Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Tersesat


"Huh... Huh... Huh...." Nafas mereka tersengal-sengal saat telah berlari kencang menghindari lolongan anjing tersebut.


"Lucy, kita dimana?" Tanya Naira menatap sekeliling.


"Gue juga gak tau Nai, tapi kayanya kita tersesat" ucap Lucy mengelus kedua tangannya untuk menghilangkan dingin yang melandanya.


"Gimana nih? Lo bawa HP gak?" Tanya Naira.


"Enggak" jawab Lucy cepat.


"Gawat Cy, kita harus kemana sekarang?" Ucap Naira mulai merasa dingin.


('Cy' itu dibaca 'Si' ya).


"Yaudah kita jalan lagi aja, siapa tau ada sesuatu yang bisa nolongin kita balik lagi" ucap Lucy dan mulai berjalan bersama Naira.


Tak berapa lama mereka melihat sebuah rumah kecil yang telah usang disana.


"Eh Cy, tuh liat ada rumah disana" ucap Naira menunjuk rumah tersebut.


"Yaudah kita kesana aja dulu" kata Lucy dan mereka berjalan menuju rumah itu.


"Nah untuk sementara kita istirahat disini aja" saran Lucy.


"Whatt?? Lo jangan bercanda deh Cy, kalau kita tidur disini, ntar ada binatang buas lagi gimana? Gue gak mau jadi mangsanya!" Protes Naira.


"Yeee gue juga gak mau kali! Tapi mau gimana lagi? Masa kita harus jalan terus, nanti yang ada malah kita makin tersesat" jelas Lucy.


"Tapi gue cuma takut ada yang gangguin kita, atau malah nyulik kita, huaaa" ucap Naira menutup kedua telinganya.


"Udah deh Lo gak usah berpikir aneh-aneh, lebih baik kita tidur dan tunggu sampai pagi" ucap Lucy santai.


"Sampai pagi?" Naira menautkan alisnya.


"Hu'um, jadi kita bisa lanjut jalan, kan kalau siang terang Nai, kita bisa melihat dengan jelas. Tapi kalau malam?" Ucap Lucy membuat Naira terdiam dan sedetik kemudian mengangguk.


"Semoga ada yang nemuin kita ya" ucap Naira penuh harap dan mulai berbaring disana.


*************************


Pagi harinya, Rayna terbangun. Ia merentangkan tangannya dan merilekskan ototnya.


"Hah kok?" Gumam Rayna ternganga melihat dua sahabatnya tidak ada didalam tenda.


"Salsa, Dea, bangun ayo!" Ucap Rayna menggoyangkan badan mereka.


"Kenapa sih Ray?" Ucap Dea yang masih terpejam.


"Ihh ayo bangun liat Naira sama Lucy gak ada!" Ucap Rayna kalang kabut sontak membuat mereka terbangun dan langsung duduk melihat.


"Hah! Kemana mereka?" Tanya Salsa membulatkan matanya.


"Kalau gue tau, gue gak bakalan nanya!" Jawab Rayna menoyor kepala Salsa.


"Gawat nih, Naira sama Lucy pasti ilang, kita harus gimana dong!" Ucap Dea mengacak rambutnya frustasi.


"Pak..!! Bu..!!! Gawat nih!!" Ucap Salsa ngos-ngosan.


"Kenapa Salsa? Tarik nafas dulu lalu keluarin" ucap Bu Reni.


"Huhhhh....." Salsa menghela nafasnya.


"Kenapa kalian lari lari?" Tanya pak Bani.


"Pak Naira sama Lucy gak ada ditenda!" Pekik Salsa.


"Hah! Maksud kalian Naira sama Lucy ilang!" Tanya pak Bani terkejut bukan main.


"Kita juga gak tau pak, tapi saat kita bangun mereka udah gak ada!" Jelas Rayna yang sudah berkeringat dingin.


"Pak, kita harus cari mereka segera! Kalau nggak tamatlah riwayat kita" tambah Dea khawatir.


"Iya pak, Bu, bapak sama ibu harus temuin sahabat kita" sambung Salsa.


"Baiklah kita akan mencari mereka bersama" ucap pak Bani.


"Naira, Lucy, kalian dimana?" Gumam Rayna.


"Gue gak akan bisa maafin diri gue sendiri kalau Naira sama Lucy kenapa-napa" batin Salsa, karena ia telah berjanji pada Tante Indri akan menjaga Naira sebaik mungkin, dan nyawa adalah tuntutannya.


"Semoga kalian baik baik aja" ucap Dea dalam hati.


Pruit....


Suara priwitan pak Bani begitu nyaring.


"Anak anak segera mendekat!" Teriak pak Bani mengumpulkan semua siswa.


"Ada apa pak?" Tanya Leon.


"Dengar ya, Naira sama Lucy hilang, kita harus mencari mereka bersama!" Tegas pak Bani.


"Hah! Naira sama Lucy hilang?" Gumam Miko.


"Kita akan berpencar mencari mereka, dan ingat tetap berada didalam kelompok" ucap pak Bani membuat mereka semua mengangguk.


*************************


"Nai, bangun" ucap Lucy membangunkan Naira.


Perlahan Naira membuka matanya, dan melihat sekeliling.


"Cy, apa kita masih disini?" Tanya Naira yang masih mengumpulkan kesadarannya.


"Ya iyalah terus Lo pikir kita dimana?" Sahut Lucy.


"Cy, gue auss.." ucap Naira mengelus tenggerokannya.


"Siapa kalian?" Tanya seorang kakek-kakek menghampiri mereka.