
Keesokan harinya di kampus...
"Cy, gimana?" tanya Naura antusias.
"Gimana apanya?" tanya balik Lucy.
"Kemaren kan lo bilang mau ketemu camer. Nah gimana calon mertua lo?" ucap Salsa.
"Sesuai impian" jawab Lucy tersenyum.
"Beneran?" tanya Salsa yang dibalas anggukan dari Lucy.
"Seriusan deh, camer gue baik banget. Jauh dari ekspektasi gue. Ya awalnya gue ngira si camer bakal galak kaya yang di TV itu. Tapi ternyata baik buuangetttt" seru Lucy.
"Bahkan gue aja udah dapet lampu ijo" lanjut Lucy.
"You serious?" tanya Dea memastikan.
"Yes, i'm serious" jawab Lucy mengangguk.
"Gue gak nyangka lo dapet pacar secepat ini" puji Rayna.
"Yeee makanya cari pacar dong. Gak bosen malam minggu sendiri terus?" ledek Lucy.
"Sialan lo! dulu lo juga gitu" kesal Rayna.
"Ya tapi itukan DULU" balas Lucy.
"Lagian nih ya. Jomblo itu bukan berarti tidak laku, hanya saja Tuhan belum memberikan pasangan yang tepat untuk menemani dan menjalani sebuah kehidupan" sahut Dea yang entah dari mana dapat kata kata itu.
"Dihh bilang aja lo iri" ucap Salsa.
"Enak aja! siapa juga yang iri sama lo!" sungut Dea.
"Udah udah ah. Daripada berantem mulu mending ke kantin. Gue laper nih" ucap Naira.
"Kuy lah" sahut Lucy.
Baru saja mereka menuju pintu keluar. Ternyata sudah ada para pangeran tampan yang menunggu. Entah sejak kapan.
"Mau ke kantin?" tanya Miko pada Naira.
"Hu'um. Kalian udah lama?" jawab Naira.
"Belum"
"Ehemm Ciee ayank" goda Naira.
"Yaudah ayo, jangan sampai princess gue kelaperan karena lama disini" sahut Andri juga menggandeng tanngan Salsa.
"Owhh so sweet" Salsa mencubit pelan pipi Andri dan pergi menuju kantin. Tanpa menghiraukan dua manusia yang sadari tadi menyaksikan keromantisan mereka.
"Hadeuh ini nih nasib kalau jomblo. Kemana mana sendiri. Punya temen pada gak ada akhlak semua!" gerutu Dea.
"Males gue kalau tiap hari kaya gini" keluh Rayna.
"Yaudah kalau gitu kita cari pacar aja dong. Atau kita jemput Kim Taehyung di Korea" ucap Dea. Yang sukses mendapat sentilan di keningnya.
"Aww.. sakit nyet!" ringis Dea mengusap jidatnya.
"Lagian halu lo ketinggian banget. Kim Taehyung mana tau kalau lo hidup" ucap Rayna.
"Ray, lo gak pernah denger ya orang ngomongin 'bercita-cita lah setinggi langit' " balas Dea.
"Ya tapi gak kaya gitu juga dong. Emang lo gak punya cita cita lain selain jadi pacarnya Kim Taehyung?" tanya Rayna.
"Jadi istrinya Jongkok" jawab Dea tersenyum halu. Membuat Rayna memutar bola matanya jengah dengan sahabatnya yang sangat terobsesi kepada member BTS.
"Udah ah ayok ke kantin sebelum pak Bani membunyikan bel sangkakala" ajak Dea menarik tangan Rayna menuju kantin.
"Nah baru muncul dua monyet ini" ucap Naira ketika Rayna dan Dea sampai di kantin.
"Dari mane aje kalian?" tanya Salsa.
"Biasa tadi dengerin dia halu dulu" jawab Rayna menarik kursi disana untuk duduk.
"Lah lo udah abis satu mangkok?" tanya Dea melihat mangkok Naira sudah habis.
"Hmm.. ini gue baru nambah" jawab Naira memakan baksonya yang baru saja datang.
"Gilaaa... sejak kapan porsi makan lo banyak?" tanya Dea.
"Biasalah dia kan perut karet. Semakin diisi semakin lebar" sahut Rayna.
"Sembarangan kalau ngomong! Gue dari pagi belom makan. Makanya laper banget" sungut Naira cemberut tak Terima dikatai perut karet.
"Ini nih ketika somplak sudah bertemu. Rame nya lebih dari orang demo" ucap Leon menggelengkan kepalanya.