
Saat jam pulang, Naira pulang bersama sahabatnya, ia telah meminta izin kepada Vino.
"Kalian dapet kan undangannya?" Tanya Naira saat berada dimobil.
Mereka semua mengangguk.
"Terus gimana? Kita mau dateng?" Tanya Naira.
"Gue juga ragu sih, secara kan kita cuma kenal doang sama dia, gak ada status teman" jawab Rayna.
"Yaudah kita datang aja lah, lagian udah lama kita gak ke pesta kaya gitu" sahut Dea.
"Oke, nanti malem jam tujuh ya" ucap Salsa.
"Sipp" sahut Lucy mengacungkan jempolnya.
"Gue bakal datang kalau dia datang"
Selintas ucapan Miko melewati pikiran Naira, membuat si empunya senyum senyum sendiri.
"Napa Lo?" Tanya Dea melihat Naira senyum tanpa sebab.
"Obat Lo abis ya Nai?" Sambung Lucy.
"Sialan Lo!" Sungut Naira kesal.
"Abis Lo ngapain senyam-senyum gitu?" Tanya Rayna.
"Gapapa" jawab Naira singkat.
"Aneh Lo!" Sahut Salsa.
*************************
Malam harinya Naira sudah siap pergi ke pesta. Ia mengenakan dress selutut berwarna dusty pink, dengan rambut yang di Curly, make up yang natural serta memakai anting yang sedikit panjang, dan tak lupa sepatu high heels juga tas brandednya.
"Udah pas belum ya?" Gumam Naira berdiri didepan cermin, mengoreksi tampilannya.
Tok... Tok... Tok...
"Sayang udah selesai belum?" Teriak mama Indri mengetuk pintu kamar Naira.
Ceklek.
"Kenapa mah?" Tanya Naira membuat pintu.
"Wahh anak mama cantik banget, udah ditunggu tuh sama yang lain" ujar mama Indri dan berjalan turun kebawah.
"Duhh princess papa cantik banget malam ini" puji papa Nevan kagum.
"Gak salah nih emang adik kakak yang paling cantik" sambung Vino.
"Makasih pah, kak" jawab Naira tersenyum.
"Oh ya Satria mana? Kok dari tadi gak keliatan?" Tanya Naira yang tak melihat keberadaan adiknya.
"Owh..." Jawab Naira mengangguk-angguk mengerti.
"Yaudah mah, pah, Kak, Naira berangkat ya" ujar Naira menyalami orangtuanya dan kakaknya.
"Hati hati sayang" ucap papa Nevan yang diangguki Naira.
*************************
"Gila sih, penampilan Lo keren abis Nai" puji Salsa saat telah berada dimobil.
"Iyalah, secara kan Naira dandan tuh hal yang langkah" sambung Rayna.
"Paan sih kalian, kaya gak pernah liat gue dandan aja" ucap Naira mendadak malu karena mendapatkan banyak pujian malam ini.
Sekitar 30 menit mereka sampai di lokasi tujuan. Banyak para tamu yang telah hadir disana.
"Selamat datang" sapa Kania menyambut kedatangan mereka dengan senyum sinisnya.
"Thanks" jawab Naira singkat dan berjalan menuju pesta.
"Nyesel banget gue ngundang Lo!" Geram Kania dalam hati.
Miko yang telah hadir disana melihat kedatangan Naira pun langsung menghampiri Naira.
"Malam Nai" sapa Miko dengan senyum tampannya.
"Malam Mik" balas Naira juga tersenyum manis.
"Nai, kita ketoilet dulu ya" ucap Lucy dan berlalu pergi bersama yang lain tanpa mendengar jawaban Naira.
"Mereka kenapa sih, setiap gue ketemu sama Miko pasti pergi" batin Naira melihat sahabatnya yang telah berjalan jauh.
"Nai, kita kesana" ajak Miko mengandeng tangan Naira.
Naira hanya tersenyum kaku, dan mengikuti Miko.
"Nih buat Lo" ucap Miko memberikan segelas sirup pada Naira.
"Thanks Mik" ujar Naira tersenyum.
"Nai, Lo cantik banget malam ini" batin Miko tersenyum memandang Naira.
"Kenapa Mik?" Tanya Naira melihat Miko tersenyum padanya.
Miko menggeleng tetap dengan senyumnya.
"Penampilan gue jelek ya? Atau make up gue ketebelan? Oh atau rambut gue berantakan?" Tanya Naira beruntun mengoreksi penampilannya.
Miko menggeleng "Lo cantik" ujar Miko tersenyum tampan, membuat Naira blushing.
"Paan sih" elak Naira menutupi rasa malunya.