
Sementara itu dirumah Naira, kini mereka sedang berkumpul bersama. biasalah ini adalah salah satu kebiasaan mereka.
"Guys gue udah putus sama Miko" ucap Naira pelan.
"Whattt??? Lo serius Nai?" pekik Dea histeris.
"Ah elah lo kecilin dikit volumenya napa!" kesal Rayna mengusap telinganya karena Dea memekik didekat telinganya.
"Lo serius Nai?" tanya Rayna. Membuat Naira mengangguk pelan.
"Kenapa Nai? apa karena masalah itu?" tanya Lucy.
"Emang lo percaya sama berita itu? bisa jadi itu cuma hoaks semata Nai" sahut Salsa.
"Lagian nih ya. Miko itu baik, orangnya sopan, tajir melintir, apalagi gantengnya udah kaya idol K-pop Korea. Apalagi yang lo mau?" sambung Dea.
"Duh satu satu dong ngomongnya" ucap Naira yang sudah bertambah pusing mendengar celotehan demi celotehan sahabatnya.
"Gue gak tau kenapa gue ngomong putus sama dia tadi" lanjut Naira.
"Jujur gue nyesel ngomongin itu" batin Naira yang merasa menyesal atas ucapannya.
"Kok gak tau sih? Lidah lo lagi keseleo apa?" sungut Salsa.
"Eh Sa ini bukan waktunya bercanda ya" peringat Rayna.
"Gue gak bercanda, justru Naira yang bercanda. Masa dia putus sama Miko gak tau kenapa. Kan gak lucu" ucap Salsa mengambil jus jeruk didepannya yang memang sudah disediakan oleh tuan rumah.
"Abisnya gue tuh udah terlanjur kesal tadi" ucap Naira.
"Makanya Nai, lo jangan ngambil keputusan kalau lagi marah. Jadi gini kan" decak Lucy.
"Terus gimana dong?" tanya Naira.
"Nai, lo masih cinta sama Miko?" tanya Rayna.
"Banget" jawab Naira.
"Gue rasa Miko juga cemburu liat lo berduaan dengan kak Daffin terus. Ya walaupun mereka kakak adik, cuma itu jangan lo jadiin alasan untuk Miko gak cemburu" ucap Dea.
"Gue juga cemburu liat dia sama Kania terus" ucap Naira tak mau kalah.
"Haisss kalian ini. Yang namanya cinta itu butuh perjuangan. Kalau lo hanya diem aja, gimana bisa nemu bukti kalau Miko dan Kania beneran gak pacaran" jelas Lucy.
"Kita bisa bantu kok, kalau lo mau balikan lagi sama Miko" lanjut Salsa.
"Beneran??" tanya Naira berbinar.
"Iya... " jawab Salsa.
"Makasih ya" ucap Naira tersenyum.
"Yeee lo sih, main ambil keputusan aja. Giliran udah putus nyesel kan lo" decak Dea.
"Kan waktu itu perasaan gue lagi campur aduk banget" jawab Naira.
"Iya, saking campur aduk nya udah kaya gado-gado" sindir Rayna, membuat Naira menyegir.
"Tenang aja Ray, kalau lo punya pacar gue bakal bantu lo buat pdkt, jadian, atau bila perlu gue bantu bantu lo pas mau nikah nanti. Bila perlu gue jadi tukang cuci piring" ucap Naira.
"Yaelah masih lama kali kalau mau nikah. Jodoh aja belum kecium baunya" sahut Rayna.
***
Sementara itu Miko juga tengah berkumpul dengan para sahabatnya. Meraka lagi berada di tempat biasa Andri nge-band bersama teman-temannya.
"Kalian kalau ada acara gitu, atau di sewa. latihannya berapa lama?" tanya Leon.
"Sekitar 1 sampai 2 minggu lah" jawab Andri.
"Gue gak tau kalau selama ini lo punya bakat tersembunyi" ucap Leon.
"Ck... lo aja yang gak pernah liat" decak Andri.
"Mik, lo kenapa? dari tadi diem mulu. Lagi sariawan lo?" tanya Chiko.
"Gue diem karena gue lagi nyimak pembicaraan kalian" jawab Miko berkilah.
"Kirain lo lagi sariawan parah" sahut Leon.
"Tumben lo irit bicara hari ini?" tanya Andri.
"Lagi galau dia mah" jawab Leon yang sudah bisa menebak.
"Ah lo bisa juga galau ternyata" ucap Chiko cekikikan.