuat mereka keluar.


"Mik, maaf ya..." Ujar Naira lirih.


"Buat?" Miko menautkan alisnya.


"Lo jadi kena hukum karena gue" ucap Naira merasa bersalah.


"It's okay, gue bisa kok, cuma bersihin gudang doang" ucap Miko enteng .


"Boleh gue bantu?" Tanya Naira.


"Gak usah, nanti Lo cape, udah gue sendiri aja" ujar Miko tersenyum.


"Mik, pliss..." Pinta Naira mengeluarkan puppy eyesnya membuat Miko menghela nafasnya.


Setelah sekitar 30 menit, mereka selesai membersihkan gudang sekolah.


"Capek?" Tanya Miko pada Naira, yang hanya dibalas anggukan kepala dari Naira.


"Ayo!" Ajak Miko menggandeng tangan Naira.


"Kemana?" Tanya Naira bingung.


"Udah ikut aja" jawab Miko dan berjalan menuju kantin bersama Naira.


"Bu, es teh manis dua ya" pesan Miko pada Bu Leni.


"Baiklah tunggu sebentar" ujar Bu Leni dan membuatkan pesanan mereka.


Setelah pesanan siap mereka langsung meminumnya dan berbincang-bincang sambil tertawa.


"Eh itu kan Naira?" Ucap Lucy menunjuk Naira.


"Iya, ngapain mereka berdua?" Ujar Dea penasaran.


"Jangan-jangan mereka ada hubungan spesial?" Tebak Rayna.


"Liat mereka kaya orang lagi pacaran aja" sambung Salsa melihat Naira diperlakukan manis oleh Miko.


*************************


"Nai, gimana tadi?" Tanya Rayna saat jam pulang.


"Udah deh, pak Budi kalau ngasih hukuman gak tanggung-tanggung" keluh Naira memelas.


"Emang apa hukumnya?" Tanya Salsa menahan tawa.


"Gue disuruh nulis satu buku penuh dalam satu hari. Gila gak sih!" Jawab Naira menggelengkan kepalanya.


"Buhahahaha" tawa Dea pecah mendengar penuturan dari Naira.


"Lah Lo malah ketawa, emang dasar teman gak ada akhlak yak!" Umpat Naira kesal.


"Lo syukurin aja lah" sahut Lucy terkekeh.


"Kenapa sih hari ini kok sial banget, pagi tadi macet, sekarang dikasih hukuman sama kepsek galak. Huhhhh" gerutu Naira mengerucutkan bibirnya.


"Kalau bukan karena macet, udah selamat gue dari hukuman" lanjut Naira yang teka henti-hentinya mengoceh.


"oh jadi Lo telat karena macet?" tebak Salsa yang dibalas anggukan kepala dari Naira.