Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Kembali lagi


"Siapa kalian?" Tanya seorang kakek-kakek yang datang, sepertinya ia ingin menyadap getah karet.


"Rumah ini punya kakek?" Tanya Naira yang dapat anggukan dari kakek itu.


"Kalian ngapain disini?" Tanyanya lagi.


"Kek, kami sebenarnya...."


"Naira... Lucy...." Panggil Miko dan Leon yang datang bersamaan.


"Miko, Leon" ucap mereka melihat Miko dan Leon secara bergantian.


"Kalian gapapa?" Tanya Miko.


"Gapapa kok, kalian kok bisa nemuin kita disini?" Tanya Naira.


"Panjang ceritanya, sekarang lebih baik kita kembali ke tenda. Semua orang mengkhawatirkan kalian" jelas Leon.


"Yaudah kek, makasih ya, kami pamit dulu" ucap Lucy dan segera pergi bersama Miko dan Leon.


"Mereka kenapa?" Gumam kakek itu melihat punggung mereka yang semakin menjauh. Ia belum mendengarkan penjelasan dari mereka, tapi mereka telah pergi begitu saja.


"Kalian kenapa bisa tersesat kesini? Ini udah jauh banget dari tenda" tanya Miko.


"Gini Mik, malam tadi gue kebelet dan minta temenin sama Lucy buat pipis. Dan saat gue selesai gue udah gak tau kita ada dimana, terus kita mendengar suara lolongan anjing, yaudah kita lari dan akhirnya nyasar kesini" jelas Naira panjang lebar.


"Kalian kalau mau kemana-mana beritahu sama guru, jangan pergi sendiri, jadi gini kan" ucap Leon berdecak.


"Maaf ya kita ngerepotin" ucap Lucy tak enak.


"Gapapa, yang penting kalian selamat" ucap Miko tersenyum.


"Ya ampun, Miko bisa gak sih tunda dulu senyumnya" batin Naira salting setiap melihat senyuman Miko.


"Naira...!!!! Lucy....!!!!" Teriak Salsa berhambur ke pelukan sahabatnya. setelah mereka sampai di lokasi camping.


"Alhamdulillah kalian selamat" ucap pak Bani lega.


"Kalian darimana aja sih? kita khawatir sama kalian" ucap Rayna menangis haru.


"Kita gak tau gimana kalau kalian gak balik kesini. Pasti Tante Indri dan om Nevan marah besar sama kita, apalagi Tante Ningsih dan om Ardi" ucap Dea juga ikut menitikkan air mata.


"Kita gapapa kok, dan maaf kalau kita bikin kalian khawatir" ucap Naira dan mereka berpelukan bak Teletubbies.


"Ada yang terluka?" Ucap Bu Reni menghampiri Naira dan Lucy.


"Gak ada Bu" jawab Lucy.


"Syukurlah" ucap Bu Reni lega.


"Ingat ya, kalian kalau mau kemana-mana bilang sama bapak atau ibu jangan pergi sendiri" jelas pak Bani.


"Oh ya Miko, Leon makasih ya" ucap Naira tulus.


"It's okay" jawab mereka santai.


"Kalian janji ya jangan bilang masalah ini sama mama dan papa gue. Apalagi kakak gue" ucap Naira.


"Tapi Nai..."


"Baiklah" ucap Rayna menghela nafas.


"Liat kalian berantakan banget" ucap Dea menggelengkan kepalanya, melihat penampilan Naira dan Lucy yang acak-acakan.


"Kalian kenapa bisa nyasar dihutan? Dan kenapa gak bilang sama kita kalau mau keluar?" Tanya Salsa beruntun.


"Satu satu dong nanyanya!" Kesal Lucy.


"Gue udah coba bangunin kalian semalem, tapi gak ada yang bangun kecuali Lucy" jelas Naira.


"Gue gak ngerasa kok Lo bangunin gue" ucap Salsa.


"Lo kan tidur ogeb!" Ucap Naira menyentil jidat Salsa.


"Aww..." Umpat Salsa mengelus jidatnya.


"Dan Lo tau, semalem gue bangunin Lo sumpah lucu banget, gue ampe sakit perut nahan tawa" ucap Naira tertawa mengingat bagaimana ia membangunkan Salsa.


"Kenapa emangnya?" Tanya Salsa penasaran.


Naira pun menceritakan semuanya pada mereka ketika ia membangunkan satu persatu sahabatnya. Serta bagaimana mereka bisa nyasar dihutan. Sontak membuat mereka tertawa lepas termasuk Salsa, ia lucu dengan tingkahnya sendiri.


"Gue gak nyangka bisa ngigau segitunya" ucap Salsa tak henti-hentinya tertawa.


"Makanya Lo jangan kebanyakan mikirin cowok, ntar gue cerita ke Andri baru tau rasa!" Ancam Rayna.


"Eh jangan dong, kalian tega banget bocorin aib gue" ucap Salsa cemberut.


"Btw kita mandi yuk disana" ajak Dea menunjuk sebuah sungai.


"Ayo! Tapi izin dulu ke pak Bani" ucap Naira dan mereka menemui pak Bani untuk meminta izin.


Setelah mendapatkan izin, merekapun pergi ke sungai itu dengan ditemani Bu Reni.



"Enak banget ya mandi di sungai" ucap Lucy berendam dipinggir sungai.


"Coba ada sungai dekat rumah gue, udah pasti tiap hari gue mandi disana" ucap Dea cekikikan.


"Mandi aja dikolam, kan sama kaya disungai" sahut Salsa.


"Beda Sa, mandi dikolam itu gak ada pemandangan alamnya, terus air kolam sama air sungai beda" jelas Dea.


"Kalian ini" ucap Bu Reni yang lucu mendengar celotehan anak muridnya.


"Hehehe maklumi aja lah Bu, kami emang gini kalau lagi ngumpul" ucap Naira menyengir.


"Iya Bu, ramenya kaya orang demo" sambung Salsa membuat Bu Reni terkekeh.


"Eh ibu pernah gak sih mandi disungai?" Tanya Rayna.


"Pernah, tapi dulu" jawab Bu Reni.


"Oh gitu" sahut Lucy ber-oh ria.


Bu Reni memang tapikal guru yang menyenangkan, ia hanya sekali-sekali menunjukkan sikap galaknya. Sangat berbeda dengan pak Bani yang selalu galak seperti ayam beranak muda😂