Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Naira hilang!


"Mik, gue ke toilet bentar ya" pamit Naira yang diangguki Miko.


"Jangan lama lama ya" teriak Miko membuat Naira tersenyum simpul.


"Mana sih mereka?" Gumam Naira celingak-celinguk mencari keberadaan sahabatnya.


Tiba tiba saja seseorang datang dari belakang menutup mulut Naira dengan saputangan yang sudah dikasih obat bius.


"Emmmttt" Naira memberontak, tapi karena dosis obatnya tinggi membuat Naira langsung tak sadarkan diri. Dengan segera orang itu membawa Naira menjauh dari sana dan menuju sebuah gudang.


Ia mendudukkan Naira di kursi yang ada didalam sana, dan mengikat tangan serta kaki Naira, tak lupa juga menutup mulut Naira dengan lakban hitam.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


"Semua sudah beres bos" ucap orang itu mengubungi seseorang.


"Bagus, kamu cepat pergi dari sana dan jangan sampai orang tahu hal ini" ucap seseorang diseberang sana.


"Nanti uangnya gue transfer" lanjutnya dan menutup telpon secara sepihak.


Miko yang sudah menunggu cukup lama pun gelisah karena Naira belum juga datang.


Drrrttt... drrrttt.. drrrttt...


Miko mencoba menghubungi Naira, namun ponselnya tidak aktif, beberapa kali Miko mencoba namun hasilnya selalu sama.


"Nai, Lo kemana sih?" Gumam Miko celingukan mencari keberadaan Naira.


"Miko, Naira mana?" Tanya Lucy yang menghampiri Miko bersama yang lainnya.


"Loh, Naira gak sama kalian?" Tanya balik Miko.


"Bukannya tadi dia sama Lo?" Jawab Rayna.


"Iya tadi dia emang sama gue, terus tadi katanya mau toilet bentar, tapi sampai sekarang belum balik" jelas Miko.


"Lo udah hubungi dia?" Tanya Salsa.


"Udah, tapi hapenya gak aktif" jawab Miko mulai khawatir.


"Yaudah kita cari sama sama, pasti Naira sekitar sini kok" ajak Dea dan mereka mulai berpencar mencari Naira.


"Naira....." Teriak Miko terus berjalan.


"Kalian liat Naira gak?" Tanya Miko pada segerombolan orang disana.


"Enggak" jawab mereka serempak.


"Duh Nai, Lo dimana sih?" Ujar Salsa yang sudah berkeliling dari tadi, namun tak ada tanda-tanda Naira.


"Naira udah kaya setan deh ngilang gitu aja" timpal Dea.


"Duh gimana kalau kita gak nemuin Naira? Bisa gawat ini" ucap Rayna yang sudah kalang kabut.


Hari sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun Naira tak kunjung menampakkan batang hidungnya, membuat para sahabatnya khawatir bukan main.


"Duh gimana nih, hari udah malem, tapi Naira gak ketemu juga, kita harus bilang apa sama om dan tante?" Ucap Lucy yang sudah berkeringat dingin.


Miko juga sudah meminta bantuan Leon, namun hasilnya nihil, tak ada satupun dari mereka yang bisa menemukan keberadaan Naira.


"Nai Lo dimana sih, jangan bikin gue khawatir" batin Miko mengusap kasar wajahnya.


Terlihat mobil Vino telah memasuki area pesta, membuat mereka gemetar tak tahu harus berbuat apa.


"Itu pasti kak Vino deh" tunjuk Rayna pada mobil Vino.


"Tamatlah riwayat kita" sambung Dea pasrah.


Vino berjalan menghampiri mereka.


"Kalian belum pulang?" Tanya Vino.


"Belum kak" jawab Salsa tersenyum kaku.


"Mana Naira? Kok gak sama kalian?" Tanya Vino yang tak melihat keberadaan adiknya.


Deg.


Jantung mereka berdetak tak karuan, mereka hanya bisa pasrah tak tahu harus berbuat apa.


"Kak maafin kita, tapi Naira---" Lucy menggantung ucapannya .


"Naira kenapa?" Tanya Vino yang sudah punya firasat buruk.


Mereka saling tatap, lalu mengangguk secara bersamaan.


"Naira ilang kak" jawab Rayna dengan segala keberaniannya.


Deg.


Bagai tersambar petir disiang bolong Vino tak percaya apa yang didengarnya barusan.