Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Tawaran terapi


Hari ini Daffin sedang melakukan pertemuan dengan salah satu dokter yang dijemput langsung dari Italia. Beberapa minggu ini Daffin berusaha keras untuk mencari dokter yang handal memulihkan amnesia seseorang.


"Jadi bagaimana dok? apakah ingatan Naira bisa kembali seperti semula?" tanya Daffin setelah menjelaskan panjang lebar keadaan Naira.


"Bisa pak Daffin, saya akan mengutus beberapa orang kepercayaan saya supaya Naira bisa terapi dan ingatannya kembali pulih seperti semula" jawab dokter Rivaldi yang tak lain adalah salah satu dokter terkenal di Italia dengan berbagai keahlian.


"Jadi kapan waktu mulai terapinya?" tanya Daffin.


"Besok bisa. nanti saya akan utus orang-orang kepercayaan saya untuk datang kesini" jawab dr. Rivaldi.


"Tugas kamu adalah membujuk Naira untuk mau terapi tanpa dipaksa dan diancam" lanjut dr. Rivaldi.


"Baiklah dok, saya akan melakukannya" jawab Daffin mengangguk pertanda mengerti.


*****


"Mah, apa bang Daffin sudah menemukan dokter yang cocok untuk Naira?" tanya Miko pada Linda. saat ini meraka sedang bersantai didepan TV.


"Ya.. Daffin sudah menemukan dokter yang cocok untuk Naira dan saat ini mereka sedang melakukan pertemuan" jawab Linda.


"Mah, gimana kalau Naira gak inget sama aku lagi dan malah berpaling sama bang Daffin? apa yang harus kulakukan?" tanya Miko lirih.


"Maksud kamu?" Linda menautkan alisnya.


"Mah... semenjak Naira amnesia, dia lebih sering menghabiskan waktu bersama bang Daffin. bahkan walaupun kami setiap hari selalu bertemu disekolah, tapi Naira tidak mau dekat dekat dengan aku dia malah ngehindar dari aku mah. Dia ngusir aku, dan sikapnya sangat berbeda jauh dari Naira yang dulu" jelas Miko panjang lebar.


"Aku takut mah. aku takut nanti suatu saat Naira akan menjadi milik bang Daffin seutuhnya" lanjut Miko semakin lirih.


Linda menghela nafas panjang, ia sangat tau ketakutan Miko. "Kalau itu benar-benar terjadi suatu saat nanti. kamu mau apa?" tanya Linda pelan.


"Aku juga tidak tau mah, disatu sisi aku ingin melihat bang Daffin bahagia. tapi disisi lain aku juga tidak mau kehilangan Naira" jawab Miko sendu.


"Aku bisa merelakan apa saja demi bang Daffin bahagia. tapi jangan Naira mah. Terlalu sulit rasanya untuk melepaskan orang yang kita cintai, bahkan untuk saudara sendiri" lanjut Miko membuat Linda menatapnya iba.


Setelah pertemuan dengan Dr. Rivaldi kini Daffin sudah ada dirumah Naira untuk membicarakan tentang terapi dengan keluarga Naira.


"Jadi bagaimana nak? apa kamu sudah menemukan dokter yang tepat buat Naira?" tanya papa Nevan antusias.


Daffin mengangguk sebagai jawaban "Besok kalau Naira mau, orang suruhan Dr. Rivaldi akan kesini untuk terapi bersama Naira" jawab Daffin membuat semua orang disana tersenyum lebar.


"Sekarang tinggal Naira mau atau tidak diajak terapi" lanjut Daffin menatap Naira.


"Buat apa aku terapi?" tanya Naira.


"Sayang nanti mama jelasin buat apa. tapi kamu mau kan terapi besok?" tanya mama Indri.


Naira terdiam dan nampak berpikir untuk menerima tawaran mama Indri.


"Setahu gue terapi itu buat orang amnesia. apakah gue amnesia? tapi kenapa gue gak tahu? dan apa yang menyebabkan gue sampai amnesia?"batin Naira yang penuh tanda tanya besar didalam benaknya.


"Sayang mau ya please" pinta mama Indri memelas.


"Nai, mau ya. ini semua demi kebaikan kamu" timpal Daffin memohon.


"Sayang papa akan sangat senang jika kamu mau" sahut papa Nevan.


"Kakak setuju sayang, mau ya?" sambung Vino membuat Naira bingung dengan tingkah keluarganya yang sangat ingin memintanya untuk terapi.


"Gimana ya? kalau gue nolak semua pasti kecewa, terutama mama. tapi gue juga bingung kenapa harus terapi?" batin Naira yang masih berpikir keras.


Naira menarik nafas panjang, dan mengeluarkannya perlahan "Ya.. aku mau" jawab Naira membuat orang disana menerbitkan senyumnya.


"Makasih sayang" ucap mama Indri sambil memeluk putri kesayangannya.