
Pagi ini Naira akan bersiap siap pergi ke sekolah.
"Sayang kakak gak bisa anter kamu, maaf ya" ucap Vino karena tadi ia sempat berjanji akan mengantarkan Naira kesekolah.
"Tapi kamu tenang aja, tadi kakak udah telpon Daffin buat anterin kamu kesekolah. paling bentar lagi nyampe kok" lanjut Vino.
"Tapi nanti Naira ngerepotin kak Daffin" jawab Naira tak enak.
"Gak kok, orang Daffin gak masalah anter kamu kesekolah" ucap Vino meyakinkan, membuat Naira mengangguk pelan.
Tak berapa lama sebuah mobil sport berhenti di depan rumah Naira, Daffin segera keluar dan menghampiri kakak beradik yang tengah mengobrol didepan rumah.
"Pagi kak, Nai" sapa Daffin tersenyum hangat.
"Pagi" jawab mereka serempak.
"Yasudah karena Daffin sudah ada disini, sekarang kamu berangkat aja ya, ntar telat" suruh Vino yang diangguki mereka.
"Kak Naira berangkat ya" pamit Naira menyalami kakanya.
"Iya hati hati, dan Daffin jangan ngebut!" petingat Vino.
"Iya kak, gak akan ngebut kok" jawab Daffin dan menuntun Naira untuk masuk kedalam mobil.
****
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit mereka sampai disekolah Naira.
"Kak, aku masuk dulu ya" pamit Naira seraya turun dari mobil.
"Iya, yang semangat sekolahnya ya" ucap Daffin yang juga sudah turun dari mobil.
"Pasti kak, byee byee" ucap Naira melambaikan tangan yang dibalas senyuman tampan dari Daffin.
Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik mereka dari tadi. Itu membuat sudut hatinya terasa sakit dan tak rela dengan semua itu.
"Kenapa semua ini bisa terjadi? apakah gue harus bertahan demi sebuah hubungan yang sudah pudar, atau gue menyerah sampai disini saja?" gumam Miko yang sangat lirih.
*****
Dan saat mereka ingin melangkah keluar kelas, ternyata sudah ada empat remaja tampan menunggu didepan kelas.
"Loh Ndri, kalian disini?" ucap Salsa sedikit terkejut, melihat Andri yang sudah stand by didepan kelas entah sudah berapa lama.
"Aku sengaja mau jemput kamu yank, biar bisa makan bareng" jawab Andri membuat Salsa tersenyum lebar.
"Uhhhh so sweet banget sih pacal atu" ucap Salsa mencubit gemas pipi Andri.
"Hadeuhhh kalian gak dimana mana selalu umbar kemesraan ya" kesal Rayna yang sudah jengah dengan tingkah dua manusia di depannya ini.
"Emang masa pacaran kalian gak pake kadaluarsa apa?" timpal Dea.
"Ah elah lo pikir apaan pake kadaluarsa segala" sahut Salsa menoyor kepala Dea.
"Kalian ngapain disini? ada perlu?" tanya Lucy yang sudah was was takut sakit kepala Naira kumat saat melihat Miko.
"Makan bareng yuk" tawar Leon membuat keempat gadis tersebut tak percaya kecuali Salsa yang sangat senang bila dia ajak makan bersama dengan sang kekasih.
"Ada angin apa kalian tiba tiba ngajak makan bareng?" tanya Rayna menatap curiga pada keempat pria di depannya ini.
"Atau jangan jangan kalian salah makan tadi pagi" tuduh Dea.
"Yaelah kalian gimana sih, nih dengerin ya. makan bersama cowok cowok ganteng kaya kita merupakan hal langkah bagi cewek-cewek disini. lah kalian udah diajak makan bersama malah kaya polisi lagi ngeintrogasi pelaku!" sahut Chiko.
"Dihh pede amat lo" ucap Dea berdecih.
"Nai, lo mau gak makan bareng sama mereka?" tanya Lucy hati hati.
"Terserah kalian aja deh" jawab Naira.
"Emang kepala lo gak sakit?" tanya Salsa.
"Ngapain kepala gue sakit?" tanya balik Naira yang otaknya tiba tiba blank.
"Lo beneran gak sakit kepala lo?" tanya Rayna, membuat Naira menggeleng.
"Yaudah ayo ke kantin" ajak Dea dan menuju kantin bersama yang lain.