
"Naira mana sih kok belom balik?" Tanya Salsa yang sudah menunggu cukup lama.
"Dia tidur apa dikamar mandi" sambung Dea.
"Yaudah gue susul dulu" pamit Miko dan langsung beranjak pergi menuju kamar mandi.
Tok... Tok... Tok...
"By kamu didalem?" Ucap Miko sedikit berteriak.
Tak ada jawaban dari Naira.
"Duh gimana ini, masa gue harus minta tolong sama Miko, malu banget dah" batin Naira gelisah.
"Ayo dong otak mikir gimana caranya buat keluar dari sini sebelum Miko masuk dan liat semuanya. Lagian nih tamu gak diundang malah pake dateng" lanjut Naira yang masih menggerutu dalam hati, karena otak pintarnya itu sama sekali tidak bisa berpikir apalagi membantunya saat ini.
Tok... Tok... Tok....
"Nai, Lo didalem?" Teriak Miko namun sama sekali tak ada jawaban dari dalam.
"Nai kalau Lo gak mau buka gue dobrak nih" ucap Miko dan akhirnya....
Ceklek.
"Nai Lo gapapa? Kenapa lama banget? Gak terjadi sesuatu kan?" Tanya Miko beruntun, yang hanya dijawab gelengan kepala dari Naira.
"Mik, tolong panggilin mereka dong" pinta Naira.
"Temen kamu?" Ujar Miko.
"Iya suruh mereka kesini, gue butuh bantuan" ucap Naira.
"Bantuan apa? Biar gue bantu" tawar Miko.
"Eh gapapa kok, udah sana kamu panggilin mereka cepetan" suruh Naira.
"Iya iya Lo tunggu disini" ucap Miko yang diangguki Naira.
"Naira kenapa sih, kok mukanya kaya lagi menyembunyikan sesuatu" batin Miko berjalan menuju meja.
"Kalian dipanggil Naira tuh, disuruh kesana" ujar Miko pada keempat gadis disana.
"Kita?" Tanya Leon.
"Bukan Lo nyet, tapi mereka" ucap Miko menunjuk kearah gadis cantik itu.
"Kita??" Tanya Lucy memastikan.
"Iya buruan, katanya Naira butuh bantuan" jawab Miko.
"Lah kenapa Lo gak bantu dia? Lo kan udah disana" sahut Andri.
"Gue juga gak tau, udah kalian cepetan jangan bikin pacar gue nunggu lama ditoilet" suruh Miko membuat keempat gadis itu beranjak dan menuju kamar mandi.
"Nai Lo manggil kita?" Tanya Rayna saat sudah sampai dikamar mandi.
"Iya, kenapa lama banget" proses Naira cemberut.
"Nah itu yang gue butuh bantuan kalian. Kalian ada pemb*lut gak?" Tanya Naira.
"Gue kayanya bawa deh" ucap Lucy.
"Mana?" Tanya Naira.
"Bentar gue ambil, ada di tas gue" ucap Lucy dan segera berlari menggunakan kecepatan supernya.
Setelah beberapa menit, Lucy kembali.
"Nih..." Ucap Lucy memberikan pemb*lut pada Naira.
"Thanks" ucap Naira dan segera menuju ruang yang ada disana.
Setelah selesai dengan urusannya, merekapun kembali ke meja.
"Lama banget beb" gerutu Andri yang sudah sedari tadi menunggu.
"Maaf beb, tadi ada urusan sebentar" ucap Salsa dan duduk disebelah Andri.
"By kamu lagi ada masalah? Kok minta bantuan sama mereka?" Tanya Miko pada Naira yang sudah duduk disampingnya.
"Cuma masalah kecil kok, tapi udah kelar" ucap Naira dan mulai menyeruput jus nya.
"Nai kenapa Lo gak minta bantuan sama Miko aja? Kan tadi dia deket kamu" tutur Leon membuat Naira hampir tersedak minum, sedangkan yang lain tertawa terbahak-bahak.
"Buhahahaha" tawa keempat gadis tersebut pecah mendengar penuturan Leon yang terasa lucu ditelinga mereka. Sedangkan Naira hanya menampilkan muka masam nya.
"Loh kalian kok pada ketawa? Ada yang lucu?" Tanya Leon bingung.
"Kalau Miko mau bantu Naira setiap ada masalah seperti tadi, nanti aja tunggu mereka sudah SAH" ucap Dea dengan tawanya.
"Emangnya kenapa tunggu sudah sah? Kan setiap orang mengalami masalah kita harus tolongin, ya gak Mik, Ndri" ucap Leon meminta pendapat kedua sahabatnya.
"Iya bener kata Leon" sahut Andri setuju.
"Beb kalau Naira minta bantuan Miko tadi. Maka sudah dipastikan Naira akan malu sampai ke ubun-ubun" ucap Salsa menjelaskan.
"Udah udah gak usah dibahas" ucap Naira yang sudah menahan malu dari tadi oleh kelakuan empat sahabatnya yang sangat berakhlak itu.
.
.
.
.
.
.
Adakah yang pernah mengalami kejadian seperti ini?🤣