
Hay sahabat author, author mau ngenalin nih wajah para gadis-gadis cantik yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat Somplak ini. Pada penasaran kan? Langsung intip aja yuk!🥰
Naira Ulansary (Naira)
Rayna Priscanara (Rayna)
Lucya Alana Agustina (Lucy)
Salsabila Alya Putri (Salsa)
Dea Alexandria (Dea)
Menurut kalian cantikan siapa? Buat para kaum laki-laki, ada yang naksir sama mereka?🙈🤣
*************************
"Mah, Naira izin ya, mau nginep dirumah Lucy malam ini" ujar Naira, saat ini mereka sedang bersantai di gazebo.
"Nginep?" Mama Indri menyeritkan keningnya.
"Iya mah, lagian yang lain juga nginep disana. Naira kan udah jarang gak kerumah Lucy. Kangen juga sama Tante Ningsih dan om Ardi" jelas Naira memelas.
"Kenapa gak nginep dirumah kita aja sayang? Kan mama suka kalau rumah rame" ujar mama Indri.
"Iya, lagian kakak suka kok kalau kalian nginep disini" tambah Vino.
"Bukan gitu kak, mereka kan udah sering nginep disini. Nah sekarang kita mau nyobain nginep dirumah Lucy. Boleh ya mah" ucap Naira menunjukkan puppy eyesnya membuat mama Indri dan Vino tak kuasa mengatakan tidak.
"Baiklah, tapi dianter kakak ya, dan jangan keluar malem malem" nasihat mama Indri.
"Makasih mamaa" ucap Naira memeluk mamanya dengan sayang.
"Kakak gak dipeluk?" Ucap Vino pura pura ngambek.
"Makasih kakakku yang paling Handsome" puji Naira.
"Kamu baru tau kalau kakak Handsome?" Goda Vino.
"Dih nyesel Naira nyebutin itu" ucap Naira membuat mama Indri terkekeh.
"Kamu ini" ucap Vino mencubit gemas hidung Naira.
"Aww sakit kak!" Kesal Naira mengelus hidungnya.
"Lagi pada ngumpul ya?" Sahut Satria yang baru pulang dari sekolah. Lebih tepatnya pulang dari nongkrong.
"Baru pulang sat?" Tanya Vino.
*************************
"Inget pesan mama, jangan keluyuran malem malem" ucap Vino, saat ini mereka sudah tiba didepan rumah Lucy.
"Iya kakak, Ihh bawel deh" ucap Naira cemberut.
"Naira kamu nginep juga?" Sapa Tante Ningsih selaku ibu Lucy.
"Iya nih Tante, gapapa kan?" Ucap Naira menunjukkan deretan giginya.
"Gapapa dong, emang siapa yang ngelarang?" Ucap Tante Ningsih tak keberatan.
"Tante" ucap Vino menyalami Tante Ningsih.
"Vino, kamu apa kabar? Udah lama gak ketemu," ujar Tante Ningsih.
"Kabar baik Tante, Tante sendiri gimana?" Tanya balik Vino.
"Baik kok, btw mama kamu gimana kabarnya?" Tanya Tante Ningsih.
"Baik aja kok tant" jawab Vino tersenyum.
"Nairaaa" teriak Lucy berlari kearah Naira dengan diikuti Rayna, Dea, dan Salsa dibelakangnya.
"Kalian udah sampe? Cepet banget" ucap Naira kaget.
"Iya dong gue kan punya kekuatan super" ucap Salsa cekikikan.
"Lo kira nih jaman apaan pake kekuatan super segala" sahut Dea menoyor kepala Salsa.
"Jaman Superman kali" ujar Rayna membuat mereka tertawa.
"Hahaha Batman juga boleh" sahut Rayna tertawa lepas.
"Kalian ini.." ucap Ningsih menggelengkan kepalanya.
"Yaudah Tante, Vino pamit ya, titip Naira" ucap Vino menyalami Ningsih.
"Pasti dong, hati hati dijalan" ucap Ningsih yang diangguki Vino.
"Yaudah masuk yuk, angin malam gak baik buat kesehatan" ajak Ningsih dan mereka melangkahkan masuk.
"Eh ada apaan nih kok rame?" Tanya Dinda sang anak sulung Ningsih.
"Mereka nginep disini" jawab Ningsih tersenyum.
"Enak nih, rame rumah" ucap Dinda antusias.
"Hay kak Dinda, udah lama gak ketemu. Makin cantik aja" puji Salsa.
"Apaan sih Sa, kamu juga cantik kok" ucap Dinda membalas pujian Salsa.
"Yaudah kalian istrirahat aja dikamar Lucy, kalau perlu apa apa jangan sungkan" ucap Ningsih tersenyum.
"Baik Tante, makasih" jawab Naira dan mereka berlalu kekamar Lucy.