Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Mencintai orang yang salah


Malam harinya Andri sedang berada di club malam bersama temannya, sebenarnya Andri bukanlah tipe cowok yang suka mabuk-mabukan, ia hanya sekedar mencari hiburan disini dan ia juga tak pernah meminum minuman beralkohol.


"Ndri Lo masih galau?" Tanya Chiko karena seharian ini Andri sangat irit bicara.


"Pikir aja sendiri" jawab Andri datar.


"Apakah jatuh cinta akan menghancurkan kehidupan seseorang?" Ucap Dean menatap Andri.


"Maksud Lo?" Tanya Andri.


"Sudahlah tidak ada gunanya ngomong sama orang yang lagi sakit hati" jawab Dean meminum minumannya.


"Eh Ndri itu kan saingan Lo" ucap Chiko menunjuk seseorang yang sangat ia kenali.


"Emang Andri punya saingan?" Tanya Dean.


Andri pun melihat kearah yang ditunjukkan Chiko. Matanya membulat sempurna kala melihat seseorang yang sangat ia kenali sedang bercumbu mesra dengan wanita lain.


"Ndri Lo gak boleh diem aja" tegas Dean juga terkejut melihat pemandangan itu.


Andri dengan cepat merongoh ponselnya, dan menghubungi Salsa.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


"Hallo Ndri? Ada apa kok telpon malem malem gini?" Tanya Salsa diseberang sana.


"Sa, Lo sibuk gak?" Tanya balik Andri.


"Enggak, kenapa?" Ucap Salsa.


"Lo cepet datang ke alamat yang gue kirim ya, nanti gue share lewat WA" ucap Andri.


"Kenapa? Kok mendadak?" Tanya Salsa.


"Lo dateng aja kesini secepatnya, nanti Lo akan tau jawabannya" ucap Andri serius.


"Oke..." Jawab Salsa dan mematikan telponnya.


"Ini kan club malam? Ngapain Andri ngajak gue kesini ya?" Gumam Salsa dan melangkah gontai memasuki club itu.


Salsa celingak-celinguk mencari keberadaan Andri dan pandangannya tertuju saat Andri melambaikan tangan kearahnya.


"Andri Lo ngapain ngajak gue kesini? Kalau ada yang ngeliat ntar dikira gue macem-macem disini" tanya Salsa dan langsung duduk disebelah Andri.


"Sa, coba Lo liat ke samping" suruh Andri tanpa menjawab pertanyaan Salsa dan dengan cepat Salsa menoleh kearah yang Andri tunjukkan.


Matanya membulat sempurna melihat seseorang yang sangat ia kenali, malah bermain mesra dengan wanita lain, wanita itu memakai pakaian yang sangat terbuka dan sangat agresif bermain bersama Alden. Salsa tak bisa berkata apa-apa lagi, setetes air mata langsung keluar dari pelupuk matanya.


"Ndri, gue gak salah liat kan? Hiks... Hiks..." Isak Salsa menangis sejadi-jadinya.


"Sssttt... Jangan nangis" ujar Andri dan membawa Salsa kedalam pelukannya. Lidahnya kelu untuk mengucapkan kata, hatinya ikut sakit melihat Salsa menangis seperti ini.


"Lah jadi nyamuk kalau gini" gerutu Chiko dalam hati.


Andri memberi kode pada kedua sahabatnya untuk pergi sebentar. Mereka yang mendapat kode dari Andri langsung beranjak pergi dari sana.


"Hiks... Hiks... Hiks... Ndri, kenapa Alden ngelakuin ini semua? Kenapa dia jahat banget sih sama gue? Gue salah apa sama dia? Hiks..." Ucap Salsa menumpahkan air matanya di baju Andri.


"Sa, Lo tenangin diri dulu ya, nih minum dulu" ucap Andri memberikan air mineral pada Salsa dan menghapus air mata Salsa.


Salsa menerimanya dan langsung meminumnya.


"Ndri, apa Alden selalu begini?" Tanya Salsa yang masih terisak.


"Gue juga gak tau Sa, makanya gue nyuruh Lo kesini, biar Lo bisa liat sendiri" jawab Andri mengelus punggung Salsa lembut.


"Gue gak tau kalau Alden ternyata playboy hiks..." Isak Salsa yang melihat kearah Alden dan wanita itu.


"Sa, sekarang Lo udah tau kan? Bukan maksud gue menjelekkan Alden, tapi percaya sama gue Alden tuh bukan orang yang tepat buat Lo" jelas Andri menatap Salsa lekat.


"Ternyata selama ini gue mencintai orang yang salah!" Batin Salsa menatap geram pada Alden yang masih asyik bercumbu dengan wanita disebelahnya.