Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Ujian cinta


Miko dan Leon sudah sampai di rumah sakit, mereka segera menuju ruangan dimana Naira berada.


Ceklek.


Mereka masuk, terlihat semua sahabat Naira tengah berkumpul sambil berceloteh.


"Naira... " Panggil Miko dan reflek Naira pun menoleh ke asal suara.


"Aww.. " ringis Naira memegangi kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.


"Nai, lo gapapa?" tanya Salsa khawatir.


"Siapa lo? kenapa lo kesini?" tanya Naira pada Miko sambil memejamkan matanya kuat.


"Nai, gue Miko. pacar lo" ucap Miko mendekat.


"Aw.... " rintih Naira yang merasa kepalanya makin terasa sakit.


"Nai, are you okay?" tanya Miko.


"Pergi lo dari sini! kepala gue sakit ngeliat lo" usir Naira mentah-mentah.


"Hah?!" semua orang dibuat terkejut atas pengakuan Naira barusan.


"Pergi!!! " Teriak Naira kencang. membuat Miko memundurkan langkahnya.


"Stttt Nai, jangan teriak teriak" ucap Lucy mengelus punggung Naira.


"Cy, lo usir dia dari sini. sebelum gue sendiri yang akan usir dia" ucap Naira membuat Lucy bingung harus berbuat apa.


"Cy, lo denger gue kan?" tanya Naira.


"Eh iya Nai" ucap Lucy gelalapan.


"Cepetan!" titah Naira.


"Emmm... " Lucy bingung harus berbuat apa.


"Nai, lo inget siapa gue?" tanya Leon menunjuk dirinya sendiri.


"Inget. Leon kan?" jawab Naira.


"lo gak inget siapa dia?" tanya Leon menunjuk Miko.


"Enggak. emang siapa dia? kenapa dia kesini dan ngaku ngaku sebagai pacar gue?" tanya Naira.


"Nai, dia sahabat gue. emang lo gak pernah ngerasa dekat sama dia?" ucap Leon yang langsung dapat gelengan kepala dari Naira.


"Mendingan lo ajak sahabat lo itu pergi dari sini. karena semakin gue ngeliat dia. kepala gue semakin sakit" perintah Naira tegas.


Leon menggandeng tangan Miko untuk pergi dari sana. tapi Miko menggelengkan kepalanya seolah berkata 'gue masih pengen disini'.


"Mik, udah ayok! " ajak Leon menarik paksa tangan Miko pergi keluar ruangan.


"Lo gak liat Naira kesakitan gitu ngeliat lo. apa lo tega biarin dia kaya gitu?" Ucap Leon membuat Miko terdiam.


Sementara didalam ruangan, kini Naira sudah merasa lebih baik. sakit kepalanya seketika hilang saat Miko keluar.


"Nai, kenapa lo bisa inget semua orang, tapi lo gak inget sama Miko?" tanya Salsa.


"Oh jadi namanya Miko" ucap Naira manggut-manggut.


"Lo gak tau nama dia?" tanya Dea yang langsung dapat gelengan kepala dari Naira.


"Lo dod*l banget sih, Naira aja gak inget siapa orangnya apalagi namanya" ucap Rayna menoyor kepala Dea.


"Emang dia siapa sih? pake sok soan ngaku pacar gue?" tanya Naira.


"Nai, lo gak ngerasa punya pacar?" tanya Lucy.


"Enggak, kalian tau sendiri kan gue paling anti pacaran" ucap Naira.


"Lo gak pernah ngerasa dekat sama laki laki?" tanya Rayna membuat Naira menggeleng.


"Emang gue pernah dekat sama laki laki?" tanya balik Naira. membuat keempat sahabatnya menghela nafas panjang.


"Udah gak usah dipikirin. lo mau makan buah? biar gue kupasin" tawar Lucy yang dapat anggukan dari Naira.


***********************


1 minggu kemudian.


Kini Naira sudah diperbolehkan pulang, kondisinya sudah benar-benar stabil.


"Sayang kamu istirahat aja dikamar. dan kalau ada apa apa panggil mama ya" suruh mama Indri.


"Iya mah.. " jawab Naira dan berjalan menuju kamarnya.


Didalam kamar, Naira merebahkan tubuhnya dikasur empuknya. dan tak berselang berapa lama ponselnya berdering. ia segera meraihnya untuk melihat siapa yang menelponnya.


"Miko???" gumam Naira menyeritkan keningnya melihat nama yang tertera disana.


Naira mencoba mengingat ingat siapa Miko. dan tak butuh waktu lama iapun ingat bahwa Miko adalah orang yang pernah mengaku sebagai pacarnya.


"Eh tunggu, kok nomor dia ada sama gue sih? masa gue nyimpen nomor dia?" gumam Naira dan memencet tombol merah yang ada disana.


"Buat apa juga gue ladenin manusia kaya dia. mending gue nonton drakor" lanjut Naira dan menyetel kaset untuk menonton drakor.


Sementara Miko yang mendapatkan tolakan telpon Naira, menjambak rambutnya frustasi.


"Aarrrkkkkhhh..... " Ucap Miko dan segera melempar ponselnya kekasurnya.


"Apakah ini yang dinamakan ujian cinta?" Gumam Miko lirih.